Fakta Tinggi Badan Paskibraka Nasional 2026 dari Jambi, Bincang Bareng Fachri dan Rizkia
asto s August 10, 2026 01:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Achmad Fachri Mubarok, siswa SMKN 1 Kota Jambi, dan Rizkia Putri, siswi SMAN 3 Kota Jambi, terpilih mewakil Provinsi Jambi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Nasional 2026 yang akan bertugas di Istana Negara.

Keberhasilan keduanya melenggang ke tingkat nasional bukanlah hal instan. Sejak menginjak bangku sekolah dasar dan menengah, baik Fachri maupun Rizkia telah menanamkan kecintaan pada dunia Paskibra hingga konsisten mengasah kemampuan teknik baris-berbaris serta kedisiplinan fisik.

Perjalanan seleksi Paskibraka 2026 yang mereka lalui penuh dengan tantangan ketat. Dari tahap penjaringan tingkat kota hingga provinsi, mereka harus bersaing dengan puluhan pelajar terbaik lainnya melalui serangkaian ujian fisik, tes kesamaptaan, hingga uji wawasan kebangsaan dan psikotes berbasis sistem transparan.

Kedua pelajar berprestasi asal Jambi ini terbukti unggul dalam ketangkasan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta ketahanan mental. Ketekunan berlatih setiap hari serta fokus menjaga stamina menjadi kunci utama Fachri dan Rizkia mampu melewati setiap tahapan evaluasi ketat dari para pelatih.

Kini, mereka sudah karantina ke Jakarta sejak pertengahan Juli. Bagaimana perjalanan Fachri dan Rizkia menjadi Paskibraka? Berikut petikan wawancara bersama Host Tribun Jambi, M Ferry Fadly, di program Mojok:

Mau tanya ke Fahri dulu nih. Fahri kan sudah terpilih ya, pengumumannya sudah ya kalian berdua ya. Sudah fix berangkat nih ya. Nah, Paskibraka ini memang incaran Fahri dari masuk sekolah atau FOMO saja kemarin-kemarin?

Fachri: Kalau Paskibraka itu sudah dari kecil, Bang.

Sudah dari kecil? Orang tua anggota TNI atau keluarga Ibu kan? Bukan?

Fachri: Bukan.

Oh, bukan. Melihat pertama kali Paskibraka di mana?

Fachri: Di TV tuh.

Langsung kayak tertarik, wah gagah abang-abang. Di mana sih tertariknya Fahri melihat Paskibraka itu? TeGapnya kah atau gimana?

Fachri: Dari gagahnya, dari wibawanya itu terasa banget, Bang, kalau dilihat.

Berarti dari usia berapa tuh tahu Paskibraka itu?

Fachri: Kira-kira SD, Bang. Kelas-kelas 3, kelas 4 itu sudah mulai tertariknya.

Sudah mulai mengikuti gerakan-gerakannya nggak pas SD itu?

Fachri: Iya, mengikuti dari rumah.

Kalau Rizkia sendiri, tahu Paskibraka usia berapa?

Rizkia: Itu waktu SMP.

Oh, SMP?

Rizkia: Iya, pas masuk ekskul Paskibra.

Langsung masuk ekskul Paskibra?

Rizkia: Iya, masuk.

Tahunya Paskibra dari mana?

Rizkia: Di TV juga.

Rizkia sudah pernah jadi Paskibraka berarti? Kalau Paskibraka itu benar-benar mengibarkan bendera pusaka. Kalau Paskibra ekskul saja.

Rizkia: Oh, ekskul saja.

Kalau tingkat sekolah sudah sering berarti ya? Kan tingkat sekolah setiap hari Senin misalnya ada upacara kan ya, itu sudah sering berarti. Sudah pernah ikut Paskibra juga?

Rizkia: Iya, kalau di tingkat sekolah sudah pernah mengibar-ngibar.

Di SMP?

Rizkia: Iya, kalau di SMP sudah pernah.

Jadi komandan gitu pernah?

Rizkia: Pernah, itu di SMP.

SMP ya? Tinggi kamu berapa sih?

Fachri: Untuk sekarang 178 cm.

Kalau Rizkia?

Rizkia: 167 cm.

167 cm. Wow, tinggi-tinggi ya kalian ya. Nah, ceritakan dong kalian kan sudah pernah nih SMP. SMP sudah pernah jadi Paskibra ya. Terus ketika SMA, padahal jangkauannya sudah lebih tinggi, kalian memang fokus mencari untuk ke nasional atau gimana?

