Pengakuan Saepullah Seusai Nekat Mutilasi Kunaefi, Emosi Ditolak Berhubungan
Noval Andriansyah August 09, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Depok - Tabir gelap di balik kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang menggemparkan warga Depok akhirnya tersingkap secara terang-terangan.

Baca juga: Potongan Kaki Korban Mutilasi Tak Kunjung Ditemukan, Polisi Terus Lakukan Pencarian

Alih-alih berposisi sebagai pihak yang tersudut seperti narasi awal yang dibangunnya, pelaku justru terbukti memegang kendali atas kejahatan berencana tersebut. 

Penyelidikan intensif kepolisian berhasil meruntuhkan seluruh rekayasa cerita yang sengaja disebar untuk mengecoh pandangan publik.

Alasan klasik mengenai upaya perlindungan diri dari pelecehan terbukti hanya bualan belaka demi menutupi rasa malu dan amarah yang meledak-ledak.

Di balik jeruji besi, penyidik menguak fakta mengejutkan mengenai pemicu utama hilangnya nyawa korban di tangan pelaku yang tengah terhimpit masalah keuangan.

Dikutip dari Tribun-Medan.com, terkuak motif asli Saepullah (26) pemutilasi pria di Depok, ternyata bukan karena dilecehkan. Motif Saepullah membunuh dan memutilasi Kunaefi (51) pria di Depok terungkap. 

Ternyata Saepullah emosi karena ajakan intim ditolak. Bukan karena dilecehkan seperti yang sempat diungkapnya. Pelaku yang sempat mengaku hendak dilecehkan korban, ternyata berbohong.

Ia nekat menghabisi nyawa Kunaefi karena emosi ajakan berhubungan sesama jenis ditolak, sekaligus ingin menguasai sepeda motor milik korban.

Kebohongan Saepullah terbongkar usai penyidik menyelaraskan keterangan dengan fakta lapangan. Saat pertama kali ditangkap di tempat persembunyiannya di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026), Saepullah membuat skenario palsu.

Ia berdalih aksinya tersebut murni bentuk perlawanan diri karena merasa dilecehkan. "Dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," kata Saepullah waktu itu.

Namun, alibi tersebut dipatahkan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya. Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, menyebut rekayasa cerita itu sengaja dibuat pelaku untuk menutupi niat jahat yang sebenarnya.

Ia menyebut, adanya intrik penyuka sesama jenis antara Saepul dan korban.

"Dari hasil pendalaman kami bahwasanya pelaku ada intrik penyuka sesama jenis," jelas Breggy.

Perselisihan bermula ketika Saepullah mengajak korban untuk berhubungan badan.

"Dari situ, pelaku mulai berusaha untuk melakukan hubungan dengan korban," ungkapnya.

Ajakan tersebut ditolak oleh Kunaefi. Penolakan itu memicu percekcokan di antara keduanya.

"Korban tidak terima, akhirnya menampar pipi daripada pelaku," kata Breggy.

Tamparan tersebut membakar emosi pelaku. Di saat yang sama, Saepullah sedang terlilit masalah finansial.

Rasa sakit hati akibat ditolak bersatu dengan desakan ekonomi yang menumpuk. Pelaku lantas melihat sepeda motor Honda PCX milik korban sebagai jalan keluar dari masalah keuangannya.

"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," tutur Breggy.

Curhatan Saepul Sebelum Mutilasi Pria di Depok

Disisi lain terungkap, sebelum melancarkan aksinya, Saepul sempat curhat dan mengisyaratkan niat membunuh orang kepada seorang teman. 

Pada pagi hari sebelum kejadian, Saepul menghubungi temannya melalui pesan singkat.

Dalam obrolan tersebut, Saepul menyampaikan keinginannya untuk memiliki sepeda motor.

"Pagi harinya di tanggal 23 Juli 2026, pelaku menghubungi temannyabahwasannya dia ingin memiliki sepeda motor," kata Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono.

Mendengar hal itu, temannya kemudian bertanya bagaimana cara Saepul bisa mendapatkan sepeda motor tersebut. 

Saepul lantas memberikan jawaban yang mengarah pada rencana pembunuhan.

"Mungkin membunuh orang, begitu satu kalimat oleh pelaku," lanjut Breggy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.