TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE SELATAN – Universitas Terbuka (UT) Kendari menggandeng Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan bimbingan teknis ke peternak di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mengusung tema "Penguatan Sistem Produksi Pakan dan Manajemen Marketing Digital Ayam Kampung Unggul pada Kelompok Peternak Alisa Farm Community".
Berlangsung di Alisa Farm, Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra, Sabtu (11/7/2026), pukul 10.00–17.00 Wita.
Ketua Tim PkM, Anfas, S.T., M.M., dari UT Kendari dengan anggota Dr Rina Astarika, S.P., M.P., Fakultas Sains dan Teknologi dari UT Kendari.
Dr Ir Deki Zulkarnain, S.Pt., M.Sc., IPM., dan Dr Muh Rusdin, S.Pt., M.Si., dari Fakultas Peternakan UHO serta Dr La Ode Jabuddin, S.P., M.Si., dari Fakultas Pertanian UHO.
Kolaborasi dua perguruan tinggi ini merupakan bentuk sinergi akademisi dalam memperkuat kapasitas peternak ayam kampung unggul melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif.
Sebanyak 20 peternak mitra mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 17 orang laki-laki dan 3 orang ibu rumah tangga yang tergabung dalam Alisa Farm Community.
Baca juga: Dosen UT Kendari dan UHO Latih UKM Ahbab Maju Buat VCO Berbasis Ragi Tempe & Ekstrak Bromelin Nanas
Komunitas ini merupakan kelompok peternak ayam kampung unggul yang menerapkan pola kemitraan inti-plasma.
Alisa Farm berperan sebagai kelompok inti yang memproduksi bibit parent stock dan final stock serta pakan ayam kampung unggul.
Sedangkan peternak plasma yang berasal dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari menjalankan usaha pembesaran parent stock maupun final stock dengan memanfaatkan bibit yang diproduksi oleh Alisa Farm.
Pelaksanaan bimbingan teknis menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif serta praktik lapang.
Sehingga peternak mitra tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga dapat langsung mengaplikasikan materi yang disampaikan.
Pendekatan tersebut dirancang agar peternak mampu mengadopsi teknologi sesuai kondisi usaha yang mereka jalankan.
Materi pertama mengenai penguatan sistem produksi pakan ayam kampung unggul disampaikan oleh Deki Zulkarnain.
Baca juga: UT Kendari Bersama SALUT Konawe Selatan Audiensi dengan Pemkab Konsel Bahas Beasiswa Pendidikan 2026
Peternak mitra diberikan pemahaman mengenai pentingnya efisiensi biaya pakan melalui pemanfaatan bahan baku lokal dan alternatif tanpa mengurangi kualitas nutrisi.
Materi berikutnya tentang penguatan sistem pembibitan ayam kampung unggul disampaikan oleh Muh Rusdin.
Rusdin menjelaskan prinsip-prinsip seleksi bibit, manajemen reproduksi, hingga pengelolaan pembibitan agar produktivitas ayam kampung unggul dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Anfas membawakan materi mengenai Manajemen Marketing Digital Ayam Kampung Unggul yang menekankan pentingnya transformasi pemasaran dari sistem konvensional menuju pemasaran berbasis digital.
Materi tersebut kemudian dilengkapi oleh La Ode Jabuddin melalui pembahasan mengenai kanal-kanal digital yang dapat dimanfaatkan peternak untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan komunikasi dengan konsumen, serta membangun citra usaha secara profesional.
Selain itu, peternak mitra juga memperoleh materi mengenai penguatan sistem kelembagaan kelompok peternak sebagai fondasi dalam membangun usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing yang disampaikan oleh Rina Astarika.
Sesi praktik lapang menjadi salah satu bagian yang paling diminati peternak mitra.
Baca juga: Sosok Aprilianty Sarhas Asal Muna Sulawesi Tenggara Jadi Wisudawan Terbaik UT Kendari
Tim PkM memperkenalkan berbagai bahan baku pakan alternatif yang tersedia di daerah sekitar.
