Terpisah dari Keramaian Lomba Agustusan di Bangkalan, Bocah 3 Tahun Ditemukan Menangis Sendirian
Alga W August 09, 2026 05:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Tangisan bocah laki-laki berusia sekitar 3 tahun seorang diri di area GOR SAKA, Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, menjadi perhatian pria berinisial DS (49), warga Kelurahan Mlajah, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Ia sempat membawa pulang dan meninggalkan bocah untuk melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bangkalan.

Baca juga: Putri Mbah Wahab Ungkap Harapan untuk PBNU Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo mengungkapkan, pihaknya menerima informasi bahwa telah ditemukan bocah berusia sekitar tiga tahun sedang menangis seorang diri di kawasan sekitar GOR SAKA Bangkalan, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kami memerintahkan personel piket Satreskrim dipimpin Pamapta Polres Bangkalan untuk melakukan penjemputan terhadap si bocah," ungkap Eriek kepada TribunJatim.com, Minggu (9/8/2026). 

Ketika berada di Kantor SPKT Polres Bangkalan, pelapor DS menceritakan kronologi penemuan bocah.

Ia juga menyampaikan kepada pihak kepolisian bahwa sedang berlangsung kegiatan Agustusan, yakni Lomba Mewarnai dan Pameran Lukis Anak di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan. 

Eriek menjelaskan, informasi dari pelapor kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi kegiatan lomba Agustusan.

Harapannya, pihak kepolisian bisa mendapatkan informasi tentang bocah yang ditemukan di sekitar GOR SAKA. 

"Personel Pamapta dan personel piket Satreskrim mendatangi dan bertemu dengan orang tua, dan kami lakukan penyerahan anak laki-laki itu. Orang tuanya berasal dari Kecamatan Labang," jelas Eriek. 

Berdasarkan Kalender HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang diterima dari Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Bangkalan menyebutkan, tidak ada kegiatan lomba Agustusan di GOR SAKA pada Sabtu (8/8/2026). 

Gedung olahraga baru akan dijadikan sebagai venue lomba-lomba Agustusan mulai 19-21 Agustus untuk lomba bola voli, 22 Agustus lomba karate, 23-25 Agustus lomba bola basket, dan 5-6 September untuk kejuaraan silat.

Satu-satunya kegiatan Agustusan pada Sabtu pagi itu hanya terpusat di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan, yakni Lomba Mewarnai dan Pameran Lukis Anak tingkat KB dan TK se-Kabupaten Bangkalan.

Adapun jarak antara Pendapa Pratanu dan GOR SAKA tidak lebih dari 300 meter.
 
"Kami menduga anak itu lepas dari pengawasan dan berjalan ke arah timur menuju area GOR SAKA, lokasinya masih satu komplek dengan perkantoran Pemkab. Hanya tidak bisa diakses kendaraan bermotor," pungkas Eriek.  

Kepanikan di Arena Lomba Mewarnai

Perwira Satsamapta (Pampta) 2 Polres Bangkalan, Ipda Rio Yulianto, bergegas menuju lokasi kegiatan lomba mewarnai di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan sambil membawa bocah.

"Begitu mobil operasional kami masuk lokasi, suasana tampak panik atas kejadian kehilangan bocah. Saya awalnya mau temui panitia agar disiarkan, tapi tiba-tiba seorang ibu menghampiri kami," ungkap Rio. 

Ibu rumah tangga yang bergegas menghampiri kendaraan operasional Satsamapta Polres Bangkalan diketahui berinisial SF (39), warga Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. 

"Niat laporan. Tapi setelah saya membuka kaca mobil, dia kaget dan histeris menangis, 'Itu kan anak saya'. Keluarga di rumah sudah panik, bahkan suaminya hendak menuju Pemkab karena anak itu sekitar tiga jam terpisah," jelas Rio.

Baca juga: Dina Lorenza ke Pasar dan Kawasan Padat Penduduk Rawan Banjir di Situbondo, Kampanyekan Kebersihan

Informasi yang dirangkum Rio dari SF, anak itu awalnya dalam pengawasan anggota keluarga lainnya.

Namun, tiba-tiba di tengah keramaian warga yang berada di arena lomba mewarnai, si bocah lepas dari pengawasan. 

"Anak itu aktif sekali, sementara kakaknya yang dititipi diduga sedang bermain HP. Alhamdulilllah kami sudah serahkan kepada ibunya, namun sempat kami minta membuat video testimoni untuk dokumen kami," papar Rio.
 
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memprioritaskan pengawasan terhadap anak berusia bocah.

Apalagi di tengah konsentrasi massa seperti kemarin yang berpotensi terjadi kelalaian.   

"Jangan sampai di luar kontrol saat menjaga putra-putirnya. Kemarin sempat ada saran agar berkoordinasi dengan Dinas Sosial."

"Namun saya menolak, karena bocah itu bukan anak gelandangan," pungkas Rio.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.