TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebuah ajakan pulang sederhana yang diabaikan menjadi momen terakhir Alqifahri Bactiar (7) sebelum akhirnya ditemukan tewas tenggelam di aliran Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Sragen.
Alqifahri Bactiar, asal Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen keasyikan bermain air hingga tak mau pulang.
Ia tenggelam saat bermain di aliran WKO dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
Baca juga: Naren Jadi Korban Terakhir Ditemukan, Operasi SAR Tiga Anak Tenggelam di Sungai Serayu Ditutup
Korban ditemukan pada Minggu (9/8/2026) pagi, setelah tim gabungan melakukan pencarian sejak korban dilaporkan hilang pada Sabtu (8/8/2026) sore.
Kalak BPBD Kabupaten Sragen Triyono Putro mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.47 WIB. Namun, laporan mengenai bocah yang tenggelam baru diterima petugas pada pukul 19.45 WIB.
"Kami mendapatkan laporan ada bocah tenggelam di Waduk Kedong Ombo, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Sabtu malam," kata Triyono, Minggu (9/8/2026).
Korban diketahui bernama Alqifahri Bactiar (7), warga Dukuh Kedung Nguter, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun BPBD, korban bersama seorang temannya sempat menuju aliran sungai besar di kawasan WKO. Aktivitas mereka bahkan terekam kamera CCTV.
Sempat Diajak Pulang Teman
Triyono mengatakan korban dan temannya tiba di lokasi sekitar pukul 15.15 WIB. Korban kemudian berenang di aliran sungai WKO.
Sekitar pukul 15.50 WIB, korban sempat diajak pulang oleh temannya.
Namun, ajakan tersebut ditolak karena korban masih ingin bermain air.
"Dari kesaksian teman korban pukul 15.15 WIB korban berenang di aliran sungai WKO, dan pada pukul 15.50 WIB survivor diajak pulang belum mau dan masih bermain air namun hingga matahari terbenam survivor tak kembali ke rumah," ucap dia.
Keluarga yang mulai khawatir kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 17.30 WIB, keluarga menemukan sandal dan pakaian korban di pinggir sungai.
Namun, keberadaan korban tidak diketahui.
BPBD bersama relawan kemudian melakukan pencarian setelah menerima laporan tersebut.
Upaya awal dilakukan dengan mengecek rekaman CCTV dan menyisir lokasi tempat korban terakhir terlihat.
"Mendapatkan laporan tersebut, bersama relawan melakukan pencarian, mulai pengecekan kamera cctv hingga mencari ke lokasi tersebut," kata dia.
Libatkan 53 Personel Gabungan
Pencarian melibatkan 53 personel gabungan yang terdiri dari relawan di Kabupaten Sragen, TNI, Polri, serta warga setempat.
Pencarian hari pertama dilakukan dengan menelusuri rekaman CCTV.
Tim kemudian melanjutkan pencarian di sekitar lokasi pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB.
Sekitar satu jam kemudian, titik terang ditemukan.
Baca juga: Kronologi Lengkap Pelajar Tenggelam di Waduk Greneng Blora, Ditemukan Meninggal Satu Jam Kemudian
Pada pukul 08.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan tubuh korban sekitar 10 meter dari lokasi awal kejadian.
Namun, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Survivor berhasil ditemukan namun dalam kondisi sudah meninggal dunia, dengan kondisi mengenakan celana pendek coklat," kata Triyono. (*)