Laporan : Lu'lu'ul Isnainiyah
SURYA.CO.ID, MALANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses serta mutu pendidikan nasional guna mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045 di Malang, Minggu (9/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan peserta pengajian dan civitas akademika saat menghadiri peletakan batu pertama fasilitas belajar baru.
Upaya menghadirkan layanan pendidikan berkualitas dinilai menjadi pondasi krusial agar generasi muda siap menghadapi tantangan global.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan SDM yang berdaya saing tinggi, berkarakter, serta berakhlak mulia secara berkelanjutan.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kepikat Museum Mega Science Center saat Sambangi Jatim Park Batu
Peningkatan mutu pembelajaran dipandang sebagai syarat mutlak dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan kompeten.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menegaskan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa perlu adanya peningkatan layanan pendidikan yang bermutu.
Dengan upaya ini, untuk menuju Generasi Indonesia Emas 2045 dapat segera terwujud.
Hal ini disampaikan oleh Mu'ti ketika memberi materi pengajian serta peletakan batu pertama gedung belajar di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Minggu (9/8/2026).
Ia menyampaikan, generasi Indonesia cerdas itu ada tiga hal:
"Nah, ke depan landasan untuk bagaimana mereka bisa memiliki semangat dan kesiapan untuk memasuki dunia yang semakin terbuka dengan berbagai macam ilmu keterampilan. Maka mereka dapat menjadi generasi Indonesia Emas 2045," katanya.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Muti Puji Model Pendidikan Holistik Pesantren Modern
Selain kesiapan peserta didik, dukungan sarana fisik serta kapasitas pengajar menjadi fondasi penting dalam proses belajar mengajar.
Kemudian ia menyampaikan, kunci utama untuk mewujudkan peniddikan bermutu adalah dengan memberikan layanan pendidikan dengan sarana dan prasarana yang memadai,
Dengan itu kegiatan pembelajaran bisa berlangsung dengan aman dan nyaman.
"Sesuai arahan Pak Presiden, pendidikan yang diberikan itu harus ASRI (aman, sehat, resih, dan indah). Dan SMK Muhammadiyah ini sudah mendukung dengan gedung mewah dan megah. Tetapi pemabngunan tetap ramah lingkungan," jelasnya.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah aspek infrastruktur pedagogis (pedagogical infrastructure) yang mencakup tentang peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Dalam hal ini, pemerintah mampu mendorong pendekatan pembelajaran yang dangkal menuju pembelajaran mendalam.
Pemerintah juga terus memperkuat sinergi ekosistem pembelajaran melalui pembentukan karakter siswa serta kepastian regulasi.
Ketiga adalah penguatan pendidikan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta penguatan ekosistem empat pusat pembelajaran yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Terakhir adalah infrastruktur legal. Ia menyampaikan aspek ini berkaitan dengan berbagai macam regulasi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
"Misalnya tentang tes kemampuan akademik, SPMB, kemudian berbagai regulasi yang semuanya merupakan satu kesatuan untuk mewujudkan penididkan bermutu," bebernya.