Merasakan Kejanggalan, Keluarga Mendiang Sutrimo Eks Karumga Febrie Adriansyah Kini Lapor Polisi
Talitha Daren August 09, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang dinilai menyimpan sejumlah kejanggalan kini memasuki babak baru.

Sutrimo diketahui bekerja sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).

Ia ditemukan tepat di depan Mordent Aesthetic Clinic sebelum akhirnya dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Namun, nyawa Sutrimo tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke kampung halaman pada malam yang sama untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Sempat menerima kepergian Sutrimo dengan ikhlas, keluarga belakangan justru mulai mempertanyakan sejumlah hal terkait kematiannya.

Kecurigaan itu muncul beberapa hari setelah kabar meninggalnya Sutrimo ramai beredar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.

Didampingi kuasa hukum, pihak keluarga akhirnya resmi melaporkan dugaan kejanggalan tersebut ke SPKT Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Sementara itu, sejumlah tetangga mengungkap bahwa Sutrimo yang telah lama merantau sebagai penjaga rumah di Jakarta sempat pulang ke kampung halaman sekitar sepekan sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Baca juga: Hotman Paris Mundur dari Pengacara Febrie Adriansyah, Sakit & Berobat ke LN, Reaksi Eks Jampidsus

Resmi Melapor ke Polresta Banyumas

Didampingi tim kuasa hukum, keluarga mendatangi SPKT Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Langkah hukum tersebut terdaftar dalam surat laporan resmi bernomor STTLP/79/VII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Aan Rohaeni selaku kuasa hukum menjelaskan bahwa kedatangan pihak keluarga bertujuan untuk memohon perlindungan hukum serta mengurai titik terang atas fakta kematian korban yang dinilai simpang siur di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa dalam berkas laporan tersebut, pihak keluarga sengaja tidak mencantumkan nama pihak terlapor dan memasrahkan seluruh rangkaian penyelidikan kepada jajaran kepolisian.

Baca juga: Kejagung Masih Rahasiakan Sosok Pemilik 74 Kg Emas Kasus Febrie Adriansyah, Kapan Diungkap?

SUTRIMO TEWAS - Tangkapan layar rekaman video CCTV saat Sutrimo tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah
SUTRIMO TEWAS - Tangkapan layar rekaman video CCTV saat Sutrimo tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah (Tribun Trends/TribunnewsBogor)

Isu Liar Mengganggu Lingkungan Sekitar

Penjelasan senada diutarakan Abi, keponakan almarhum. Ia mengakui derasnya rumor tak pasti terkait kematian pamannya sangat mengusik ketenangan pihak keluarga.

Keluarga pun menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif jika nantinya pihak kepolisian memutuskan perlunya tindakan ekshumasi atau pembongkaran makam guna otopsi ulang.

“Buat keluarga sebenarnya tidak rela kalau harus digali lagi. Tapi kalau negara membutuhkan otopsi, mau tidak mau harus diikuti,” kata Abi usai membuat laporan, Sabtu (8/8/2026) malam.

Baca juga: Susno Duadji Merasa Kematian Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah Janggal, Soroti Reaksi Keluarga: Aneh

PENJAGA RUMAH FEBRIE - (kiri) Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, (kanan) Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dengan mulut dan telinga berbusa (Tribunnews.com/Jeprima | Instagram Kementerian Kurangajar)

Kondisi Jenazah Saat Tiba di Rumah Duka

Keterangan lain disampaikan oleh kakak tiri almarhum, Tukim, yang mengenang detik-detik saat jasad Sutrimo tiba di rumah duka.

Menurutnya, kala itu rombongan pengantar hanya menyerahkan KTP almarhum, lembar keterangan dari rumah sakit, serta uang santunan senilai Rp20 juta.

“Keluarga sempat melihat jenazah sudah bersih, kain kafan sempat dibuka. Karena kondisinya sudah bersih dan dikafani, kami tidak curiga apa-apa,” kata Tukim.

Rasa curiga baru berembus beberapa hari kemudian setelah kabar kematian Sutrimo viral di media sosial dan pesan jejaring WhatsApp.

Berdasarkan penuturan tetangga setempat, almarhum yang telah lama merantau sebagai penjaga rumah di ibu kota itu padahal sempat pulang menengok kampung halaman sekitar sepekan sebelum insiden.

Kini, seluruh proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian guna menyingkap tabir penyebab pasti kematian Sutrimo serta menentukan perlu tidaknya tindakan hukum lebih lanjut.

(TribunTrends.com/TribunSumsel.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.