TRIBUNJAMBI.COM – Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) kembali mengobarkan eskalasi militer di semenanjung Arab.
Kelompok bersenjata yang berbasis di Sanaa tersebut mengumumkan rangkaian gelombang serangan udara berskala besar yang menghantam posisi-posisi vital pasukan militer dukungan Arab Saudi di wilayah Marib dan sekitarnya menggunakan kombinasi rudal balistik dan armada drone tempur.
Juru bicara resmi YAF, Brigadir Jenderal Yahya Saree, membeberkan bahwa gelombang gempuran terbaru difokuskan untuk menghancurkan konsentrasi pasukan dan basis logistik Saudi di Kamp Militer Sahn al-Jinn.
Saree mengklaim bahwa pergerakan armada militer musuh telah dipantau secara presisi sebelum eksekusi serangan dilancarkan.
"Konsentrasi ini dipukul, bersama dengan gudang, kendaraan, dan peralatan militer mereka," tegas Brigadir Jenderal Yahya Saree sebagaimana dikutip dari Al Mayadeen pada Senin (10/8/2026).
Kendati YAF mengeklaim gempuran tersebut berlangsung tepat sasaran, rincian mengenai tingkat kerusakan fisik serta jumlah korban tewas dari pihak Saudi dalam insiden di Sahn al-Jinn belum dapat diverifikasi secara independen.
Di tengah eskalasi yang kian memanas, YAF mengeluarkan ultimatum keras terhadap setiap upaya mobilisasi militer Saudi yang bertujuan mempertahankan blokade ekonomi terhadap Yaman.
Saree menegaskan kembali doktrin perang kelompoknya yang mengusung prinsip "eskalasi untuk eskalasi" serta "pengepungan untuk pengepungan".
Baca juga: Senggol Tanker UEA, Iran Patok Syarat Ganti Rugi Perang ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka
Baca juga: Jambi Masuk 10 Besar Kota dengan Udara Buruk Pagi Ini, Karhutla di Lahan Gambut Sei Gelam
"Agresi semacam itu akan disambut dengan tanggapan segera dan kuat," peringat YAF, seraya mengimbau warga lokal Yaman yang berada di barisan pasukan dukungan Saudi untuk segera angkat kaki dari kamp militer agar tidak dijadikan "umpan meriam" demi kepentingan asing.
Di samping aksi gempuran militer, YAF melayangkan apresiasi politik kepada faksi-faksi suku lokal di Provinsi Marib yang dinilai konsisten menolak kehadiran otoritas asing.
"Kami dengan bangga memberi hormat kepada suku-suku Marib yang bangga dan orang-orang bebas yang terhormat karena berdiri di samping orang-orang mereka melawan pendudukan dan perwalian," ujar YAF, seraya menautkan dukungan moral tersebut dengan tuntutan pembukaan blokade atas wilayah yang dikuasai pemerintahan Sanaa.
Pengumuman ini menyusul pembongkaran operasi skala besar yang dilancarkan YAF sehari sebelumnya.
Operasi tempur udara yang menyasar kawasan al-Ruwaik, al-Abr, al-Thaniyah, serta pangkalan Brigade Darurat Pertama dan Ketiga tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 58 prajurit.
Seorang sumber militer senior membocorkan kepada Al Mayadeen bahwa pengerahan rudal balistik dan drone massal ini berhasil memukul mundur serdadu musuh sekaligus menggagalkan rencana penyerangan darat komprehensif yang telah dirancang koalisi Saudi selama berbulan-bulan.
YAF bersumpah akan terus memegang teguh komitmen "blokade untuk blokade" sampai seluruh hak kedaulatan rakyat Yaman dipenuhi secara utuh.
Baca juga: Gugat Praperadilan, SETARA Sebut Eks Jampidsus Febrie Gagal Kelabui Publik
Baca juga: Fakta Tinggi Badan Paskibraka Nasional 2026 dari Jambi, Bincang Bareng Fachri dan Rizkia
Baca juga: Bocah 5 Tahun di Tanjabtim Jambi Nyaris Jadi Korban Penculikan, Modusnya Diajak Beli Jajan