Berburu Foto di Pantai Sekunyit Bengkulu Selatan, Laut Bernuansa Bali hingga Bangunan Bergaya Romawi
Ricky Jenihansen August 09, 2026 06:53 PM

Pantai Sekunyit Bengkulu Selatan menawarkan panorama laut bernuansa Bali dengan bangunan bergaya Romawi dan beragam spot foto unik.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Debur ombak terdengar dari balik deretan bangunan dengan lengkungan-lengkungan besar. Angin laut berembus, sementara hamparan laut lepas terbentang di sisi kawasan wisata.

Di antara suasana pantai itu, berdiri sejumlah bangunan dan ornamen dengan bentuk yang tidak biasa.

Ada patung kuda bersayap, tengkorak berukuran besar, patung prajurit dengan pakaian perang, hingga bulan sabit berwarna cokelat yang menjadi salah satu titik menarik untuk berfoto.

Pemandangan tersebut dapat ditemui di Wisata Alam Sekunyit (WAS), Pantai Sekunyit, Dusun Suka Mulya, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pantauan TribunBengkulu.com saat berada di lokasi, Sabtu (8/8/2026), kawasan Pantai Sekunyit menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan panorama laut.

Pengunjung dapat menyusuri berbagai sudut bangunan sambil mencari latar foto yang berbeda.

Dari salah satu bagian kawasan, laut terlihat langsung di balik deretan lengkungan bangunan. Ombak yang bergerak menuju bibir pantai menjadi latar alami di antara ornamen-ornamen buatan yang menghiasi kawasan tersebut.

Laut Lepas Jadi Latar Foto

Salah satu daya tarik Pantai Sekunyit adalah perpaduan antara panorama laut dan bangunan dengan konsep masa kuno.

Bangunan dengan deretan lengkungan berdiri menghadap laut. Beberapa jendela dan bukaan pada bangunan tersebut bahkan membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan laut dari dalam kawasan.

Ketika berdiri di dekat bangunan, birunya laut dan garis cakrawala menjadi latar yang kontras dengan warna serta bentuk ornamen yang ada.

Tidak sedikit pula sudut kawasan yang dapat digunakan untuk berfoto.

Ada bulan sabit yang berdiri di atas undakan, patung tengkorak dengan ukuran cukup besar, hingga patung kuda bersayap yang ditempatkan menghadap ke arah laut.

Suasana semakin berbeda ketika pengunjung berpindah ke bagian lain kawasan.

Sebuah patung prajurit dengan perlengkapan perang berdiri di atas bangunan. Di belakangnya terdapat dinding dengan banyak lengkungan yang memberikan kesan seperti bangunan dari masa lampau.

Ada Tengkorak hingga Kuda Bersayap

Ornamen-ornamen tersebut menjadi bagian dari konsep yang sejak awal diterapkan pada kawasan Wisata Alam Sekunyit.

Yeti Herawati, penjaga pantai, mengatakan kawasan wisata tersebut telah berdiri sekitar tujuh tahun, tepatnya sejak November 2019.

Sejak awal, kawasan wisata ini dikembangkan dengan konsep bangunan bergaya Romawi kuno yang memiliki makna tersendiri.

“Kita ada makna sendiri, ya. Jadi bangunan ini melambangkan masa-masa kuno,” ungkap Yeti.

Konsep tersebut kemudian berpadu dengan kondisi Pantai Sekunyit yang berada langsung di tepi laut.

Hasilnya, pengunjung tidak hanya mendapatkan latar foto berupa laut, tetapi juga berbagai ornamen dengan bentuk yang tidak lazim ditemukan di destinasi pantai.

Selain bangunan bergaya Romawi kuno, terdapat pula bangunan berbentuk tugu yang menyerupai bangunan di Mesir.

Wisatawan Sebut Suasananya Mirip Bali

Pantai Sekunyit berada sekitar 3 kilometer atau sekitar lima menit perjalanan menggunakan kendaraan dari Tugu Meriam yang berada di pusat Kota Manna.

Lokasinya membuat pantai ini relatif mudah dijangkau dari pusat kota.

Salah seorang wisatawan asal Kota Bengkulu, Nuni, mengaku baru pertama kali mengunjungi Pantai Sekunyit.

Ia mengetahui lokasi tersebut setelah mendapat rekomendasi dari saudaranya yang sedang menghadiri acara pesta pernikahan di wilayah Bengkulu Selatan.

Menurut Nuni, panorama Pantai Sekunyit mengingatkannya pada suasana wisata pantai di Bali.

“Ya, bagus pantainya seperti Tanah Lot Bali. Pantainya bagus. Semoga pengelola tetap menjaga kebersihan agar tetap bersih, nyaman dan alami,” ujar Nuni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (8/8/2026).

Selain panorama laut, suasana senja juga menjadi daya tarik kawasan ini.

Ketika matahari mulai turun, cahaya jingga berpadu dengan siluet bangunan dan ornamen yang berada di sekitar pantai.

Bagi pengunjung yang gemar mengabadikan perjalanan melalui foto, perubahan cahaya tersebut memberikan pilihan latar yang berbeda dibandingkan ketika datang pada siang hari.

Pantai Pribadi yang Sudah Berdiri Sejak 2019

Pantai Sekunyit dikenal dengan nama Wisata Alam Sekunyit (WAS).

Berbeda dengan Pantai Pasar Bawah yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, kawasan Pantai Sekunyit dikelola secara pribadi oleh pemilik lahan di sekitar pantai.

Pantai tersebut merupakan milik Ahua.

Meski dikelola secara pribadi, kawasan wisata ini dilengkapi sejumlah fasilitas bagi pengunjung.

Selain berbagai spot foto dan tempat bersantai, tersedia pula kantin yang menjual makanan dan minuman ringan, seperti mi dan jus.

Pengunjung yang ingin membawa makanan dari luar juga diperbolehkan, dengan syarat tetap menjaga kebersihan kawasan.

“Kita juga siapkan tempat makan, Kantin Ceria. Namun, pengunjung yang mau makan dari luar kita persilakan,” ungkap Yeti.

Tiket Masuk Rp10 Ribu

Bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan ini, harga tiket masuk yang dikenakan sebesar Rp10 ribu per orang.

Pengunjung yang membawa kendaraan juga dikenakan biaya parkir sebesar Rp5 ribu.

Dari tiket masuk tersebut, setiap pengunjung mendapatkan satu botol air mineral.

Pada akhir pekan, kawasan wisata ini mulai menerima kunjungan sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Sementara pada hari biasa, kawasan wisata biasanya sudah tutup sekitar pukul 18.00 WIB.

Dengan berbagai pilihan sudut foto, pengunjung dapat memilih latar sesuai keinginan, mulai dari laut lepas, lengkungan bangunan, bulan sabit, tengkorak, hingga patung-patung bernuansa masa kuno.

Namun, pengunjung tetap perlu memperhatikan keselamatan ketika berfoto.

Pasalnya, sebagian bangunan yang berada dekat dengan bibir pantai telah terdampak abrasi.

Karena itu, pengunjung diimbau berhati-hati ketika berada di sekitar bangunan, terutama saat mencari sudut foto yang berada dekat dengan laut.

Pantai Sekunyit pada akhirnya menawarkan pengalaman yang berbeda: menikmati debur ombak dan angin laut, sembari berburu foto di antara bangunan dan ornamen yang membawa nuansa masa lampau.

Bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi pantai sekaligus spot foto unik di Bengkulu Selatan, kawasan ini dapat menjadi salah satu pilihan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.