TRIBUNSUMSEL.COM -- Insiden maut mewarnai ajang kejuaraan Drag Race di Kotamobagu setelah satu unit mobil peserta hilang kendali usai melintasi garis finis dan menerabas kerumunan penonton di tepi lintasan pada Minggu (9/8/2026) sekira pukul 16.00 WITA.
Jumlah korban tewas yang tadinya 7 orang, kini bertambah menjadi 8 orang.
Tak hanya korban tewas, sejumlah penonton lainnya mengalami luka-luka, hingga memaksa panitia menghentikan seluruh rangkaian kompetisi secara total.
Satuan Reserse Kriminal Polres Kotamobagu saat ini telah turun tangan mengusut tuntas penyebab kecelakaan, termasuk mendalami aspek standar keamanan lintasan serta tanggung jawab pihak penyelenggara.
Di sisi lain, ketua panitia penyelenggara menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh penanganan medis dan biaya pengobatan para korban.
Baca juga: Kejurda Drag Race Muba 2025 Resmi Dimulai, Wadah Bagi Anak Muda Salurkan Minat dan Bakat
Tragedi ini bermula saat mobil Honda Jazz yang dikemudikan oleh pembalap Tian Ngantung, mewakili tim Pangeran 05 McJoe, tampil di kelas Free For All (FFA).
Ajang kompetisi skala besar tersebut sebelumnya berlangsung meriah dengan total partisipasi mencapai 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan yang ditunggangi Tian Ngantung awalnya melaju dalam kondisi normal tanpa kendala teknis yang terlihat.
Namun, masalah fatal timbul saat mobil telah melewati garis finish dan berada di area pengereman yang berjarak sekitar 100 meter.
Kendaraan tersebut mendadak mengalami crash, terlempar keluar jalur, lalu menghantam kerumunan warga yang berada di sisi arena.
Benturan keras tersebut langsung memicu kepanikan dan menelan banyak korban jiwa serta luka-luka.
Polisi segera menghentikan seluruh jalannya ajang balap, sementara proses evakuasi para korban ke rumah sakit dilakukan secara masif.
Untuk kepentingan penyelidikan, jajaran kepolisian telah menyita dan mengamankan mobil Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe ke Mapolres Kotamobagu.
Sementara itu, Ketua Panitia Drag Race, Lucky Sugeha, mendatangi langsung para korban di rumah sakit untuk menyampaikan rasa duka sekaligus menegaskan kesiapannya menanggung seluruh biaya penanganan medis.
Baca juga: 7 Orang Tewas, Detik-Detik Pembalap Tian Ngantung Tabrak Penonton Drag Race di Kotamobagu
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi membenarkan bahwa Tian Ngantung juga mengalami luka cukup serius dalam kecelakaan tersebut.
Menurutnya, Tian sempat dirawat di RSU Monompia sebelum akhirnya dipindahkan ke Manado.
"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena disana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.
"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.
Waafi menegaskan bahwa pebalap belum dapat diperiksa karena masih menjalani perawatan medis.
"Pastinya akan kita periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan kondisi pebalap saat dirujuk ke Manado.
"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Waafi.
Satreskrim Polres Kotamobagu telah mengambil alih penanganan kasus drag race maut tersebut.
"Iya sudah kita tangani," katanya via telepon.
Meski demikian, Waafi menyebut belum ada pihak yang diperiksa karena kepolisian masih memprioritaskan penanganan korban.
"Kalau diperiksa belum ada," ucapnya.
"Saat ini kita masih fokus untuk pemulihan para korban," tegas dia.
Pihak kepolisian juga masih mempelajari regulasi penyelenggaraan kegiatan dan mencari tahu penyebab mobil keluar dari lintasan.
"Kalau soal itu kita masih cari tahu," tuturnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com