Seperti pemanfaatan ikan-ikan murah dan limbah hasil perikanan sebagai sumber protein untuk pembuatan tepung ikan, serta limbah pengolahan sagu sebagai sumber energi pakan.
Melalui demonstrasi di unit pabrik pakan Alisa Farm, peternak mitra diajarkan cara menyusun formulasi pakan menggunakan bahan-bahan tersebut, sehingga biaya produksi dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas pakan.
Kegiatan praktik lapang juga dilanjutkan dengan kunjungan ke unit kandang pembibitan dan unit mesin tetas ayam kampung unggul milik Alisa Farm.
Pada kesempatan tersebut, peternak mitra memperoleh penjelasan mengenai sistem produksi bibit, manajemen indukan, proses penetasan, hingga pengelolaan DOC agar menghasilkan bibit berkualitas.
Sistem marketing ayam kampung unggul yang dipraktikkan adalah penggunaan WhatsApp Business dan media TikTok sebagai media promosi, pelayanan pelanggan, serta pemasaran produk ayam kampung unggul secara digital.
Ketua Tim PkM yang sekaligus selaku Direktur Universitas Terbuka Kendari, Anfas, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Baca juga: Melalui KBRI Tokyo dan KBRI London, UT LLN Gelar OSMB di Wilayah Jepang, Amerika, Eropa, dan Asia
"Kami ingin membangun sistem usaha peternakan ayam kampung unggul yang tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga efisien dari sisi biaya produksi dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pemasarannya," jelasnya melalui keterangan tertulis diterima TribunnewsSultra.com, Minggu (9/8/2026).
"Saat ini, tantangan peternak bukan hanya bagaimana memproduksi ayam kampung unggul, tetapi juga bagaimana memasarkannya secara lebih luas dan menguntungkan," katanya menambahkan.
Ia mengatakan kolaborasi antara Universitas Terbuka dan Universitas Halu Oleo menghadirkan keahlian yang saling melengkapi, mulai dari aspek produksi pakan, pembibitan, kelembagaan kelompok, hingga pemasaran digital.
"Kami melihat antusiasme peternak mitra sangat tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mengikuti praktik penyusunan formulasi pakan, mengunjungi unit pembibitan, hingga mencoba langsung penggunaan WhatsApp Business dan TikTok sebagai media pemasaran," jelasnya.
"Harapannya, setelah kegiatan ini, para peternak mampu menerapkan teknologi yang diajarkan secara mandiri sehingga produktivitas dan pendapatan mereka terus meningkat," ujarnya.
Ketua Alisa Farm Community, Nasrun Ulun, menyampaikan apresiasi atas bimbingan teknis dan pendampingan yang diberikan oleh tim PkM dari Universitas Terbuka dan Universitas Halu Oleo.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan peternak, terutama dalam menghadapi tingginya biaya pakan dan semakin ketatnya persaingan pemasaran di era digital ini.
Baca juga: UT Kendari Tawarkan Kuliah Online Bagi CASN, Pendaftaran Dibuka Sampai Awal Agustus 2025, Syaratnya
"Selama ini kami sudah menjalankan pola kemitraan inti-plasma, tetapi masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas pasar," jelasnya.
"Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, khususnya mengenai penguatan sistem produksi pakan dengan memanfaatkan bahan baku alternatif serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif," ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara Alisa Farm Community dengan kedua perguruan tinggi dapat terus berlanjut melalui program pendampingan yang lebih intensif.
Baik dalam pengembangan formulasi pakan, peningkatan kualitas bibit, maupun pemasaran digital.
Sehingga Alisa Farm Community dapat menjadi model pengembangan ayam kampung unggul berbasis kemitraan di Sulawesi Tenggara.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka Kendari dan Universitas Halu Oleo menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan usaha peternakan ayam kampung unggul.
Diharapkan, peningkatan kapasitas peternak melalui penguatan produksi, pembibitan, kelembagaan, dan pemasaran digital akan mampu mendorong tumbuhnya usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara. (*)
(TribunnewsSultra.com/Content Writer)