TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Nama Tian Ngantung menjadi sorotan setelah kecelakaan maut terjadi dalam ajang Drag Race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut).
Tian Ngantung merupakan pembalap dari tim Pangeran 05 McJoe yang turun pada kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.
Dalam sebuah foto yang beredar, sosok Tian tampak mengenakan racing suit dominan merah-putih-hitam.
Rambut pendeknya ditata ke belakang, sementara wajahnya terlihat serius menatap kamera. Di tengah suasana persiapan balap, ia tampak mengenakan perlengkapan yang menjadi identitasnya di lintasan FFA.
FFA adalah kelas balap yang memperbolehkan peserta menggunakan berbagai jenis kendaraan atau spesifikasi yang lebih bebas, sesuai regulasi perlombaan
Namun mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan setelah melewati garis finis dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sisi arena.
Tragedi yang terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA tersebut menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan 8 ainnya mengalami luka berat serta 1 orang alami luka ringan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju normal mengikuti lintasan balap.
Tidak terlihat adanya kendala ketika mobil tersebut bergerak menuju garis finis.
Situasi berubah setelah mobil melewati garis finis.
Kendaraan kemudian memasuki area pengereman yang memiliki panjang sekitar 100 meter.
Di area tersebut, mobil mengalami crash.
Kendaraan kemudian bergerak ke sisi arena dan menghantam sejumlah penonton yang berdiri di pinggir lintasan.
Benturan keras membuat sejumlah penonton menjadi korban.
Warga dan petugas yang berada di lokasi langsung bergerak melakukan evakuasi.
Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pasca-kecelakaan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Mobil Honda Jazz yang digunakan Tian Ngantung juga telah diamankan.
Kendaraan tersebut kini berada di Mapolres Kotamobagu untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik mengatakan pihaknya bersama dinas terkait masih melakukan olah TKP.
"Kami bersama dinas terkait sedang melakukan olah TKP," ujar Abdul Kholik saat dihubungi Tribun Manado melalui WhatsApp.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi.
"Kami saat dalam proses mencari dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, mengamankan TKP dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian lainnya," katanya.
Penyebab pasti mobil keluar lintasan hingga menghantam penonton masih dalam proses penyelidikan.
Ketua panitia Drag Race, Lucky Sugeha, terlihat mendatangi para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Lucky menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab atas musibah yang terjadi dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, proses penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung.
Polisi akan mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, lintasan, area pengereman, serta aspek keselamatan dalam penyelenggaraan Drag Race.
Tragedi di Upai Kotamobagu ini pun menyisakan duka mendalam.
Ajang yang semula dipadati penonton untuk menyaksikan aksi para pembalap berubah menjadi tragedi setelah sebuah mobil keluar dari lintasan dan menghantam warga yang berada di sisi arena.
Hingga Minggu (9/8/2026) pukul 22.40 WITA, akibat insiden drag race di Kotamobagu dilaporkan 7 korban meninggal dan 9 orang terluka.
Korban luka tersebut masih dirawat di dua rumah sakit berbeda.
Berikut identitas para korban meninggal dan terluka yang diperoleh dari Polres Kotamobagu dan RS setempat:
1. Januni Pusung: perempuan, 35 tahun. Alamat, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolmong
2. Harianti Mokoginta: perempuan. Alamat: Bilalang 3, Kabupaten Bolmong
3. Lisma Mokoginta: perempuan, 38 tahun. Alamat: Bilalang III, Bolmong
4. Ali Ponamon: laki laki, 65 tahun. Alamat: Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: perempuan, 74 tahun. Alamat: Bilalang 3, Bolmong
6. Nilawati Mokodongan: perempuan. Alamat: Pontodon Induk, Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: perempuan. Alamat: Bilalang, Bolmong
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong:
1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)
2. Ali Jojang. Alamat: Bilalang 4, Bolmong (LB)
3. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
4. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)
5. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)
6. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)
7. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB) .
8. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu
1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB).
Tabrakan maut mobil drag race di Kelurahan Upai, Kotamobagu, Sulawesi Utara hingga kini sudah menelan 7 korban meninggal dunia, Minggu (09/08/2026)
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis.
Namun, pihak kepolisian Resor Kotamobagu tetap akan menjalankan serangkaian prosedur pemeriksaan terkait insiden ini.
Tim Polres Kotamobagu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi S.Tr.K., M.H, membenarkan bahwa insiden tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian.
“Saat ini barang bukti kendaraan sudah kita amankan di Polres Kotamobagu. Perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Pastinya kami akan memeriksa semuanya yang terlibat, maupun panitia,” ucapnya.
Kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk aspek keselamatan dan penyelenggaraan kegiatan.
Olah TKP dan pemeriksaan saksi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan guna mengungkap secara terang bagaimana kendaraan dapat keluar dari lintasan hingga menghantam penonton.
Perlu diketahui, insiden tabrakan mobil drag race menyebabkan puluhan korban. (apin/rizali/nielton)