Elektabilitas Prabowo Tertinggi Versi IPO, PDI-P Ingatkan PR, Nasdem: Wajar Sedang Berkuasa
Ilham Fazrir Harahap August 09, 2026 06:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih menduduki posisi paling atas tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila pemilihan presiden (Pilpres) dilaksanakan saat ini.

Ketua Umum Partai Gerindra itu memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen. 

"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Susno Duadji Angkat Bicara soal Kematian Tidak Wajar Winda Lorenza: Harus Berdasarkan Forensik

Dedi menjelaskan, keunggulan Prabowo tersebut menunjukkan bahwa posisinya sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan (top of mind) masyarakat.

Kendati demikian, Dedi menyebut bahwa posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas belum sepenuhnya aman. 

Menurut dia, keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik. 

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.

Baca juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba Sekitar Rp 2 Triliun di Riau

PDI-P Sebut Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Politikus PDI-P Guntur Romli mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, misalnya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ketersediaan lapangan pekerjaan.

Hal ini disampaikan Guntur merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menunjukkan Prabowo menjadi sosok dengan eletabilitas tertinggi untuk menjadi calon presiden.

"Persoalan-persoalan di depan mata yang harusnya dibereskan, kasus-kasus keracunan MBG masih terus terjadi setiap hari, PHK di mana-mana, janji 19 juta lapangan pekerjaan juga tidak terjadi," kata Guntur kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2026). 

Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Romli saat diwawancarai khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (14/01/2025). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Romli saat diwawancarai khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (14/01/2025). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (Tribunnews.com)

Maka dari itu, Guntur menyarankan Prabowo fokus membenahi persoalan-persoalan yang terjadi di pemerintahannya.

Menurut dia, hasil survei yang ada semestinya menjadi pengingat bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik. 

Baca juga: Kebijakan Baru BGN, Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi, Minta Bantuan Peran Guru

"Sebaiknya fokus pada masalah-masalah yang sedang terjadi, hasil survei jadikan cerminan bukan malah dibikin tandingan kalau ada hasil survei yang tidak sesuai harapan," imbuh Guntur. 

Sementara itu, Guntur menyebutkan bahwa PDI-P belum ambil pusing mengenai dinamika menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang. 

"Hingga saat ini PDI Perjuangan tidak fokus pada Pemilu 2029 karena masih lama," ujar Guntur.

Nasdem: Wajar Sedang Berkuasa

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim menilai wajar apabila Presiden Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden karena sedang menjadi presiden petahana.

"Survei itu kan potret sesaat. Dan adalah sangat wajar kalau Prabowo masih yang tertinggi, karena sekarang beliau masih menjadi petahana yang sedang berkuasa," ujar Hermawi kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2026).

Meski demikian, Hermawi mengingatkan bahwa Prabowo ingin fokus menjalankan periode pertama pemerintahannya agar sukses. 

Ia merujuk pada pernyataan Prabowo yang baru akan memutuskan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang apabila pemerintahan periode pertamanya sukses. 

"Kan kita juga berapa kali mengikuti pernyataan Prabowo yang menyatakan bahwa, kalau ia sukses di jilid 1, beliau akan maju di jilid 2," kata Hermawi.

"Jadi kita tunggu saja sampai akhir jilid 1, dan kita lihat apakah Prabowo akan maju lagi atau tidak," imbuh dia. 

Terlepas dari itu, Hermawi menekankan bahwa Prabowo memiliki hak untuk kembali maju sebagai Capres di Pilpres 2029. "Apalagi beliau masih menjadi ketua partai besar seperti Gerindra," kata dia.

(Tribun-Medan.com)

Sumber: kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.