Daftar Menteri Prabowo dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei IPO
Briandena Silvania Sestiani August 10, 2026 06:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Penilaian masyarakat terhadap kinerja para menteri dalam Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian.

Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 menunjukkan sejumlah nama memperoleh penilaian positif dari publik.

Dalam survei tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas sebagai menteri dengan kinerja yang dinilai paling baik.

Di bawahnya terdapat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Survei IPO dilakukan terhadap 1.200 responden pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS), yakni metode survei yang memilih responden secara bertahap dengan mempertimbangkan pembagian kelompok atau strata tertentu agar sampel dapat menggambarkan populasi yang diteliti.

Baca juga: Prabowo Sebut Rapor 2 Tahun Pemerintahannya Oke, Gerindra Ungkap Alasan dan Indikator Kinerjanya

Hasil survei tersebut juga memperlihatkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah dan para menteri masih bersifat dinamis. Artinya, tingkat penilaian dapat berubah mengikuti perkembangan situasi, kebijakan, maupun tingkat popularitas masing-masing pejabat.

Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik

Berdasarkan hasil survei IPO, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi pertama dalam penilaian publik terhadap kinerja menteri.

Purbaya memperoleh penilaian positif tertinggi dibandingkan sejumlah menteri lainnya yang masuk dalam pengukuran tersebut.

Posisi kedua ditempati Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan tingkat penilaian positif sebesar 33,5 persen. Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di posisi ketiga dengan angka 32,0 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, penilaian publik terhadap menteri yang dianggap memiliki kinerja baik memiliki hubungan dengan tingkat popularitas mereka.

"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga," kata Dedi dalam konferensi pers di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Dengan hasil tersebut, Teddy tidak hanya berada di jajaran teratas dalam penilaian kinerja, tetapi juga termasuk figur menteri yang paling banyak dikenal oleh masyarakat.

Teddy Indra Wijaya Raih Penilaian Positif 33,5 Persen

Nama Teddy Indra Wijaya menjadi salah satu yang menonjol dalam hasil survei terbaru IPO.

Sekretaris Kabinet tersebut mendapatkan penilaian positif sebesar 33,5 persen, sehingga menempati urutan kedua dalam daftar menteri dengan kinerja terbaik.

Teddy berada tepat di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan di atas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Selain penilaian terhadap kinerja, survei IPO juga mengukur tingkat popularitas para menteri. Hasilnya, sebanyak 41 persen responden menyatakan mengenal atau mengetahui nama Teddy Indra Wijaya.

Tingkat popularitas tersebut membuat Teddy berada di posisi kedua setelah Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya tercatat memiliki tingkat popularitas 43,5 persen. Setelah itu terdapat Bahlil Lahadalia dengan 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan sebesar 26,1 persen.

Data tersebut menunjukkan posisi Teddy cukup menonjol dalam dua kategori sekaligus, yakni penilaian terhadap kinerja dan tingkat pengenalan publik.

Bahlil Lahadalia Masuk Tiga Besar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menempati peringkat ketiga dalam daftar menteri dengan kinerja terbaik berdasarkan survei IPO.

Bahlil memperoleh penilaian positif sebesar 32,0 persen.

Dengan angka tersebut, Bahlil berada di bawah Purbaya dan Teddy. Selain masuk tiga besar dalam penilaian kinerja, Bahlil juga tercatat sebagai salah satu menteri dengan tingkat popularitas yang cukup tinggi.

Dalam pengukuran popularitas, nama Bahlil diketahui oleh 32,8 persen responden.

Hasil ini menempatkan Bahlil di bawah Purbaya dengan 43,5 persen dan Teddy dengan 41 persen. Di bawah Bahlil terdapat Agus Harimurti Yudhoyono dengan 30,4 persen serta Zulkifli Hasan dengan 26,1 persen.

Amran hingga AHY Juga Masuk Daftar Atas

Selain tiga nama teratas, survei IPO juga mencatat beberapa menteri lain yang memperoleh penilaian positif cukup tinggi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berada di posisi berikutnya dengan tingkat penilaian positif sebesar 30,9 persen.

Setelah Amran, terdapat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan 26,5 persen. Sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh penilaian positif sebesar 25,3 persen.

Dengan demikian, jajaran teratas penilaian publik terhadap kinerja menteri dalam survei tersebut memperlihatkan persaingan yang cukup beragam.

Purbaya berada di urutan pertama, kemudian Teddy Indra Wijaya, Bahlil Lahadalia, Andi Amran Sulaiman, Zulkifli Hasan, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Survei Juga Mengukur Menteri dengan Kinerja Dinilai Kurang Baik

IPO tidak hanya mengukur persepsi masyarakat terhadap menteri yang dianggap memiliki kinerja baik. Lembaga survei tersebut juga menanyakan kepada responden mengenai menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik.

Dalam kategori tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berada di posisi pertama dengan angka 51,8 persen.

Kemudian Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memperoleh angka 48,5 persen.

Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat sebesar 4,5 persen dalam data yang disampaikan IPO.

Dedi Kurnia Syah menyampaikan hasil tersebut saat menjelaskan persepsi publik terhadap kinerja anggota kabinet.

"Yang pertama adalah Menteri HAM Natalius Pigai 51,8 persen, Menteri PU Dody Hanggodo 48,5 persen, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 4,5 persen," ujar Dedi.

