''Ya Allah Ganteng Banget'', Warga Jadimulya Cirebon Temukan Bayi dalam Tas Biru di Pos Kamling
taufik ismail August 10, 2026 09:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dikira hanya sebuah tas biasa yang tergeletak di Pos Kamling, warga Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, justru dibuat kaget saat membuka resletingnya.

Tangisan bayi terdengar dari dalam tas berwarna biru tersebut.

Saat dibuka, warga mendapati seorang bayi laki-laki yang diperkirakan baru lahir sekitar tiga jam sebelumnya masih terbungkus kain dan berada di dalam tas.

Peristiwa mengagetkan itu terjadi di Pos Kamling Jalan Serbaguna RT 002 RW 002, tepat di depan Kantor Desa Jadimulya, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Momen saat warga menemukan bayi tersebut juga terekam dalam video amatir yang kemudian beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga berkumpul di sekitar sebuah tas bermotif karakter kartun berwarna biru muda.

Seorang perempuan mengenakan kerudung abu-abu terlihat perlahan membuka resleting tas yang diletakkan di atas bale-bale atau meja kayu.

Kain yang menutupi bagian dalam tas kemudian disingkap.

Warga sontak terkejut ketika melihat bayi mungil yang terbungkus kain batik atau jarik dalam kondisi tertidur.

"Ya Allah, ganteng banget..." ujar seorang perempuan dalam rekaman video tersebut, seperti dikutip Tribun, Minggu (9/8/2026). 

Warga lainnya terdengar beberapa kali mengungkapkan rasa kasihan setelah melihat kondisi bayi yang ditemukan seorang diri.

"Ya Allah... kasian amat," ucap perempuan tersebut.

Di dalam tas itu juga terlihat perlengkapan lain, termasuk sebuah botol yang diduga disiapkan untuk bayi.

Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin membenarkan adanya penemuan bayi laki-laki tersebut.

Menurutnya, informasi awal diterima melalui Layanan Polisi 110.

Petugas kemudian langsung mendatangi lokasi untuk memastikan keselamatan bayi.

"Begitu informasi diterima, personel langsung bergerak ke lokasi karena keselamatan bayi menjadi prioritas utama," kata Qomaruddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, bayi tersebut pertama kali diketahui keberadaannya oleh Sopiyah (60), warga Desa Jadimulya.

Saat itu, Sopiyah hendak berjualan serabi dan melihat sebuah kantong berwarna biru berada di sekitar lokasi.

Tak lama berselang, Suyati (40) mendengar suara tangisan bayi.

Karena penasaran, Suyati bersama warga kemudian memeriksa kantong tersebut.

Saat dibuka, warga menemukan bayi laki-laki dalam kondisi masih hidup.

Ahyadi (60) turut membantu membuka kantong tersebut, sedangkan Nengsih (55) kemudian mengangkat bayi, membersihkan tubuhnya, dan memakaikan pakaian.

Setelah itu, warga menghubungi Bidan Desa Jadimulya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi menyebut, bayi tersebut diperkirakan baru lahir sekitar tiga jam sebelum ditemukan.

Tali pusar bayi diketahui sudah terputus, sedangkan ari-ari tidak ditemukan di lokasi.

Setelah mendapat laporan, piket siaga Unit Reskrim Polsek Gunung Jati bersama Pawas, Bhabinkamtibmas, Pamapta Polres Cirebon Kota, personel Inafis dan Satreskrim langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Petugas kemudian mengamankan bayi, meminta keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan Bidan Desa Jadimulya.

Bayi selanjutnya dibawa ke RS Gunung Jati Cirebon untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi dalam kondisi sehat.

Bayi laki-laki tersebut memiliki panjang badan 49 sentimeter dengan berat 3,1 kilogram.

Untuk sementara, bayi masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan koordinasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.

Sementara polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas ibu maupun keluarga bayi tersebut.

"Kami juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui ibu dan keluarga bayi tersebut dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan," kata Qomaruddin.

Kepolisian juga mengapresiasi tindakan warga yang segera memberikan pertolongan setelah menemukan bayi tersebut.

Menurut polisi, kecepatan masyarakat memberikan informasi menjadi bagian penting agar bayi yang baru lahir segera mendapat penanganan medis.

"Kecepatan respons setelah informasi diterima menjadi hal penting karena bayi yang baru lahir membutuhkan penanganan segera," ujarnya.

Qomaruddin juga mengimbau masyarakat yang menemukan kondisi darurat serupa agar segera menghubungi polisi.

"Ketika masyarakat menemukan kondisi darurat seperti ini, segera hubungi Layanan Polisi 110 agar petugas dapat bergerak cepat," ucap dia.

Ia juga menyampaikan pesan kepada ibu atau keluarga bayi agar tidak takut mencari pertolongan dan menyampaikan kondisi sebenarnya kepada pihak yang tepat.

"Kami juga mengimbau kepada ibu atau keluarga bayi agar tidak takut mencari bantuan dan menyampaikan keadaan yang sebenarnya kepada pihak yang tepat, karena keselamatan bayi harus menjadi prioritas utama," jelas Qomaruddin.

Kini bayi tersebut masih mendapatkan perawatan medis. Di sisi lain, polisi terus menelusuri siapa ibu dan keluarga bayi yang ditemukan di dalam tas biru tersebut.

Baca juga: Viral Video Kericuhan Warga Pekalipan Saat Gagalkan Aksi Pencurian Sepeda Motor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.