Khairul Azmi Kerahkan Alat Berat SDABMBK, Warga Ngeluh Parit di Taduan Terjadi Sedimentasi Tebal
Ayu Prasandi August 09, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi drainase di Kota Medan banyak yang membutuhkan perhatian Pemko Medan.

Di antaranya persoalan sedimentasi tanah, sampah dan lumpur tebal di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (9/8/2026) 

Warga sempat mengeluh dan melaporkan kondisi drainase agar dilakukan normalisasi.

Warga khawatir setiap hujan akan berdampak banjir dan bau tidak sedap. 

Merespon itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas telah mengerahkan jajaran Pemko Medan bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat dan dipenuhi sedimentasi tebal.

Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mencegah terjadinya genangan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Khairul Azmi mengakui ada yang tidak normal. Kayanya, kondisi parit di lokasi banyak bagian yang tersumbat dan dipenuhi sedimen. 

"Sudah kita tindaklanjuti segera bang. Memang kondisi tersebut membuat aliran air tidak lancar dan berpotensi menimbulkan genangan saat hujan. Saya sudah turun ke lapangan, banyak parit yang tersumbat, juga banyak sedimen yang sudah tebal," ujar Khairul Azmi kepada Tribun-Medan.com. 

Untuk mempercepat pembersihan, Khairul Azmi mengatakan, Pemko Medan mengombinasikan gotong royong manual ditambah dengan penggunaan alat berat.

Pihaknya menurunkan satu unit alat berat. 

"Satu alat berat kita kerahkan, serta beberapa unit truk untuk mengangkut sampah dari sedimen hasil pengerukan agar limbahnya langsung bersih," jelasnya. 

Menurut Khairul, pengerukan menjadi tahap awal sebelum dilakukan penataan drainase secara permanen.

Pemko Medan merencanakan pemasangan U-ditch di lokasi tersebut dan menargetkannya dalam program tahun 2027.

"Jangka panjang sudah kami rencanakan pemasangan U-ditch. Targetnya tahun 2027 rampung. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total,” kata Khairul.

Ia menjelaskan, panjang saluran akan diukur secara pasti dengan target aliran air dapat terhubung hingga ke Sei Kera. Setelah pengerukan dilakukan, petugas akan mengukur elevasi serta memperhitungkan kemiringan dan titik-titik belokan saluran secara presisi sebelum U-ditch dipasang.

"Prosesnya nanti dikeruk dulu, elevasinya kita ukur dan kita perhitungkan secara presisi. Jadi nanti U-ditch yang dipasang benar-benar mengikuti kondisi dan arah aliran air,” ujarnya.

Khairul menambahkan, pengerukan dan pembebasan alur drainase mendapat dukungan masyarakat sekitar. 

Berdasarkan informasi dari Camat Medan Tembung, Muhammad Idris, bahwa warga mendukung penuh kegiatan tersebut demi memperlancar aliran air.

Dia juga mengatakan, pengerjaan manual tetap diperlukan meski alat berat telah dikerahkan.

Sebab, kondisi teknis di setiap titik drainase berbeda sehingga tidak seluruh bagian dapat dijangkau alat.

"Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual,” katanya.

Lanjut Khairul Azmi menegaskan, pembersihan parit tidak berhenti pada kegiatan hari itu. Program tersebut akan dilakukan secara berkesinambungan hingga persoalan drainase di lokasi dapat ditangani, kemudian dilanjutkan ke wilayah kecamatan lainnya.

"Program ini dilaksanakan kira-kira sampai tuntas semuanya. Dan mungkin di kecamatan-kecamatan lain nanti juga terus berkesinambungan program Pak Wali Kota ini, termasuk pembersihan drainase dan penataan parit semuanya untuk dilaksanakan secara baik di Kota Medan," ungkapnya.

Untuk itu, Khairul Azmi juga mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke parit maupun menutup saluran air untuk kepentingan pribadi.

Menurutnya, penutupan parit di depan rumah tanpa memperhatikan aliran air dapat mengganggu warga lain karena menyebabkan aliran tersumbat.

"Kita berharap masyarakat turut serta menjaga. Harus toleransi menjaga parit di depan rumah masing-masing. Jangan ditutup untuk menyelematkan kepentingan pribadi," pungkasnya. 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.