Waspada Diabetes pada Anak, Ketahui Bedanya Tipe 1 dan Tipe 2 Beserta Metode Pengobatan yang Tepat
Tsaniyah Faidah August 09, 2026 04:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Cara mengobati diabetes pada anak rupanya tidak bisa dipukul rata.

Jenis gangguan metabolik yang diidap sang anak menjadi penentu utama metode medis apa yang harus diterapkan oleh dokter maupun orang tua.

Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, memaparkan bahwa pemetaan kondisi ini secara garis besar terbagi menjadi dua klasifikasi, yakni tipe 1 dan tipe 2.

Kedua kondisi tersebut lahir dari pemicu yang bertolak belakang. Dampaknya, skema perawatan yang wajib dijalankan pasien pun otomatis berbeda.

Dilema Tipe 1: Bawaan Sejak Dini dan Ketergantungan Suntikan

Anak yang terdiagnosis diabetes tipe 1 umumnya menghadapi masalah mendasar pada organ tubuhnya.

Sistem dalam tubuh mereka mengalami kegagalan fungsi dalam memproduksi hormon pemroses gula darah secara mandiri.

"Kalau tipe 1 itu adalah diabetes yang memang sejak bayi mungkin ya, karena satu dan lain hal tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin," terang dr. Ida Ayu saat ditemui dalam agenda diskusi kesehatan di Jakarta.

Lantaran organ tubuh tidak mampu memproduksi pasokan alami, asupan insulin dari luar menjadi terapi vital yang tidak bisa ditawar.

"Kalau tipe satu, pasti insulin sudah harga mati. Jadi, insulin harus diberikan setiap ada asupan makan," tegasnya.

Pada praktiknya, suntikan rutin perlu diberikan setiap kali anak mengonsumsi makanan, atau bisa juga memanfaatkan perangkat pompa insulin modern.

Pihak keluarga pun dituntut aktif mempelajari cara menghitung nutrisi agar dosis yang disuntikkan selalu tepat.

Ancaman Tipe 2: Pengaruh Berat Badan dan Urensi Gaya Hidup

Berbeda dari tipe sebelumnya, tubuh anak penderita diabetes tipe 2 sebenarnya masih mampu menghasilkan hormon pengatur gula.

Hanya saja, kepekaan dan respons organ tubuh terhadap hormon tersebut sudah menurun drastis.

"Hal (faktor) yang paling sering adalah karena kelebihan berat badan atau obesitas dan itu sekarang mulai banyak pada pasien anak-anak," jelas dr. Ida.

Skema pengobatan tipe 2 tidak langsung bertumpu pada obat-obatan.

Dokter bakal memprioritaskan perombakan total pada pola keseharian anak—mulai dari memangkas bobot tubuh, mengatur asupan gizi harian, hingga membiasakan rutin berolahraga.

Obat-obatan baru disuntikkan atau dikonsumsi jika tingkat keparahan dan faktor usia anak memang membutuhkan intervensi medis tambahan.

Dokter Ida menggarisbawahi bahwa kunci sukses memulihkan anak dari diabetes tipe 2 terletak pada komitmen panjang keluarga dalam menjaga pola hidup sehat tersebut.

"Harus sustainable, jadi enggak sekali-dua kali aja, atau sebulan-dua bulan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.