TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presenter sekaligus YouTuber Denny Sumargo mengaku masih menghadapi kritik dari warganet setelah berbincang dengan Sarwendah dalam podcastnya.
Sejumlah netizen menilai Densu lebih berpihak kepada Sarwendah dibandingkan Ruben Onsu.
Bahkan, pembahasan dalam podcast tersebut dianggap sebagian warganet tidak berjalan secara berimbang.
Menanggapi tudingan tersebut, Denny Sumargo menegaskan dirinya tidak pernah memihak salah satu pihak dalam konflik tersebut.
Ia memahami jika publik memiliki sudut pandang berbeda terhadap podcast yang dibuatnya.
"Iya, gua melihat banyak yang perspektifkan macam-macam. Ya gua gua bisa mengerti lah. Menurut gua itu timingnya mungkin kurang tepat," kata Denny Sumargo ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).
Densu kembali menegaskan bahwa kontroversi yang muncul bukan disebabkan keberpihakannya kepada Sarwendah.
"Tapi sebenarnya bukan karena sana. Bukan karena gua ngebelain salah satunya," tambahnya.
Pria berusia 44 tahun itu justru merasa prihatin melihat konflik pribadi dua orang dapat berkembang menjadi pembahasan luas di tengah masyarakat.
Baca juga: Isu Rumah Ruben Onsu Dilelang, Kuasa Hukum Ungkap Mekanisme, Pertanyakan Surat Peringatan: Keliru
"Gua lebih melihat dari lucunya itu adalah kok bisa ya masyarakat itu begitu sangat apa ya kalau istilahnya ya, membahas hal-hal sampai sebegitunya. Apa ya, jadi ke mana-mana gitu loh. Padahal itu kan masalah orang ya," ucapnya.
Menurut Densu, polemik tersebut menunjukkan betapa mudahnya persoalan kehidupan pribadi seseorang berubah menjadi konsumsi publik.
"Ya kalau misalnya gua ngelihatnya jadi kayak kok lucu banget ya, masalah di kehidupan orang tuh bisa jadi konsumsi sampai sebegitunya gitu loh di Indonesia ini. Lebih ke sana sih," sambungnya.
Meski menuai banyak kritik, Denny mengaku sudah memperhitungkan risiko sejak awal ketika memutuskan menghadirkan kedua pihak dalam podcast.
Ia menyadari setiap pernyataan yang disampaikan di ruang publik berpotensi memunculkan respons berbeda dari penonton.
"Gak apa-apa, itu konsekuensi. Gua bisa mengerti kalau memang itu pasti akan terjadi. Dan dari awal sebelum gua mempodcast dua belah pihak pun gua tahu itu pasti akan terjadi," jelasnya.
Densu menegaskan dirinya akan tetap menjalankan peran sebagai pembawa acara dan tidak ingin terseret menjadi bagian dari konflik yang tengah berlangsung.
"Tapi kan gua harus tetap berjalan sebagaimana gua sebagai media aja. Gua tahu apapun yang gua katakan pasti ada yang gak suka, ada yang suka, dan itu konsekuensi yang harus gua terima," tambahnya.
Denny Sumargo memastikan alasan dirinya memberikan ruang kepada Sarwendah dan Ruben Onsu membahas konfliknya, bertujuan untuk memberikan solusi.
"Kalau masalah siapa yang menang siapa yang kalah, itu kan kembali kepada jalannya masing-masing. Tapi kalau gua pribadi, gua berharap kedua belah pihak bisa menemukan kebaikan dalam masalah ini," ujar Denny Sumargo.
Ia mengaku berusaha menghadirkan kedua belah pihak agar masyarakat dapat melihat persoalan tersebut dari perspektif yang lebih berimbang.
Densu mengaku bersimpati kepada Ruben Onsu dan Sarwendah.
"Karena bagaimanapun dua-duanya orang tua. Dan gua tidak mungkin tidak bersimpati kepada dua belah pihak, karena mereka punya anak," sambungnya.
Baca juga: Ruben Onsu Ungkap Komunikasi dengan Anaknya di Tengah Gugatan Hak Asuh dengan Sarwendah: Masih Chat
Meski memberikan ruang yang sama, Denny Sumargo harus menemui fakta jika Ruben Onsu yang tidak hadir secara langsung dalam podcast miliknya ketika membahas polemik dengan Sarwendah.
Diketahui, Ruben memilih diwakili kuasa hukumnya, Minola Sebayang untuk memberikan penjelasan.
Sementara di podcast lain yakni milik Deddy Corbuzier, Ruben diketahui hadir secara langsung untuk menyampaikan keterangannya.
Perbedaan sikap tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Densu pun menjawab pertanyaan netizen soal apakah dirinya merasa kecewa akan hal itu.
Densu menegaskan tidak merasa kecewa. Baginya, undangan podcast bukan sesuatu yang wajib dipenuhi oleh orang yang diundang.
"Nggak ko (kecewa)," ucap Denny Sumargo di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).
"Karena itu kan undangan bukan sebuah keharusan orang datang," kata Densu.
Menurut Densu, setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing ketika memutuskan menerima atau menolak sebuah undangan.
Ia pun tidak ingin mempersoalkan keputusan Ruben yang memilih tidak hadir langsung dalam podcast-nya.
"Kalau orang tidak bersedia atau dia merasa belum saatnya, aku sudah nggak membuka wacana lagi di situ," ujarnya.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews)