Hati-hati! Lewati Jembatan Gunung Huni Kota Tasikmalaya, Tembok Penahannya Terancam Ambruk
Dedy Herdiana August 10, 2026 08:35 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Warga Kampung Babakan Sirnarasa (Gunung Huni), Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, diselimuti rasa cemas.

Tembok penahan saluran irigasi yang menjadi fondasi penyangga jembatan lokal yang dikenal dengan sebutan Jembatan Gunung Huni, di kawasan tersebut mengalami rusak parah dan berisiko ambruk.

Kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung sejak tiga hingga empat bulan lalu. Kerusakan dilaporkan kian meluas dan terakselerasi pascaguncangan gempa bumi yang berpusat di Pangandaran beberapa hari lalu.

Penyangga Utama Ambrol

Kerusakan pada bagian vital jembatan membuat warga yang biasa melintas merasa was-was, terlebih jembatan ini berada di permukiman padat penduduk.

"Bagian penyangga utamanya sudah ambrol cukup parah. Kami sangat khawatir jembatan ini tiba-tiba rubuh saat melintas, apalagi jika sedang banyak warga yang lewat," ujar warga setempat, Asep Rizki (28), Minggu (9/8/2026).

JEBOL - Tembok penahan saluran irigasi yang berada di Kampung Babakan Sirnarasa, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya mengalami kerusakan parah dan berisiko ambruk, Minggu (9/8/2026). Bahkan warga minta dinas terkait segera memperbaiki.
JEBOL - Tembok penahan saluran irigasi yang berada di Kampung Babakan Sirnarasa, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya mengalami kerusakan parah dan berisiko ambruk, Minggu (9/8/2026). Bahkan warga minta dinas terkait segera memperbaiki. (TribunPriangan.com/istimewa)

Baca juga: Warga Gunung Huni Tasikmalaya Desak Perbaikan Tembok Penahan Jembatan yang Rusak

Asep menyayangkan belum adanya penanganan dari pihak pemerintah daerah setempat. Demi mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, warga berinisiatif memasang papan peringatan swadaya.

"Belum ada perhatian dari dinas terkait, makanya warga berinisiatif memasang papan untuk mengurangi volume kendaraan yang melintas," tambah Asep.

Akses Vital Pelajar dan Jalur Alternatif Kota

Kerentanan fondasi jembatan ini menjadi perhatian serius karena posisinya yang strategis bagi mobilitas harian warga Kota Tasikmalaya.

Jembatan Gunung Huni merupakan jalur utama lintas harian anak-anak sekolah menuju kawasan permukiman di belakang RSUD dr. Soekardjo. Selain itu, akses ini sering dimanfaatkan pengendara sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di pusat kota.

Warga berharap dinas terkait di Pemkot Tasikmalaya segera turun tangan memperbaiki fasilitas publik tersebut sebelum memakan korban jiwa.

"Harapan warga mah paling minta segera diperbaiki, karena akses ini menjadi perlintasan utama kampung lain juga," pungkas Asep. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.