Pemesanan 14 Peti Pisang Cavendish Harga 2,1 Juta Dibatalkan Dapur MBG, Ternyata Dapurnya Di-suspend
Talitha Daren August 09, 2026 06:38 PM

TRIBUNTREDS.COM - Pembatalan pesanan secara mendadak dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung berdampak pada pedagang kecil.

Salah satunya dialami Imam Mustofa (35), penjual buah asal Kota Metro, yang terancam mengalami kerugian setelah pesanan pisang cavendish miliknya dibatalkan secara sepihak.

Imam sebelumnya mendapat pesanan sebanyak 14 peti pisang cavendish dengan nilai sekitar Rp2,1 juta untuk kebutuhan dapur MBG di Bandar Lampung.

Pesanan tersebut dibatalkan ketika buah yang dipesan sudah matang dan siap dikirim kepada pelanggan.

Kondisi itu membuat Imam berada dalam posisi sulit karena pisang cavendish membutuhkan waktu khusus dalam proses pematangan dan tidak bisa disiapkan secara mendadak.

Imam mengaku langsung meneruskan pesanan kepada pemasok setelah mendapat kepastian dari pemesan bernama Effendi.

Ia juga tidak dapat membatalkan pesanan kepada pemasok karena proses pengadaan buah sudah berjalan.

Masalah muncul ketika operasional dapur SPPG yang menjadi tujuan pengiriman tiba-tiba mengalami penangguhan atau suspend.

Akibatnya, pesanan pisang yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk kebutuhan dapur MBG tersebut ikut dibatalkan menjelang jadwal pengiriman.

Peristiwa itu membuat Imam khawatir mengalami kerugian karena harus mencari solusi untuk 14 peti pisang yang sudah matang dan tidak lagi bisa dibatalkan kepada pemasok.

Baca juga: Dapur MBG Wajib Cantumkan Batas Jam Makan di Tiap Ompreng, Kepala BGN: Lewat Jam Jangan Dimakan

Kronologi

Insiden tersebut bermula saat Imam menerima pesanan pisang cavendish dari seseorang bernama Effendi untuk disuplai ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Bandar Lampung.

Imam menjelaskan bahwa sifat pesanan pisang cavendish memerlukan waktu khusus untuk proses pemataman sehingga tidak bisa dibatalkan begitu saja ketika barang sudah diproses.

Mendapat kepastian order, Imam langsung meneruskan pemesanan ke pihak pemasok (supplier).

"Awalnya dia tanya ada stok pisang cavendish atau tidak. Besoknya dia memastikan pesan 14 peti dengan nilai sekitar Rp 2,1 juta," kata Imam saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (9/8/2026)

"Kalau pisang cavendish itu tidak bisa mendadak. Harus dipesan beberapa hari sebelumnya karena ada proses pematangan. Begitu barang datang, saya juga tidak bisa membatalkannya lagi," ujarnya.

Baca juga: Curhat Kontraktor Dapur MBG, Terpaksa Utang ke Rentenir, Tak Berharap Untung, Hanya Ingin BGN Bayar

PEDAGANG LAMPUNG CURHAT - Tangkap layar 14 peti pisang cavendish untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibatalkan sepihak karena dapur terkena suspend. Pedagang buah asal Metro, Imam Mustofa nyaris terancam rugi Rp 2,1 juta (Tribun Trends/(Threads/cuuppycake))

Pesanan Dibatalkan Karena Dapur MBG Dinonaktifkan

Pihak pemesan secara tiba-tiba membatalkan seluruh pesanan dengan alasan dapur penyedia MBG tujuan mendadak di-suspend atau dinonaktifkan sementara.

Kekecewaan atas alasan tersebut diluapkan oleh istri Imam melalui akun Threads miliknya, @cuuppycake.

Ia menyesalkan tindakan pengelola dapur yang dinilai tidak peduli dengan nasib pedagang kecil.

Dalam unggahannya, sang istri meluapkan kekecewaannya atas tindakan pihak dapur yang membatalkan pesanan secara sepihak dan dinilai tidak bertanggung jawab.

"In this economy, dapur MBG dzolim banget ngecancel orderan dari pedagang kecil. Suamiku dapet orderan pisang cavendish 14 peti dari dapur SPPG di Bandar Lampung untuk dikonsumsi rabu besok dan barang udah siap hari ini, tapi dapur mendadak cancel kemarin dan gamau karna kena suspend," tulis akun @cuuppycake.

 "Jadi dapur udh pesen dr minggu lalu dan suamiku langsung minta ke supplierny untuk nyiapin dan gabisa di cancel, tapi dapur mendadak cancel kemarin dan gamau bertanggung jawab sama sekali. Buat aku 14 peti itu uang yang banyak," tambahnya.

Unggahan tersebut langsung mencuri perhatian luas warganet.

Seketika, gelombang bantuan berdatangan dari pengguna media sosial.

Baca juga: DPR Desak BGN Benahi, Ditemukan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG: Ada yang Butuh tapi Tak Tersentuh

Nasib Pisang

Banyak netizen yang memborong pisang tersebut untuk dikonsumsi pribadi, hingga membeli untuk disalurkan kembali sebagai donasi ke panti asuhan.

Guna menghabiskan sisa stok, Imam juga berinisiatif menjajakan langsung pisang-pisang tersebut ke sejumlah perkantoran di kawasan Bandar Lampung.

"Alhamdulillah setelah saya posting di Threads banyak yang membantu. Ada yang beli, ada juga yang minta disumbangkan ke panti asuhan. Sisanya saya antar sendiri ke kantor-kantor sampai akhirnya habis," katanya.

Berkat kepedulian publik dan gerak cepat tersebut, seluruh stok 14 peti pisang cavendish milik Imam habis terjual sebelum kualitasnya menurun, sehingga modal usaha bernilai Rp 2,1 juta milik pedagang kecil ini dapat terselamatkan sepenuhnya.

(TribunTrends.com/TribunSumsel.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.