SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Aksi heroik dilakukan Ismawati (16), siswi kelas 3 SMKN 4 Takengon, saat kebakaran melanda kawasan Pasar Jagong Jeget, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026).
Remaja asal Kecamatan Atu Lintang itu berhasil menyelamatkan seorang balita yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Ismawati sedang berada di kamar kosnya di kawasan Pasar Jagong Jeget. Saat itu, ia tengah bersiap berangkat ke sekolah sambil menyetrika pakaian.
Awalnya, Ismawati mengaku tidak terlalu memperhatikan suara gaduh yang terdengar dari luar kos. Ia mengira suara tersebut merupakan keramaian biasa yang kerap terjadi di sekitar pasar.
“Awalnya saya biasa saja karena sudah terbiasa mendengar suara ribut-ribut karena rame,” ujar Ismawati saat mengklarifikasi kronologi penyelamatan balita kepada TribunGayo.com, Senin (10/8/2026).
Namun, suasana berubah drastis setelah seorang ibu berteriak meminta para penghuni kos segera menyelamatkan barang-barang mereka.
Mendengar teriakan tersebut, Ismawati kemudian keluar dari kamar. Betapa terkejutnya dia ketika melihat api sudah membakar bagian loteng bangunan yang berada di sebelah kosnya.
Dalam kondisi panik, Ismawati sempat kembali ke dalam kamar untuk menyelamatkan barang-barang miliknya.
Ia mengaku bingung menentukan barang apa yang harus dibawa karena situasi semakin tidak memungkinkan.
“Saya bingung mau ambil apa. Kalau mau ambil lemari, pasti saya tidak kuat. Akhirnya saya hanya ambil HP saja,” kenangnya.
Setelah keluar kembali dari kamar, perhatian Ismawati justru tertuju kepada seorang balita yang berada di parit di tengah lokasi kebakaran.
Tanpa berpikir panjang, Ismawati langsung mendekati balita tersebut. Ia kemudian mengangkat dan mendekap anak itu untuk menjauhkannya dari kobaran api.
“Waktu saya keluar lagi aku dah nengok adek tu berada di situ, langsung ku gendong karena udah kenal juga,” kata Ismawati.
Ismawati menyadari kondisi balita tersebut cukup mengkhawatirkan. Tubuh anak itu disebut sudah melepuh akibat terkena hawa panas dari kebakaran.
Tidak ingin mengambil risiko, Ismawati berusaha membawa balita tersebut ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan.
Ia kemudian mencari orang yang dapat membantunya mengantarkan balita ke Puskesmas Jagong Jeget.
Dengan kondisi tanpa mengenakan sandal, Ismawati berjalan sambil terus menggendong balita tersebut.
Di tengah perjalanan, ia akhirnya bertemu seorang pelajar SMA. Ismawati langsung meminta pertolongan agar dirinya dan balita tersebut dapat segera dibawa ke Puskesmas.
“Waktu aku gendong, aku cari-cari orang, sambil jalan tidak pakai sandal, lalu bertemu dengan anak SMA, terus aku bilang, 'kak bisa tolong aku antar ke Puskesmas?'. Akhirnya diantarnya ke Puskesmas,” tuturnya.
Sesampainya di Puskesmas Jagong Jeget, Ismawati tidak langsung meninggalkan balita tersebut.
Ia tetap berada di sana untuk memastikan anak itu mendapat penanganan sembari menunggu pihak keluarga datang menjemput.
Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, balita tersebut sempat menangis dan meminta air karena merasa kehausan.
Namun, saat itu Ismawati tidak memiliki air untuk diberikan kepada sang anak.
Untuk menenangkan balita tersebut, ia kemudian meniup-niup tangan anak itu sambil terus menggendongnya hingga akhirnya mereka tiba di tempat yang lebih aman.
Setelah berada di Puskesmas, Ismawati kemudian menyerahkan balita tersebut kepada Bude Kantin.
Baca juga: VIDEO - Kebakaran Pasar Jagong Jeget Aceh Tengah Hanguskan 96 Bangunan, Dua Warga Alami Luka Bakar
Setelah berhasil memastikan balita berada di tangan orang lain yang dapat membantu, kondisi fisik Ismawati akhirnya menurun.
