TRIBUNNEWS.COM - Rekap final Korea Masters 2026 menempatkan sejumlah catatan sejarah sekaligus melahirkan juara baru di turnamen level Super 300 tersebut, Minggu (9/8/2026).
Gelaran yang berlangsung di Asan Yi Sun-sin Gymnasium itu menghadirkan tiga sejarah baru masing-masing dari sektor tunggal putri, ganda campuran, dan ganda putri.
Menariknya, bukan hanya tiga sektor tersebut yang melahirkan cerita istimewa karena seluruh lima nomor yang dilombakan sama-sama memiliki juara baru pada Korea Masters 2026.
Sejarah pertama dari nomor tunggal putri India, Ashmita Chaliha, menjadi juara dan mencatatkan torehan yang belum pernah terjadi sejak Korea Masters mulai digelar pada 2007.
Sebelum Ashmita Chaliha, gelar tunggal putri Korea Masters lebih sering didominasi wakil tuan rumah, China, dan Jepang yang silih berganti mencatatkan nama mereka sebagai juara.
Ashmita kemudian membuat sejarah setelah mengalahkan unggulan China, Han Qian Xi, melalui pertarungan tiga gim sekaligus melakukan comeback untuk memastikan gelar.
Berlanjut ke sektor ganda campuran, pemain legendaris Jepang, Yuta Watanabe, bersama pasangan barunya, Maya Taguchi, mengukir sejarah setelah naik ke podium tertinggi.
Baca juga: Hasil Final Korea Masters 2026: Yoo Tae-bin Gagal Juara, Revans Lunas tapi Gelar Lepas
Gelar tersebut terasa semakin istimewa karena Yuta/Maya mencatatkan kemenangan beruntun setelah pada pekan sebelumnya juga berhasil menjuarai Taipei Open 2026.
Dua gelar dalam dua pekan beruntun membuat Yuta/Maya menjadi pasangan Jepang pertama yang berhasil menjuarai Korea Masters sejak turnamen tersebut pertama kali digelar.
Sebelumnya, daftar juara ganda campuran Korea Masters lebih banyak dihuni wakil tuan rumah, China, dan satu pasangan asal Hong Kong.
Akan tetapi Yuta/Maya berhasil mematahkan dominasi tersebut sekaligus membawa sejarah baru bagi Negeri Sakura.
Sejarah ketiga kemudian lahir dari sektor ganda putri setelah pasangan China, Luo Yi/Wang Ting Ge, keluar sebagai juara Korea Masters 2026.
Luo/Wang menjadi pasangan China pertama yang mampu membawa pulang gelar ganda putri Korea Masters.
Sebelumnya, jawara dari sektor tersebut sejak awal penyelenggaraan lebih banyak didominasi wakil tuan rumah dan dua pasangan Jepang.
Selain tiga sejarah tersebut, dua sektor lainnya juga memiliki cerita tersendiri karena tunggal putra dan ganda putra sama-sama menghadirkan juara baru pada edisi Korea Masters 2026.
Pada tunggal putra, Zhu Xuan Chen mengikuti jejak seniornya, Bao Chun Lai, yang menjadi wakil China terakhir menjuarai Korea Masters pada 2010.
Sehingga keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang China di sektor tersebut.
Sementara itu, gelar ganda putra berhasil diamankan pasangan Malaysia, Kai Wun Tee/Roy King Yap, yang mengikuti jejak Aaron Chia/Soh Wooi Yik sebagai wakil Negeri Jiran terakhir yang menjuarai Korea Masters pada 2024.
Dengan demikian, Korea Masters 2026 menjadi edisi yang cukup istimewa karena kelima sektor melahirkan juara baru sekaligus menghadirkan tiga catatan sejarah berbeda.
Minggu, 9 Agustus 2026
- WS: Ashmita Chaliha (India) vs Han Qian Xi (China/4), 14-21, 21-14, 21-14
- XD: Yuta Watanabe/Maya Taguchi (Jepang/1) vs Kim Jae-hyeon/Jang Ha-jeong (Korea/2), 21-19, 21-14
- MS: Yoo Tae-bin (Korea) vs Zhu Xuan Chen (China), 16-21, 21-23
- MD: Man Wei Chong/Soh Wooi Yik (Malaysia) vs Kai Wun Tee/Roy King Yap (Malaysia), 13-21, 18-21
- WD: Luo Yi/Wang Ting Ge (China/3) vs Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard (Thailand/6), 17-21, 21-19, 21-14
(Tribunnews.com/Niken)