Pedagang di Waingapu Ketiban Berkah dari THR Swembak Matawai
Adiana Ahmad August 09, 2026 07:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sejumlah pedagang di Kota Waingapu ikut mendapatkan berkah dari Taman Hiburan Rakyat ( THR ) di Taman Wisata Swembak Matawai.

Salah satunya adalah Mustafa. Pria berusia 54 tahun ini mengaku pendapatannya meningkat saat membuka warung kopi sejak THR itu dibuka pada 30 Juli lalu.

“Alhamdulillah (pendapatannya) lebih besar dari usaha warung kopi di rumah,” kata pria asal Kamalaputi ini, Sabtu (8/8/2026).

Selama membuka warung di taman hiburan tersebut, Mustafa menyebutkan mendapatkan keuntungan lebih dari Rp400.000 per malam. Jumlah tersebut lebih besar dari pendapatannya saat membuka warung kopi di rumah.

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Bakal Gelar Taman Hiburan Rakyat Swembak Setiap Tahun

“Taman hiburan ini cukup membantu kita yang ekonomi lemah. Kalau rezeki, saya mendapat keuntungan Rp400.000 ke atas,” sebutnya.

Karena itu, Mustafa berharap ke depan pemerintah rutin membuka taman hiburan serupa.

“Harapan kami, kegiatan ini diadakan tiap tahun. Kami juga minta pemerintah membuat kegiatan lain di panggung supaya masyarakat bisa datang berkunjung ke sini. Kegiatan futsal dan bola voli juga perlu. Itu yang bikin ramai,” katanya.

Disaksikan Pos Kupang, Mustafa terlihat cekatan menyiapkan kopi untuk pembelinya. Ia dengan hati-hati mengisi air panas ke sejumlah gelas kopi. Ia menjual kopi berbagai merek dengan harga Rp5.000 per gelas.

Di tempat usaha sementaranya itu, ia ditemani istrinya. Saat ia menyeduhkan kopi, istrinya terlihat sedang mencuci sejumlah gelas kaca yang menyisakan ampas kopi.

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Buka Taman Hiburan Rakyat di Swembak Matawai, Warga dan Pelaku Usaha Senang

Hal yang sama juga disampaikan Lestari (47). Perempuan yang memiliki tiga orang anak ini adalah pedagang asongan. Ia telah berjualan selama 10 tahun di Kota Waingapu.

Lestari mengaku senang dibuka kembali taman hiburan tersebut. Sebab, taman hiburan itu diadakan kembali sejak tahun 2021.

“Saya senang sekali. Saya kalau ada acara hiburan pasti datang untuk mencari uang untuk anak sekolah,” kata ibu asal Sumatera Utara ini.

Ia menyebutkan, dari menjual kacang tanah, jagung dan jagung bunga, ia mendapat keuntungan hampir Rp1 juta per malam. Itu kalau ramai, biasanya di malam Sabtu dan Minggu.

Karena mendapat berkah, seperti Mustafa, Lestari pun berharap kegiatan seperti ini digelar sesering mungkin.

Ia pun kini telah menyiapkan diri untuk berjualan keliling saat karnaval dalam memeriahkan HUT ke-81 RI di Kota Waingapu.

“Kami butuh keramaian untuk bisa jualan,” ucapnya. (dim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.