Fachri: Untuk awal tes sebenarnya awalnya cuma sampai kota ya, Bang. Tapi terus positive thinking.

Itu sudah SMA ya?

Fachri: Positive thinking, terus coba, ternyata kebablasan sampai nasional.

Kebablasannya positif ya? Luar biasa. Kan Rizkia juga gitu?

Rizkia: Iya, juga gitu. Awalnya nyobanya di kota doang kan. Terus ternyata lulus lagi ke provinsi. Alhamdulillah lulus lagi ke nasional.

Nah, sekolah bagaimana?

Rizkia: Sekolah paling sudah didispensasi. Sudah minta izin sama kepala sekolah buat dikasih dispensasi.

Berarti dari tanggal 15 sampai dengan 17 Agustus kalian di Jakarta berarti? Itu karantina berarti?

Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia: Iya, karantina. Asrama gitu.

Sudah tahu tidak kisi-kisinya bakal ngapain di sana nanti?

Fachri: Wah, katanya bakal digembleng. Pokoknya latihan fisik atau apa. Iya, pagi, siang, malam.

Sudah siap belum, Rizkia? Siap panas-panasan? Skincare-nya bagaimana nanti? Yayangnya Rizkia sudah mengizinkan belum? Yang bagaimana? Yayangnya sudah mengizinkan belum? Kan pasti long distance kan nanti. Oh, belum ada ya? Atau cinlok nanti berdua? Nah, setelah kalian tahu lolos ke nasional, perasaannya si Fahri bagaimana?

Fachri: Wah, campur aduk.

Nangis tidak, guling-guling tidak di sekolah? Loncat-loncat? Gimana-gimana?

Fachri: Pertama mendengar nama tuh langsung terharu, sedih, senang, bangga, semua bercampur.

Kalau Rizkia sekolahnya dari SMAN 3, yang ikut namanya seleksi berapa orang? Ramai kah?

Rizkia: Itu ramai.

Ramai berapa?

Rizkia: Kira-kira lebih dari 20 orang.

Dan terjaring cuma berapa?

Rizkia: Kemarin kan 16, terus tuh ada pemangkasan lagi gara-gara umur. Kalau Paskib kan dia 16 tahun. Pas 17-an kita tuh umurnya harus sudah 16 tahun.

Tidak boleh lebih?

Rizkia: Lebih boleh, cuma umurnya tidak boleh (kurang). Jadi rata-rata di sekolahnya Rizkia gugurnya gara-gara usia.

Berarti dari SMAN 3 berapa orang yang berangkat? Atau cuma Rizkia sendiri?

Rizkia: Kalau pusat cuma Rizkia.

Cuma kalian berdua ini? Luar biasa. Nah, orang tua sendiri bagaimana Fahri? Apa yang... banggakah atau gimana?

Fachri: Bangga.

Atau "Saya sudah menjamin kamu bakalan Paskib", gimana? Enggak ya? Enggak expect. Nah, kalau Rizkia izin ke orang tuanya susah kah? Atau orang tua ya sudah nak berangkat nanti Mama Papa ikut gitu? Ini waktu ke pusat?

Rizkia: Iya, berangkat besok ini... Eh, tidak apa-apa, dibolehin, sudah diizinin. Paling nanti kalau misalkan sudah mengibar tuh pasti datang orang tua.

Ke Jakarta? Serius datang? Kalau Fahri, orang tua menjanjikan datang tidak ke sana nanti?

Fachri: Katanya kalau ada waktu sih. Karena kalau dari undangan itu biasanya katanya sudah dapat dari sana.

Oh gitu. Apa sih yang membuat kalian ini bisa lulus kira-kira? Kelebihan apa sih yang kalian punya kok bisa sampai dilirik sampai berangkat ke nasional nanti? Apa dari Fahri?

Fachri: Kurang tahu memang.

Kurang tahu juga ya? Ya kalian kan harus bisa membanggakan diri kalian dong. Atau gerakan aku memang sudah rata-rata air atau seperti apa?

Fachri: Nilai di sana kan transparan, Bang.

Transparan?

Fachri: Iya, transparan banget.

Nilai tertinggi kalian apa?

Fachri: Di PBB kalau tidak salah.

PBB itu Peraturan Baris-Berbaris. Rizkia juga menangnya di PBB juga?

Rizkia: Di psikotes, Bang, kemarin tesnya.

Psikotes? Ngapain sih psikotes sebagai seorang Paskib tuh? Apa saja sih pertanyaannya?

Rizkia: Dia tuh banyak, Bang, pertanyaannya. Misalnya ada soal cerita. Jadi soal cerita tuh berurutan tuh lima soal. Jadi satu soal tuh kita cuma dikasih waktu 20 detik dong.

