Atasi Backlog Perumahan, Pembangunan Hunian Subsidi di Kawasan Perkotaan Perlu Diperbanyak
Seno Tri Sulistiyono August 09, 2026 03:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menyampaikan pembangunan hunian subsidi perlu terus dipercepat dan diperluas, khususnya di kawasan perkotaan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menyampaikan, hal tersebut diperlukan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian yang layak, terjangkau, serta dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik.

“Saya merasa terharu melihat antusiasme saudara-saudara kita, guru-guru kita yang ternyata belum punya rumah, dan kalaupun punya rumah jauh dari tempat mengajar. Saya kira ini adalah semangat Perum Perumnas untuk mempercepat dan lebih memperbanyak lagi membangun rumah,” ujar Rachmat saat groundbreaking pembangunan hunian vertikal subsidi perkotaan Samesta Alonia Jakarta, dikutip Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Mencari Titik Keseimbangan Harga Rumah Subsidi dan Biaya Pembangunan

Menurutnya, pembangunan Samesta Alonia Jakarta menjadi langkah awal untuk mewujudkan pembangunan perumahan rakyat dalam skala yang lebih besar ke depan.

“Ini adalah langkah awal untuk melangkah seribu langkah ke depan. Bappenas merancang pembangunan nasional, kemudian Perumnas melaksanakan pembangunan perumahan nasional,” lanjut Rachmat.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, menyampaikan, pembangunan Samesta Alonia Jakarta menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali Perumnas dalam menjalankan perannya sebagai pengembang perumahan rakyat sekaligus mendukung upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan nasional.

Backlog perumahan adalah kondisi kesenjangan atau selisih antara jumlah kebutuhan kepemilikan atau kelayakan rumah dengan ketersediaan unit rumah yang ada

“Ini bukan peletakan batu pertama, tetapi ini adalah penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama perumahan rakyat,” ujar Fahri.

Pengembangan Samesta Alonia Jakarta merupakan hasil sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Plt. Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, mengatakan, pembangunan hunian rakyat tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Samesta Alonia Jakarta merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMN, Danantara, bank Himbara, swasta, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujar Imelda.

100 Konsumen Langsung Pilih Unit

Tepat setelah prosesi groundbreaking selesai, Perumnas melanjutkan rangkaian kegiatan di lokasi dan pada hari yang sama dengan menggelar pemilihan unit Samesta Alonia Jakarta.

Sebanyak 100 konsumen pemegang Nomor Urut Pemesanan (NUP) mengikuti proses pemilihan dan menentukan 100 unit hunian sesuai dengan urutan NUP serta preferensi masing-masing.

Para konsumen yang mengikuti pemilihan unit didominasi pekerja sektor formal dan generasi muda yang beraktivitas di Jakarta.

Hingga pelaksanaan groundbreaking, Samesta Alonia Jakarta telah mencatat sebanyak 1.109 pendaftar NUP atau mencapai 182 persen dari total 609 unit yang tersedia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.