Sosok Saepullah, Pelaku Mutilasi di Depok yang Bunuh Teman Karena Ingin Motor, Peserta Lomba Dangdut
Talitha Daren August 09, 2026 05:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Sosok Saepullah, tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi di Depok, ternyata memiliki latar belakang yang tak banyak diketahui publik.

Pria berusia 26 tahun itu disebut pernah mengikuti ajang kompetisi dangdut yang ditayangkan di televisi.

Selain itu, Saepullah juga diduga memiliki ketertarikan sesama jenis dan disebut tergabung dalam komunitas gay.

Saepullah kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Kunaefi (51) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi termutilasi di sebuah rumah kontrakan di Cipayung Jaya, Depok.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/7/2026), sementara Saepullah berhasil ditangkap polisi di Kampung Sinar Laut, Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026).

Polisi hingga kini masih mendalami motif serta rangkaian lengkap pembunuhan tersebut melalui pemeriksaan tersangka, saksi, barang bukti, dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari pemeriksaan awal, penyidik menduga aksi pembunuhan itu telah dipersiapkan oleh Saepullah sebelumnya.

Salah satu dugaan motifnya berkaitan dengan sepeda motor Honda PCX milik korban yang telah diincar pelaku sejak awal mereka berkenalan.

Saepullah disebut tertarik menguasai motor tersebut setelah melihat foto Kunaefi bersama kendaraannya dan kemudian berniat merampasnya karena alasan ekonomi.

Bahkan, sebelum kejadian, Saepullah diduga sempat melontarkan pernyataan mengejutkan kepada seorang temannya bahwa ia mungkin akan membunuh seseorang demi mendapatkan motor tersebut.

Baca juga: Pria di Lahat Tega Bakar & Mutilasi Ibu Gara-gara Ditolak Minta Uang untuk Judol, Ambil Emas 13 Gram

Mengincar Motor PCX Korban

Sosok Saepullah pelaku mutilasi di Depok rupanya telah mengincar sepeda motor Honda PCX korban sejak pertama kali berkenalan dengannya. Pelaku melihat foto korban bersama sepeda motor tersebut dan tergiur untuk merampoknya.

"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," kata Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, dikutip dari Kompas.com.

Bahkan, sebelum pembunuhan terjadi, pelaku sempat membuat pengakuan mengejutkan kepada seorang temannya.

Saat ditanya tentang bagaimana cara dia mendapatkan motor tersebut, Saepullah menyebut kemungkinan untuk membunuh orang.

"Saat ditanya, katanya 'Enggak tahu, mungkin membunuh orang,' begitu salah satu kalimat yang diucapkan oleh pelaku," ungkap Breggy.

Baca juga: Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Kios Ayam Goreng Ditemukan, Peran Dua Terduga Pelaku Diselidiki

PELAKU MUTILASI - Sosok Saepullah pelaku mutilasi di Depok. (Tribun Trends/Dok. Resmob Polda Metro Jaya via Kompas.com)

Kronologi Pembunuhan

Peristiwa pembunuhan bermula saat pelaku mengajak korban untuk bertemu di rumah kontrakannya dengan alasan kesepian setelah tetangganya pindah. Saat bertemu, keduanya justru terlibat pertengkaran.

Saepullah mengklaim korban melakukan tindakan yang tidak diinginkan olehnya sehingga terjadi kekerasan. Pelaku lalu mengambil pisau dari dapur dan menusuk korban.

Korban pun sempat melakukan perlawanan, namun pelaku kembali menikam korban hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah memastikan korban tak bernyawa, Saepullah lalu memotong kedua kaki korban untuk memudahkannya memindahkan jasad korban.

Baca Juga: Kronologi Kasus Mutilasi di Depok, Berawal dari Pemuda Kenal di Media Sosial dan Ngaku Risih Disentuh Pria Paruh Baya

Ia kemudian membuang jasad korban ke beberapa lokasi di kawasan Pancoran Mas. Saepullah juga membawa kabur sepeda motor Honda PCX korban dan menjualnya di daerah Pandeglang, Banten.

Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman intensif atas kasus pembunuhan dan mutilasi di Depok ini.

