BANGKAPOS.COM--Rentetan penemuan jasad hingga benda yang diduga bagian tubuh manusia mewarnai sejumlah wilayah di Bangka Belitung sepanjang 2026.
Dari mayat pria yang ditemukan di kebun sawit, jasad membusuk di sebuah rumah di Pangkalpinang, hingga temuan terbaru berupa benda mirip tengkorak manusia di lahan kebun Desa Tumbak Petar, Bangka Barat.
Temuan terakhir tersebut kembali membuat warga geger.
Benda yang diduga tengkorak manusia ditemukan di sebuah lahan kebun di Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.
Penemuan itu dilaporkan kepada aparatur desa dan kepolisian pada Kamis (6/8/2026), setelah sebelumnya seorang warga melihat benda mencurigakan tersebut ketika hendak mencari udang galah di sungai yang berada tak jauh dari lokasi.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benda tersebut benar merupakan tengkorak manusia.
Kepala Desa Tumbak Petar, Paril, mengatakan penemuan tersebut bermula ketika seorang warga pergi ke sekitar sungai pada malam hari.
Warga tersebut hendak mencari udang satang atau udang galah.
Namun, dalam perjalanan, ia melihat benda yang bentuknya menyerupai tengkorak.
Karena kondisi malam cukup gelap, warga tersebut tidak berani memastikan temuannya.
"Malam itu ada warga mau nyari udang dekat sungai sekitar situ. Terus ngelihat ada kayak tengkorak, tapi karena malam jadi dia belum berani mastiin," ungkap Paril kepada Bangkapos.com, Minggu (9/8/2026).
Warga tersebut kemudian memberikan tanda di sekitar lokasi sebelum memutuskan kembali keesokan harinya.
"Karena malam gelap, jadi dibuat tanda dulu di lokasinya, besoknya pas kembali ternyata memang itu ada kayak tengkorak manusia," jelasnya.
Setelah memastikan benda tersebut, warga langsung melaporkannya kepada pihak desa dan Bhabinkamtibmas.
"Setelah itu, baru warga itu lapor ke kami, dan kami datang ke lokasi," kata Paril.
Baca juga: Bukan Sekadar Kabur, Jejak Dua Tersangka Perampokan Bos Konter Royal Phone hingga Bakar Barang Bukti
Salah satu hal yang masih menjadi perhatian dalam penemuan tersebut adalah benda yang diduga tengkorak itu ditemukan tanpa adanya tulang-belulang lain di sekitarnya.
Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Satreskrim dan Tim Identifikasi Polres Bangka Barat masih melakukan pendalaman.
Benda tersebut telah diamankan untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memastikan apakah benda tersebut benar merupakan bagian tubuh manusia sekaligus mengungkap kemungkinan identitasnya.
Baca juga: Sosok Winda Lorenza Gowasa, Saksi KPK yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Rumah Mantan Mertua
Penemuan diduga tengkorak di Jebus bukan satu-satunya kasus penemuan jasad yang terjadi di Bangka Barat pada 2026.
Sekitar dua bulan sebelumnya, warga Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, juga digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di kawasan kebun sawit.
Jasad tersebut ditemukan pada Kamis (11/6/2026).
Mayat ditemukan dalam kondisi berada di sekitar pohon sawit.
Ketika polisi tiba di lokasi, tubuh korban terlihat bersandar menghadap pohon dengan posisi tubuh sedikit miring.
Di dekat jasad ditemukan sepasang sandal jepit berwarna putih dengan tali kuning.
Polisi kemudian melakukan evakuasi dan membawa jasad menuju Puskesmas Kelapa untuk proses identifikasi.
Identitas korban diketahui dari KTP yang ditemukan di dompetnya.
Korban berinisial YM, berusia 33 tahun, dan diketahui berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Saat proses evakuasi, polisi menemukan sejumlah luka lecet pada bagian tubuh korban.
Kapolsek Kelapa Iptu Dahri saat itu mengatakan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban.
"Memang benar tampak luka-luka pada bagian tubuhnya, khususnya pada kaki dan mungkin beberapa area lainnya yang akan kami lakukan visum," ujar Dahri.
Namun, polisi belum ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian.
"Kami sementara ini belum bisa berandai-andai. Kami akan memastikan dulu seperti apa dari hasil visum," tambahnya.
Sepekan setelah penemuan tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan tim masih bekerja di lapangan untuk mengungkap kasus tersebut.
"Masih penyelidikan saat ini, tim masih bekerja di lapangan," kata Pradana, Kamis (18/6/2026).
Ketika ditanya mengenai hasil autopsi, termasuk kemungkinan adanya luka akibat benda tumpul maupun benda tajam serta dugaan tindak pidana, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan.
"Tim masih bekerja keras di lapangan hingga saat ini, doakan saja mudah-mudahan segera bisa diungkapnya," ujarnya.
Baca juga: Kemenkes Ungkap RSCM Jadi RS Tempat Yurizal Dirawat, Luruskan Soal Tunggu 8 Jam
Sebelum penemuan mayat di kebun Air Bulin, warga Kota Pangkalpinang juga sempat digegerkan oleh penemuan jasad pria di sebuah rumah di Perumahan Ceria Village, Kelurahan Air Itam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/6/2026) malam.
Awalnya, warga mencium bau menyengat dari sebuah rumah.
Bau tersebut bahkan sudah tercium sejak pagi hari.
Tetangga korban, Viki, mengaku awalnya mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan.
"Dari pagi itu sudah bau. Cuman saya cari-cari, kirain saya ada bangkai hewan yang mati kan," kata Viki.
Namun, bau tersebut semakin kuat ketika sore hari.
Warga juga melihat banyak lalat masuk melalui salah satu jendela rumah.
"Lalat masuk di satu jendela yang terbuka, nah itu banyak lalat masuk ke situ. Kemudian saya dan beberapa warga melihat ke dalam rumah dari belakang, ternyata ada mayat," tuturnya.
Polisi kemudian mendatangi lokasi dan memasang garis polisi.
Hingga malam hari, petugas masih melakukan penanganan dan pemeriksaan tempat kejadian perkara.
Rangkaian penemuan jasad dan benda yang diduga bagian tubuh manusia di Bangka Belitung sepanjang 2026 menunjukkan situasi yang berbeda-beda.
Di Air Itam, Pangkalpinang, warga menemukan jasad setelah mencium bau menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar rumah.
Di Air Bulin, Bangka Barat, mayat pria ditemukan di kawasan kebun sawit dan identitasnya diketahui sebagai YM, warga asal Garut.
Kini, warga Jebus kembali dibuat resah setelah menemukan benda yang diduga tengkorak manusia di sebuah lahan kebun.
Namun, ketiga peristiwa tersebut belum dapat disimpulkan memiliki keterkaitan satu sama lain.
Khusus untuk temuan di Desa Tumbak Petar, polisi masih harus memastikan terlebih dahulu identitas dan jenis benda yang ditemukan.
Satreskrim dan Tim Identifikasi Polres Bangka Barat masih melakukan pemeriksaan.
Masyarakat pun diminta tidak berspekulasi sebelum hasil identifikasi dan penyelidikan kepolisian selesai.
Temuan diduga tengkorak tersebut kini menjadi pekerjaan baru bagi polisi untuk menjawab sejumlah pertanyaan: benarkah benda itu merupakan tengkorak manusia, siapa pemiliknya, dan bagaimana benda tersebut bisa berada di lahan kebun Desa Tumbak Petar?
Jawaban atas pertanyaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.(*)
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra/Rifqi Nugroho)