Tenaganya yang terkuras setelah berusaha menyelamatkan balita membuat tubuhnya tidak lagi mampu bertahan.
Sesaat setelah menyerahkan balita tersebut kepada Bude Kantin, Ismawati tiba-tiba jatuh pingsan.
“Setelah menyerahkan adek itu ke bude kantin, saya sudah tidak sadar lagi (pingsan),” ungkapnya yang dikutip Serambi dari TribunGayo.com.
Ismawati kemudian sadar dan mendapati dirinya sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas.
Aksi yang dilakukan Ismawati menjadi salah satu kisah heroik di tengah musibah kebakaran yang melanda kawasan Pasar Jagong Jeget.
Di tengah kepanikan warga menyelamatkan diri dan harta benda, remaja tersebut justru mempertaruhkan keselamatannya demi menyelamatkan seorang anak kecil.
Kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Jagong Jeget tersebut juga menyisakan kisah pilu bagi keluarga balita yang diselamatkan Ismawati.
Kakak balita tersebut dilaporkan harus melompat dari lantai dua bangunan untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Tindakan tersebut membuat sang kakak mengalami luka bakar serius.
Sementara itu, balita yang berhasil diselamatkan Ismawati juga harus mendapatkan perawatan akibat terkena panas api.
Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Kebakaran di kawasan Pasar Jagong Jeget sebelumnya dilaporkan menghanguskan puluhan bangunan dan menyebabkan ratusan jiwa terdampak.
Di tengah kerugian dan kepanikan akibat musibah tersebut, keberanian Ismawati menjadi perhatian. Ia memilih menyelamatkan seorang balita yang berada dalam bahaya, meski dirinya sendiri kemudian harus mendapatkan perawatan setelah jatuh pingsan.
Baca juga: Bupati Aceh Barat Serahkan Bantuan Masa Panik kepada Korban Kebakaran di Drien Rampak
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.35 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain karena kawasan pasar dipenuhi bangunan yang berdempetan dan sebagian besar menggunakan konstruksi kayu.
Tiupan angin kencang juga membuat api semakin cepat menyebar serta menyulitkan warga dalam melakukan pemadaman awal.
Sedikitnya 96 unit rumah, rumah toko (ruko), dan kios dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Reje Kampung Jeget Ayu, Sugiyani, mengatakan kebakaran berdampak terhadap sedikitnya 60 kepala keluarga dengan jumlah warga mencapai 243 jiwa.
Besarnya dampak kebakaran membuat warga terdampak harus mengungsi dan membutuhkan penanganan serta bantuan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Tengah, Andalika, memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
Namun, dua warga mengalami luka bakar, masing-masing satu orang dewasa dan satu anak-anak.
"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Terdapat dua orang warga yang mengalami luka bakar," kata Andalika saat dihubungi dari Takengon yang dikutip dari TribunGayo.
Kedua korban sempat mendapat penanganan awal di fasilitas kesehatan sebelum dirujuk ke RSUD Datu Beru Takengon untuk menjalani perawatan intensif.
Untuk memadamkan api, BPBD Aceh Tengah mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran.
Armada tersebut berasal dari Posko Jagong Jeget, Posko Atu Lintang, serta dua unit bantuan dari Posko Induk Takengon.
Petugas bersama warga berjibaku mengendalikan api agar tidak kembali meluas ke bangunan lain di sekitar kawasan pasar.
Baca juga: 9 Armada Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Boat di Lampulo Banda Aceh, Ini Penyebabnya
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran, termasuk sumber awal munculnya api, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Pasca-kebakaran, tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah telah berada di lokasi.
Tim melakukan pendataan terhadap warga terdampak, mendirikan posko darurat, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi para korban, termasuk dapur umum.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga dijadwalkan menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Di tengah kepiluan warga yang kehilangan rumah dan tempat usaha, keberanian Ismawati menjadi kisah tersendiri.
Siswi berusia 16 tahun itu mempertaruhkan keselamatannya untuk membawa seorang balita keluar dari kepungan api.
Keberanian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa di tengah kepanikan akibat bencana, masih ada kepedulian warga yang rela mengambil risiko demi menyelamatkan orang lain.