Soalnya berapa?

Rizkia: Soalnya banyak. Satu soal tuh bisa 70... 71 soal cuma 5 detik? Enggak, bukan semuanya. Maksudnya satu soal tuh harus diselesaikan 20 detik. 20 detik harus bisa diselesaikan selama 20 detik. Kalau misalkan kita lebih, soalnya hilang.

Oh, online ya soalnya?

Rizkia: Iya, laptop. Laptop. Dari laptop.

Terus kakak-kakak pembina kalian di Jambi bagaimana dengan keberangkatan kalian ini?

Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia: Bangga. Memberi apresiasi.

Biasanya kakak pembina itu senior di sekolah ya? Senior di sekolah, kota, provinsi. Ada sharing tidak sih sama senior di sekolah? Mungkin yang terdahulu juga pernah berangkat kan sharing-sharing ke kalian. Pesan mereka apa sih?

Fachri: Pesan mereka cuma ya di sana ikuti kata-kata pelatih yang di sana. Jangan ngebantah. Pokoknya ikuti peraturan apa yang ada di sana harus kita ikuti.

Oh gitu, sudah siap tuh ya berarti ya. Ikuti peraturan di sana. Keren loh berangkat. Nah, teman-teman sendiri ini melihat kalian berangkat, teman sekolah selain terutama... Apakah terpacu juga mereka atau persaingannya lebih "Ah, sudah lah mereka Paskib berangkat tidak usah ditemani" atau bagaimana persaingan di sekolahnya? Teman-teman lah ya, teman-teman.

Fachri: Kalau untuk teman-teman biasanya ya masih kayak biasa lah main. Masih latihan kayak biasa. Tapi kalau untuk mungkin bangga-bangga mereka. Tapi...

Kata siapa mereka bangga? Iri kali mereka. Oh enggak ya, mereka yang namanya teman pasti kita support-support temannya. Nah, sekarang kan kalian insya Allah nih 15 Juli ya berangkat. Persiapan khusus kalian sendiri seperti apa? Apakah setiap bangun tidur langsung hup hup hup hup hup atau bagaimana persiapannya?

Fachri: Enggak. Mungkin kadang ya kalau sore-sore itu kadang mungkin dibawa jogging, bawa olahraga.

Fisik ya, lebih ke fisik. Kalau Fahri lebih ke fisik. Kalau Rizkia lebih ke mana?

Rizkia: Sama saja, Bang.

Berdua juga perginya? Kalian dulunya sudah kenalkah atau baru kenal di sini? Kenal waktu baru di kota ya? Di provinsi? Baru-baru ini berarti kenalnya. Tapi kalian cocok kayaknya, mirip-mirip juga.

Nah, di sana sudah kebayang tidak sih bakalan ngapainnya di sana nanti? Tapi kan untuk posisi ya... Kalau Paskibraka ada posisi ya, sekian-sekian. Itu belum ditentukan?

Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia: Belum.

Harapan Rizkia? Pembawa baki ya? Harapannya ke sana? Kalau Fahri harapannya apa?

Fachri: Kami pembentang.

Oh, yang curat gitu ya? Tapi kan kalau misalkan untuk yang ke sana-sana itu kan lebih khusus lagi tidak sih latihannya? Dan kalian sudah tahu latihannya apa? Apa yang harus didalami kalau misalkan kalian ingin... Kalau Rizkia kan pengen pembawa baki ya, kalau Fahri kan tadi pembentang. Apa latihan khusus apa yang kalian lebih tingkatkan dari sekarang?

Fachri: Kalau untuk latihan itu Bang, cara memegang bendera. Harus terbiasa pokoknya sama bendera, harus berteman sama bendera.

Harus berteman ya? Jangan terbalik, itu bahaya. Kalau Rizkia?

Rizkia: Kalau kami itu kayak nampannya itu kan tidak boleh jatuh tuh, Bang.

Iya lah, lucu lah kalau jatuh, bahaya itu.

Rizkia: Itu latihannya pakai konblok gitu, Bang. Jadi lebih main kekuatan tangan.

Kebih kekuatan tangan. Kenapa tidak bawa nampan sama gelas-gelas gitu? Kan bisa juga tidak sih? Naik-naik tangga gitu juga ya latihannya? Itu yang lebih ditingkatkan sekarang ya? Keren banget.

Tribunners, nih contoh yang luar biasa ya. Mereka berdua ini bakalan berangkat di tanggal 15, dan insya Allah mereka bakalan menjadi bagian dari Paskibraka untuk mengibarkan bendera Indonesia di 17 Agustus nanti. Keren banget.