Menurut Dedi, hasil tersebut tidak dapat dipandang sebagai penilaian yang bersifat tetap. Persepsi masyarakat dapat mengalami perubahan seiring dengan dinamika politik, kebijakan pemerintah, maupun perkembangan situasi sosial dan ekonomi.

"Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian," katanya.

Survei IPO Libatkan 1.200 Responden

Survei yang menjadi dasar penilaian tersebut dilaksanakan IPO pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam survei. Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling atau SMRS.

Metode tersebut merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara bertahap dengan membagi populasi ke dalam kelompok tertentu sebelum menentukan responden. Dengan pendekatan tersebut, peneliti berupaya memperoleh sampel yang dapat merepresentasikan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penelitian.

Survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,9 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.

Margin of error merupakan rentang potensi perbedaan antara hasil survei dengan kondisi sebenarnya pada populasi. Sementara tingkat akurasi atau tingkat kepercayaan 95 persen menunjukkan tingkat keyakinan statistik yang digunakan dalam membaca hasil survei.

Dari hasil tersebut, Teddy Indra Wijaya tercatat sebagai salah satu figur yang cukup menonjol karena memperoleh penilaian positif 33,5 persen sekaligus memiliki tingkat popularitas 41 persen.

Penilaian Publik terhadap Pemerintah Bersifat Dinamis

Hasil survei IPO juga memperlihatkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah tidak bersifat permanen.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hasil survei pada periode tertentu tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai gambaran permanen mengenai kinerja seorang pejabat.

Dalam konteks survei IPO kali ini, Purbaya Yudhi Sadewa, Teddy Indra Wijaya dan Bahlil Lahadalia berada dalam kelompok teratas berdasarkan penilaian responden.

Ketiganya juga memiliki tingkat popularitas yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah menteri lain yang diukur dalam survei.

Teddy, misalnya, mendapatkan penilaian positif 33,5 persen dan tingkat popularitas 41 persen. Angka popularitas tersebut hanya berada di bawah Purbaya yang mencapai 43,5 persen.

Hasil Survei April 2026 Jadi Pembanding

Sebelum survei IPO pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, hasil survei mengenai kinerja kabinet juga pernah dipublikasikan pada April 2026.

Saat itu, Cyrus Network melakukan survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kementerian dan lembaga.

Peneliti Utama Cyrus Network Syahril Ilhami menyampaikan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri dalam Kabinet Merah Putih mencapai 70 persen.

Dalam survei tersebut, terdapat dua kementerian atau lembaga yang disebut konsisten berada dalam lima besar, baik dalam kategori popularitas maupun kinerja.

Keduanya adalah Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet.

Survei Cyrus Network itu melibatkan 1.260 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka di 126 desa/kelurahan yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Pelaksanaan survei berlangsung pada 1 hingga 5 April 2026.

Jika dibandingkan dengan hasil survei terbaru IPO, Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet kembali menunjukkan posisi yang cukup kuat. Dalam survei IPO, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi teratas dalam penilaian kinerja, sedangkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di urutan kedua.

Posisi Menteri Prabowo dalam Persepsi Publik

Hasil survei terbaru IPO memberikan gambaran mengenai bagaimana masyarakat menilai kinerja sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.

Purbaya Yudhi Sadewa menjadi nama yang berada di urutan teratas dalam penilaian kinerja. Teddy Indra Wijaya mengikuti di posisi kedua dengan 33,5 persen, sementara Bahlil Lahadalia berada di urutan ketiga dengan 32,0 persen.

Di bawah mereka terdapat Andi Amran Sulaiman dengan 30,9 persen, Zulkifli Hasan dengan 26,5 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 25,3 persen.

Di sisi lain, IPO juga mencatat persepsi terhadap menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik. Natalius Pigai berada pada posisi pertama dengan 51,8 persen, disusul Dody Hanggodo 48,5 persen dan Raja Juli Antoni 4,5 persen berdasarkan angka yang disampaikan dalam hasil survei tersebut.

Penilaian tersebut sekaligus menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap masing-masing anggota kabinet.

Prabowo Sebelumnya Sebut Rapor Pemerintahannya "Oke"

Hasil survei mengenai kinerja para menteri tersebut muncul tidak lama setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahannya sendiri.

Prabowo sebelumnya pernah memberikan nilai 6 dari 10 pada awal masa kepemimpinannya. Namun, setelah hampir dua tahun menjalankan pemerintahan, Prabowo menyebut rapor pemerintahannya sudah berada dalam kondisi yang menurutnya baik.

Prabowo bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 20 Oktober 2024.

Dalam peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026), Prabowo menyampaikan penilaiannya mengenai perjalanan pemerintahannya.

"Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun boleh lah kita ya, rapor kita oke ya menurut saya ya," kata Prabowo.

Ia kemudian mengatakan pemerintah kini memiliki kepercayaan diri ketika menghadapi masyarakat karena menilai sejumlah hasil telah berhasil diwujudkan.

"Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata," lanjut Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Partai Gerindra melalui Juru Bicara Sugiat Santoso.

Menurut Sugiat, penilaian "oke" yang disampaikan Prabowo bukan sekadar klaim sepihak. Ia mengaitkannya dengan sejumlah indikator kinerja pemerintah serta hasil survei mengenai tingkat kepuasan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.