TRIBUNTRENDS.COM - Popularitas Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kembali menjadi sorotan publik setelah hasil survei terbaru menunjukkan tingkat pengenalan yang cukup tinggi.
Dikutip dari Tribunnews, nama Teddy muncul sebagai salah satu figur di Kabinet Merah Putih yang mendapat persepsi positif terkait kinerjanya.
Temuan tersebut merujuk pada survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang memotret tingkat popularitas sekaligus persepsi publik terhadap kinerja sejumlah menteri dan pejabat kabinet.
Dalam kategori persepsi kinerja terbaik, Teddy menempati posisi kedua dengan perolehan angka 33,5 persen.
Capaian tersebut menempatkan Teddy hanya satu tingkat di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya tercatat memperoleh persepsi kinerja terbaik dengan angka yang lebih tinggi, yakni mencapai 42,8 persen.
Sementara dari sisi popularitas, Teddy juga menunjukkan posisi yang cukup kuat berdasarkan hasil survei tersebut.
Tingkat pengenalan publik terhadap sosok Seskab Teddy tercatat mencapai 41,0 persen.
Baca juga: Selamat Ginting Kritik Naik Pangkat Seskab Teddy, Rusak Aturan Militer, Desak Pensiun: UU Diterabas
Angka tersebut membuat Teddy kembali berada di urutan kedua dalam daftar popularitas tokoh yang disorot dalam survei.
Posisi teratas untuk tingkat popularitas ditempati Purbaya Yudhi Sadewa dengan capaian sebesar 43,5 persen.
Dengan demikian, selisih popularitas antara Teddy dan Purbaya tercatat relatif tipis, yakni 2,5 poin persentase.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa nama Teddy tidak hanya cukup dikenal masyarakat, tetapi juga memperoleh penilaian positif dalam aspek kinerja.
Kombinasi antara tingkat pengenalan publik dan persepsi kinerja tersebut membuat posisi Teddy cukup menonjol di antara figur dalam Kabinet Merah Putih.
Temuan IPO itu sekaligus memperlihatkan persaingan yang cukup ketat dalam tingkat popularitas maupun persepsi kinerja para pejabat kabinet.
Bagi Teddy, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa sosoknya semakin dikenal sekaligus mendapat perhatian publik berdasarkan hasil survei terbaru.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, tingkat popularitas berkaitan dengan bagaimana publik memberikan penilaian terhadap kinerja para menteri maupun pejabat kabinet.
Teddy konsisten berada di posisi kedua dalam dua indikator tersebut.
“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua,” kata Dedi dikutip dari Tribunnews, Senin (10/8/2026).
Dalam hal popularitas, Teddy mencatatkan angka 41,0 persen.
Posisi tersebut membuatnya berada di atas sejumlah nama besar di Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memperoleh 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 30,4 persen, serta Zulkifli Hasan dengan 26,1 persen.
Sementara untuk persepsi kinerja, Bahlil berada di posisi ketiga dengan 32,0 persen.
Adapun Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh 30,9 persen, Zulkifli Hasan 26,5 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 25,3 persen.
Hasil survei tersebut turut mendapat perhatian dari Pengamat Forum Geopolitika Nusantara Irsyad Mohammad.
Menurut Irsyad, survei dapat menjadi gambaran mengenai persepsi masyarakat selama proses penelitian dan metodologinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Ia melihat tingginya posisi Teddy tidak terlepas dari tingkat pengenalan publik terhadap sosok Seskab tersebut.
“Purbaya jadi menteri paling terbaik kinerjanya karena dia tampil dan cukup vokal di publik, walhasil publik pun tahu kinerjanya. Bahkan Seskab Teddy yang masuk nominasi menteri dengan kinerja terbaik di urutan nomor dua karena popularitasnya nyata di masyarakat,” ujar Irsyad.
Irsyad kemudian menjelaskan bahwa popularitas merupakan tahap awal yang penting dalam politik.
Ia menyebut terdapat tiga unsur yang kerap menjadi tahapan dalam membangun posisi seorang figur, yakni popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas.
“Jadi kita harus ingat dalam politik ada tiga unsur ‘tas’, yakni popularitas dulu, baru akseptabilitas, dan ketiga elektabilitas,” katanya.
Menurutnya, masyarakat harus terlebih dahulu mengenal seorang figur sebelum kemudian memberikan penerimaan maupun menentukan pilihan.
Baca juga: Seskab Teddy Pamer Prestasi di TNI setelah Dibandingkan dengan Dino Patti Djalal, Ini Pencapaiannya
Irsyad menilai figur kabinet yang memperoleh penilaian positif setidaknya memiliki kombinasi antara tingkat pengenalan publik dan kemampuan menjalankan tugas.
Dalam konteks Teddy, popularitas yang cukup tinggi berjalan beriringan dengan persepsi positif terhadap kinerjanya.
“Dalam hal ini saya lihat menteri-menteri yang dianggap kinerjanya baik oleh publik saya kira sudah memenuhi unsur tersebut, terutama popularitas dan kapabilitas,” ujar Irsyad.
Data IPO mencatat tingkat pengenalan terhadap Teddy mencapai 41,0 persen.
Angka tersebut menempatkan Teddy hanya di bawah Purbaya dari sisi popularitas.
Di sisi lain, posisi Teddy dalam persepsi kinerja juga menunjukkan hasil yang relatif kuat dengan 33,5 persen.
Survei Indonesia Political Opinion tersebut dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam penelitian menggunakan teknik stratified multistage random sampling (SMRS).
IPO mencatat margin of error survei sebesar 2,90 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.
Hasil tersebut menunjukkan nama Teddy tidak hanya cukup dikenal publik, tetapi juga masuk dalam jajaran teratas pejabat Kabinet Merah Putih yang dinilai memiliki kinerja baik.
(TribunTrends/TribunJakarta)