Ada pesan tidak sih dari senior-senior kalian? Maksudnya kan kalian sekarang ini kan sering dilatih oleh senior nih. Nah, senior pun tahu nih kekurangan kalian di mana, kelebihan kalian di mana?

Fachri: Itu pesannya yang berteman sama bendera tadi, Bang. Harus lebih dekat lagi sama bendera, sering-sering main bendera. Terus untuk PBB ditingkatkan lagi, lebih patah-patahin lagi.

Kalau Rizkia pesan dari seniornya ada?

Rizkia: Kalau dari seniornya itu jangan cepat puas dulu sama hasilnya sekarang.

Oke, gitu ya. Nah, kan Fahri harapannya menjadi pembentang ya, kalau Rizkia pembawa baki ya. Kalau tidak tercapai gimana? Kecewa kah? Atau yang penting sudah ke nasional nih? Gimana-gimana?

Fachri: Rasa kecewa pasti ada, Bang. Cuma ya kita harus terima. Berarti masih ada yang kurang dari diri kita, Bang. Masih ada yang lebih baik dari kita.

Kalau Rizkia gimana kalau tidak tercapai?

Rizkia: Kecewa tuh pasti, Bang. Tapi kan kita kan tujuan awalnya mengibarkan bendera, Bang. Bukan mengincar posisi semata-mata mengincar posisi. Jadi kalau tidak dapat posisi pun tidak apa-apa, Bang.

Tidak apa-apa lah ya. Yang penting sudah sampai sana, ikut rombongan.

Oke, mungkin terakhir nih dari Fahri. Fahri mau memberikan pesan apa kepada teman-teman yang mungkin SMP nih, masih adik-adik lah, adik tingkat lah ya. Karena kan setelah pulang dari sana nanti jadi purna ya, sudah tidak bisa lagi kan. Otomatis kan kalian jadi senior nih dari keseluruhan. Nah, pesan-pesan Fahri kepada adik-adik yang SMP yang ingin mengikuti jejak Fahri seperti apa pesannya?

Fachri: Untuk adik-adik mungkin kalau mau mengikuti jejak harus latihan dari sekarang, biar dapat bekal dari sekarang untuk ke sini. Jadi tidak terkejut lagi kalau tes kota, kabupaten, provinsi, ataupun nasional itu tidak terkejut lagi. Pesan kami cuma itu mungkin. Dilatih lagi ya PBB yang paling penting, tentang kewarganegaraan, wawasan kewarganegaraan.

Kalau Rizkia?

Rizkia: Dari sekarang perbanyak belajar wawasan kebangsaan, PBB, seputar-seputar itulah. Intinya fisik juga harus dilatih, kecerdasan intelektual. Kalau misalnya intinya masih kurang, kejar karena waktunya kan masih waktu-waktu pubertas, masih panjang ya.

Ada tidak sih minimal tinggi gitu? Kalau cewek berapa?

Rizkia: Minimal ceweknya 165 cm. Dari Skiya 167 cm, alhamdulillah lolos 2 cm ya.

Kalau cowok?

Fachri: Beda 10 cm cuma dari cewek, 175 cm... Eh, 170 cm. Minimalnya 170 cm, maksimalnya 180 cm.

Oh, di atas 180 cm malah tidak boleh ya?

Fachri: Iya, karena takutnya nanti jomplang. Tidak kelihatan.

Tidak apa-apa, di belakang kan bisa. Oke Fahri, thank you sudah main ke studio kami. Sukses buat kalian berdua. Jangan lupa berangkat nanti, jangan lupa fisik yang utama, terus juga minta restu orang tua itu yang paling utama sekali. Terus yang paling utama lagi adalah jangan pernah congkak ya, tetap rendah hati, pakailah sistem padi: semakin berisi semakin merunduk. Oke?

Apa kata-kata hari ini?

Fachri: "Jangan mau ditindas. Bukan berarti kita sok keras, tetapi membuktikan bahwa diri kita berkelas."

Sedap banget! Rizkia harus lebih... Itu tidak enaknya terakhir, kita harus lebih bagus dari yang pertama.

Rizkia: "Give your smile to everyone, but give your love to only one." (Tribun Jambi/Asto)

Baca juga: Profil 2 Paskibraka Jambi Tingkat Nasional 2026, Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri

Baca juga: Bocah 5 Tahun di Tanjabtim Jambi Nyaris Jadi Korban Penculikan, Modusnya Diajak Beli Jajan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.