Kondisi Tak Terawat Wisata Gua Gunung Batu Balangan Kalsel, Tumpukan Sampah Berserakan
Edi Nugroho August 09, 2026 11:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kondisi tak terawat Wisata Gua Gunung Batu Balangan Kalsel, tumpukan sampah berserakan

Gua Gunung Batu di Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan menyimpan destinasi wisata alam yang masih memiliki daya tarik tersendiri.

Kendati pengelolaannya masih belum optimal, bahkan terbengkalai, masih ada pengunjung yang datang, khususnya wisatawan minat khusus atau para penikmat alam.

Selain menikmati keunikan struktur gua, pengunjung juga bisa melanjutkan pendakian menuju bagian atas gua untuk menyaksikan panorama pegunungan yang membentang di kawasan sekitarnya.

Baca juga: Kemarau Membuat Sumur Warga Kering, Polsek Cempaka Salurkan Air Bersih ke Dua Kelurahan

Baca juga: Menuju O2SN Nasional, Ini yang Diasah Atlet Banjarbaru

Pendakian menuju puncak gua terbilang tidak terlalu berat, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit dengan medan jalur bebatuan. 

Ada dua pilihan jalur yang bisa ditempuh wisatawan, yakni jalur yang melewati mulut gua langsung, maupun jalur alternatif di luar gua yang mengitari kawasan sekitarnya.

Di sisi lain, pada kaki gunung, yakni tepat di dinding luar gua juga ada tempat pemandian yang semakin memberi kesan lengkapnya wisata alam ini, mulai dari gunung, gua hingga sungai.

Dari pantauan Bpost, Minggu (9/8/2026), kondisi terbengkalai objek wisata ini turut terlihat dari minimnya fasilitas penunjang di lokasi. 

Gazebo yang tersedia sebagai tempat istirahat pengunjung kini terpantau dalam kondisi rusak dan tak terawat. Selain itu, tumpukan sampah juga terlihat berserakan di sekitar area parkiran gua, dan tidak adanya fasilitas toilet.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan, Sigit Kondang Wibowo, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat tengah memfokuskan pembinaan pada satu destinasi lain, yakni Meranting, mengingat Pokdarwis tersebut juga merupakan orang-orang yang mengurus wisata Gunung Batu.

Sigit menyebut, Gua Gunung Batu sebenarnya memiliki potensi wisata yang tinggi karena akses menuju lokasi cukup nyaman.

Tak hanya menyuguhkan keindahan alam, kawasan gua ungkap Sigit juga menyimpan nilai sejarah, lantaran terdapat peninggalan bersejarah yang disebut-sebut berasal dari zaman purba dan pernah diteliti oleh sejumlah arkeolog.

Menurut Sigit, apabila Gua Gunung Batu dikelola secara serius, dampaknya akan jauh lebih maksimal dibandingkan kondisi saat ini yang belum tergarap dengan baik. Fokus bantuan pemerintah daerah pun untuk sementara masih diarahkan ke Meranting terlebih dahulu.

Ia pun berharap ke depannya Gua Gunung Batu kembali dikelola secara maksimal dan menjadi bagian dari ikon wisata Kabupaten Balangan serta rangkaian persinggahan para pelancong wisata saat menuju Kecamatan Tebing Tinggi.

6 Tips agar Tidak Tersesat Saat Mendaki Gunung, Jangan Panik


Mendaki gunung atau bukit termasuk aktivitas yang seru nan menantang, terlebih untuk pemula.

Selain medan yang berat, faktor cuaca, fisik yang kurang siap, dan perbekalan yang kurang, hal lain yang bisa jadi masalah saat mendaki adalah ketika seorang pendaki tersesat atau terpisah dari rombongannya.

Kendati demikian, janganlah panik. Berikut beberapa tips supaya tidak tersesat saat pendakian, menurut anggota Badan Pendidikan dan Latihan Ekspedisi Atap Borneo dan Maloko Gopala 

1. Mendaki minimal tiga orang

Jika masih pemula dan belum punya pengalaman mendaki, ada baiknya membawa serta teman atau tergabung dalam suatu grup pendakian agar lebih aman. 

Adapun jumlah pendaki dianjurkan minimal tiga orang.

2. Rute yang ditempuh

Jika ingin mencoba mendaki gunung, pastikan memilih jalur yang sudah familiar, atau setidaknya gunung tersebut sudah banyak didaki orang lain.

Mendaki gunung yang sudah didaki banyak orang bisa mengurangi risiko tersesat di tengah perjalanan.

3. Perhatikan bawaan

Selain tenda, sleeping bag, senter, jas hujan, dan alat masak, barang-barang lain yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung adalah peta, kompas, dan GPS yang bisa mengunduh peta gunung secara offline (luring). 

Bawa juga benda tajam, seperti pisau atau golok, guna memberi tanda ke titik-titik yang sudah dilewati.

4. Lakukan koordinasi

Umumnya saat pendakian gunung, terdapat formasi tersendiri guna memperkecil kemungkinan seorang pendaki tersesat atau terpisah dari grup.

"Diurutkan sesuai kemampuan, misal kalau formasi tiga orang (paling minimal), orang pertama (leader) yang paling hafal medan perjalanan, orang di tengah yang paling awam atau paling pemula, orang terakhir (sweeper) yang memang kemampuan fisiknya paling kuat," jelas Bagas kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2024).

5. Jangan panik

Jika ternyata kamu tersesat dan terpisah dari grup pendaki, usahakan jangan panik dan tenangkan pikiran.

"Jangan panik dan jangan segera turun, balik ke jalur pendakian yang awal, misal tadi ke (titik) A tiba- tiba ke (titik) Z, cari arah menuju jalur A. Kalau sudah gelap jangan ke mana-mana, lebih baik tunggu saat sudah pagi. Bisa juga cari tempat tinggi kayak manjat pohon buat cari bantuan," jelas Bagas.

6. Cari informasi

Sebelum memulai pendakian, ada baiknya kamu mencari informasi terlebih dahulu mengenai gunung yang akan didaki.

Selain itu, cari informasi mengenai jalur, cuaca, dan medan menuju gunung tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.