Kulon Progo Berkabut saat Pagi di Musim Kemarau, Stamet Yogyakarta Sebut Akibat Suhu Udara Dingin
Yoseph Hary W August 09, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Belakangan ini, kabut kerap muncul di wilayah Kulon Progo, terutama di pagi hari. Kemunculan kabut ini juga bisa dijumpai di jalan raya dengan kondisi yang cukup tebal sehingga berpotensi mengganggu pandangan pengendara.

Pantauan Tribun Jogja di Jalan Nasional Wates-Yogyakarta pada Minggu (09/08/2026), kabut tipis masih terlihat meski sudah mendekati pukul 07.00 WIB. Poniman, warga setempat mengatakan kabutnya bisa lebih tebal setelah subuh.

"Biasanya sekitar pukul 06.00 WIB pagi, kabutnya cukup tebal sampai ke jalan," katanya ditemui di bengkel tempatnya bekerja.

Poniman mengatakan kabut memang biasa muncul saat musim kemarau seperti ini. Terutama mulai subuh hingga pagi hari, dan baru hilang sekitar pukul 07.00 WIB, saat sinar matahari mulai terik.

Warga asal Kapanewon Galur ini mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu kabut yang muncul bisa lebih tebal lagi. Bahkan bisa mengganggu para pengendara yang melintas karena jarak pandang menjadi terbatas.

"Kalau ini tebalnya masih biasa, masih aman untuk pengendara," ujar Poniman.

Lumrah terjadi di musim kemarau

Prakirawan dari Stasiun Meteorologi (Stamet) Yogyakarta, Bhakti Wira Kusumah menjelaskan fenomena kabut lumrah terjadi di musim kemarau saat ini. Penyebabnya adalah massa udara dingin dari selatan yang bertiup ke arah utara mendekati selatan Jawa.

Massa udara dingin membuat suhu pada lapisan udara bawah dan atas jadi cepat turun di malam hari. Sedangkan di malam hari terjadi pelepasan udara panas dari permukaan bumi hingga pagi hari, namun udara panas tertahan oleh massa udara dingin di atasnya.

"Kondisi ini menyebabkan terjadinya kondensasi titik-titik air mengambang atau yang biasa disebut sebagai kabut," jelas Bhakti.

Menurutnya, potensi kabut di pagi hari di wilayah Kulon Progo cukup tinggi karena banyaknya vegetasi dan jalur air yang memicu kelembaban. Sebab kelembaban inilah yang memicu terjadi kabut di pagi hari.

Vegetasi yang masih tinggi di Kulon Progo juga membuat suhu udara di musim kemarau ini menjadi lebih dingin. Bhakti mencatat suhu terendah pernah tercatat 19 derajat Celcius di wilayah Kapanewon Nanggulan.

"Kondisi di Kulon Progo berbeda dengan perkotaan yang vegetasinya rendah sehingga potensi terjadinya kabut juga rendah," papar Bhakti.

Ia pun mengingatkan masyarakat, terutama saat berkendara karena kabut bisa mengganggu jarak pandang. Ia memperkirakan fenomena kabut pada pagi hari di Kulon Progo bisa terjadi hingga akhir Agustus mendatang.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.