Sosok Pelaku

Dari penelusuran media sosial TikTok, terungkap sosok Saepullah pelaku mutilasi di Depok. Ia rupanya pernah mengikuti ajang kompetisi dangdut yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta.

Akun TikTok yang diduga miliknya, @lindasaepull220, memperlihatkan foto dirinya saat menjadi peserta ajang dangdut tersebut pada Desember 2025 lalu. Selain ajang tersebut, Saepullah juga pernah beberapa kali mengikuti lomba nyanyi di berbagai daerah.

Tak hanya itu, pelaku rupanya juga pernah bekerja sebagai koki restoran, guru matematika SMP, hingga tukang jagal daging. Dari pengalamannya memotong daging, pelaku pun memutilasi korban menjadi dua bagian.

Terakhir, pelaku bekerja sebagai penjaga stan piscok (pisang cokelat) freelance di Stasiun Pondok Cina, Depok. Sehari sebelum pembunuhan terjadi, Saepullah mendadak resign dari tempat kerjanya dengan alasan mengikuti wawancara di gerai UMKM nasi goreng.

Pemilik usaha Piscok, Dwi Purwadi menyebut Saepullah sebagai sosok yang cukup sopan dan terkesan agamis.

"Kata-katanya juga selama saya dengar bukan yang kata-kata kotor banget. Bukan yang toxic banget kayak gitu loh. Even kalau dia kaget pun kata-katanya yang ke agamis, kayak Allahu Akbar gitu. Bahkan di chat pun dia masih termasuk yang sopan ya. Pakai 'Assalamualaikum, Mas', kayak gitu," ucap Dwi.

Senada dengan bosnya, rekan kerja Saepullah, Muhammad Rizky Saputra juga menyebut pelaku cenderung pendiam dan jarang ngobrol. Selama ini Saepullah lebih banyak bermain ponsel dibanding mengobrol dengannya.

"Kalau dia di sini, pendiem sih orangnya. Enggak banyak ngomong, terus juga sibuk sendiri kan main ponsel," tutur Rizky.

Baca juga: Korban Mutilasi di Kios Ayam Goreng Ternyata Tak Punya Keluarga, Terduga Pelaku Sempat Pamit Mudik

Sosok Pelaku

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi Saepullah pelaku mutilasi di Depok sebagai penyuka sesama jenis. Dugaan ini juga terlihat dari jejak digital pelaku.

Di sejumlah grup media sosial termasuk unggahannya, dirinya menunjukkan gelagat yang kerap menggoda sesama lelaki. Saepullah bahkan terdaftar di dalam grup komunitas sesama jenis atau gay, salah satunya bernama 'bapak bapak ganteng'.

"Salam knal semuanya. nyari bapak angkat hahaha. Canda canda. salam knal," tulis Saepul, dikutip dari Tribun Style.

Selain di grup tersebut, Saepullah juga pernah membuat unggahan di dalam grup 'Gay bogor'.

"Info Bf atuh. yang mau tinggal bareng. Sorry rantauan. 26th. Stay Citayam," tulis Saepul.

Lebih lanjut, dalam perkembangan penyelidikan, polisi juga mengungkap bahwa pelaku memiliki pacar sesama jenis. Meski begitu, polisi mengungkap bahwa kekasih Saepullah tidak terlibat dalam pembunuhan ini.

"Adapun temannya yang lain itu hanya sebatas teman yang memiliki hubungan khusus dengan pelaku. Namun dalam proses pembunuhan pelaku melakukannya sendirian," Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.

Polisi menyebut bahwa kekasih pelaku yang disebut bernama Jeje, tidak ikut membantu pelaku melakukan aksinya. Ia hanya mengetahui cerita ini dan kemudian menutupi kasus ini.

"Sendirian, (Jeje) gak ngapa-ngapain, (gak ikut buang?) gak," katanya.

"Dia gak bantuin, cuma nutupin aja, nutupin ceritanya biar orang lain pada gak tahu. Iya tapi Jeje gak ikut serta," tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku kini dijerat dengan dugaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 KUHP dan/atau Pasal 458 KUHP. 

(TribunTrends.com/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.