TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut Kunci Jawaban dalam soal Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 7 Kegiatan 2 Kurikulum Merdeka Revisi tentang Teks Ketahanan Pangan Lokal
Kegiatan 1
Ayo, kita membaca teks argumentasi di bawah ini!
Ketahanan Pangan Lokal
Tajuk Rencana Kompas, 17 Desember 2019
Ketahanan pangan Indonesia terbukti berkelanjutan secara sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan jika dibangun dengan basis sumber daya lokal.
Keyakinan tersebut sudah mengemuka sejak tahun 1980-an, bahkan ketika ketahanan pangan nasional akhirnya bergantung hanya pada beberapa komoditas, utamanya beras sebagai sumber karbohidrat.
Ketergantungan pada beras sebagai sumber utama energi berlanjut hingga kini di tengah bukti-bukti akademis bahwa Indonesia mempunyai banyak sumber pangan lain yang dapat menggantikan beras.
Salah satu sumber pangan tersebut adalah sagu. Potensi sagu yang dimiliki oleh Indonesia sangat luar biasa karena Indonesia memiliki hutan sagu terluas di dunia.
Hampir semua tanaman sagu kita tumbuh di Papua dan Papua Barat. Meskipun merupakan potensi pangan yang besar, perhatian pada sagu masih minim.
Salah satu indikasinya adalah data luas hutan sagu, angkanya berkisar 1,4 juta hektar hingga 5,5 juta hektar.
Kegiatan 2
Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 siswa untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan di bawah ini.
1. Pada teks di atas terdapat beberapa kosakata yang perlu dipahami artinya. Temukan arti kosakata berikut ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kemudian gunakan kosakata tersebut untuk menyusun kalimat baru yang berbeda dengan yang ada di dalam teks. Kalian bisa menggunakan tautan kbbi.kemdikbud.go.id untuk menemukan arti kata-kata berikut.
a. Basis
b. Komoditas
c. Replikasi
d. Rasional
e. Adaptasi
f. Inisiatif
g. Hayati
Jawaban:
a. Basis: dasar
Kalimat: Sekolah itu menjadi basis kegiatan para siswa dalam mengembangkan kreativitas.
b. Komoditas: barang dagangan utama
Kalimat: Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia.
c. Replikasi: penduplikasian
Kalimat: Keberhasilan program tersebut dapat direplikasi oleh sekolah lain.
d. Rasional: menurut pikiran dan pertimbangan yang logis
Kalimat: Sikap rasional diperlukan ketika menghadapi suatu masalah.
e. Adaptasi: penyesuaian diri
Kalimat: Hewan melakukan adaptasi agar dapat bertahan hidup di lingkungannya.
f. Inisiatif: prakarsa
Kalimat: Rina memiliki inisiatif untuk mengadakan kegiatan kebersihan kelas.
g. Hayati: mengenai hidup atau berhubungan dengan hidup
Kalimat: Hutan Indonesia menyimpan kekayaan hayati yang sangat beragam.
2. Salah satu produk pangan lokal yang ada di wilayah Indonesia Timur adalah sagu. Mengapa sagu merupakan produk pangan yang sangat menjanjikan untuk masa depan?
Jawaban:
Sagu sangat menjanjikan untuk masa depan karena Indonesia memiliki hutan sagu terluas di dunia, terutama di Papua dan Papua Barat. Selain menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras, sagu juga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan dikembangkan dengan teknologi pengolahan yang meningkatkan produksinya.
3. Upaya apa saja yang dilakukan untuk mempromosikan jenis produk pangan sagu agar dapat diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat?
Jawaban:
Upaya yang dilakukan antara lain membangun kelompok kampung penghasil sagu serta memperkenalkan teknologi pemanenan dan pengolahan sagu menjadi tepung. Teknologi tersebut membantu meningkatkan produksi sagu sekaligus pendapatan masyarakat.
4. Mengapa sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan? Jelaskan buktinya!
Jawaban:
Sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan karena diproduksi di daerah setempat sehingga dapat mengurangi jejak karbon. Buktinya, dalam teks disebutkan bahwa pemanfaatan pangan lokal membantu mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan proses distribusi dari daerah yang jauh.
5. Sagu merupakan sumber pangan lokal di kawasan Indonesia Timur seperti di Papua dan Kepulauan Maluku. Apakah daerah kalian memiliki sumber pangan lokal? Jelaskan potensi sumber pangan lokal yang berasal dari daerah kalian setidaknya dalam delapan kalimat.
Jawaban:
Di daerah saya terdapat berbagai sumber pangan lokal yang beragam. Salah satunya adalah singkong yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Singkong dapat diolah menjadi peuyeum dan keripik. Selain itu, terdapat talas yang juga dapat diolah menjadi berbagai makanan. Pangan tersebut mudah ditemukan dan memiliki nilai ekonomi. Pengolahan yang kreatif dapat meningkatkan nilai jualnya. Pemasaran melalui media sosial dapat membuatnya lebih dikenal. Pangan lokal tersebut dapat membantu ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
(Tribunpekanbaru.com)