Kami dari Polda Jambi bersama tim Satgas Kathutla sejak Rabu (5/8) lalu sampai saat ini masih terus berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di daerah itu
Jambi (ANTARA) - Tim Satgas Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Jambi masih berupaya memadamkan kebakaran lahan seluas 50 hektare di Desa Persiapan Air Merah, pemekaran dari Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
"Kami dari Polda Jambi bersama tim Satgas Kathutla sejak Rabu (5/8) lalu sampai saat ini masih terus berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di daerah itu," kata Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia, di Jambi, Minggu.
Bedasarkan laporan di lapangan titik api berada di sejumlah lokasi. Untuk mempercepat pemadaman, tiga helikopter water bombing dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Tim pemadaman telah berada di lokasi selama tiga hari dan sekarang masih fokus untuk melakukan pemadaman sedangkan pemilik lahannya masih diselidiki.
Dirreskrimsus Kombes Pol Taufik mengatakan pihaknya telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan area sekaligus mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
"Sudah kita pasang garis polisi di lokasi. Saat ini lokasi masih kita amankan untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.
Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyampaikan, sebanyak 300 personel dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan memastikan api tidak kembali meluas.
"Sudah tiga hari kami melakukan pemadaman. Sebanyak 300 personel kami turunkan untuk menangani kebakaran ini. Kami terus berupaya agar api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke area lainnya," ujar Bachyuni.
Menurutnya, personel di lapangan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik yang terdapat bara api, serta pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api. Seluruh personel juga masih bersiaga dan melakukan pemantauan terhadap kondisi area yang sebelumnya terbakar.
Turut mendampingi peninjauan ke lokasi kebakaran, Karo Ops Polda Jambi, Pasi Korem 042/Gapu, dan Kapolres Muaro Jambi.
Hingga saat ini, kepemilikan lahan yang terbakar tersebut masih dalam penyelidikan untuk memastikan apakah milik perusahaan atau milik masyarakat.





