TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut kunci jawaban dalam soal Pendidikan Budaya Melayu Riau (BMR) Kelas 11 Bab 9 tentang Industri kreatif Melayu
Namun sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa dapat mengerjakan soal secara mandiri.
Kunci jawaban nantinya dapat digunakan sebagai bahan pembanding untuk mengukur kemampuan diri.
Inilah kunci jawaban Pendidikan Budaya Melayu Riau (BMR) Kelas 11 Bab 9, pahami dengan baik.
Soal I Pilihan Ganda
1. Industri kreatif Melayu merujuk kepada kreativitas khas orang-orang Melayu yang bersumber dari…
a. media tulis
b. penelitian dan pengembangan
c. kearifan lokal (lokal wisdom)
b. meniru kreatif bangsa lain
e. televisi dan radio
Pembahasan:
Industri kreatif Melayu merujuk kepada kreativitas khas orang-orang Melayu yang bersumber dari kearifan lokal (lokal wisdom) dalam menciptakan produk-produk kreatif berlandaskan budaya Melayu.
Jawaban: c. kearifan lokal (lokal wisdom)
2. Berikut adalah ciri khas produk kreatif Melayu, kecauli…
a. bahan baku dari alam atau lingkungan sekitar
b. dikerjakan secara tradisional
c. mengandalkan kemahiran (kebiasaan)
d. penggunaan teknologi yang sederhana
e. menggunakan teknologi modern
Pembahasan:
Industri kreatif tersebut umumnya berbasis sumber daya alam yang berbahan baku dari alam atau lingkungan sekitar. Dikerjakan secara tradisional dengan mengandalkan kemahiran (kebiasaan) dan teknologi yang sederhana.
Jawaban: e. menggunakan teknologi modern
3. Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Depenisi di atas dikemukana oleh…
a. ahli industri kreatif
b. United Nations Conference on Trade and Development
c. Kemendag RI
d. pelaku industri kreatif
e. semua benar
Pembahasan:
Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut (Kemendag, 2007: 10).
Jawaban: c. Kemendag RI
4. Berikut adalah contoh hasil produk kreatif bidang perkebunan, kecuali…
a. gula enau
b. gula tebu
c. kopi
d. penganan dari pulut
e. alat penangkap ikan
Jawaban: e. alat penangkap ikan
5. Industri kreatif perikanan umumnya berupa pengolahan ikan dalam bentuk…
a. ikan kaleng
b. pengembangbiakan
c. masakan dan pengawetan
d. eksportir
e. pembenihan
Pembahasan:
Industri kreatif perikanan umumnya berupa pengolahan ikan dalam bentuk masakan maupun pengawetan. Kreativitas bidang ini menghasilkan beragam jenis kuliner dengan teknik dan cara pemasakan yang variatif. Saat ini, beberapa rumah makan yang menyajikan khas masakan Melayu telah ada di berbagai kota di Riau.
Jawaban: c. masakan dan pengawetan
6. Berikut produk industri kreatif bidang perikanan, kecuali…
a. ikan salai
b. belacan
c. gulai patin
d. gulai asam pedas
e. gula enau
Jawaban: e. gula enau
7. Belacan dari Bagansiapiapi pernah menjadi komoditas ekspor hingga ke India Barat pada abad…
a. 15
b. 16
c. 17
d. 18
e. 19
Pembahasan:
Daerah penghasil belacan di Riau umumnya berada di pesisir atau kepulauan seperti Bagansiapiapi dan Bengkalis. Belacan dibuat dari udang dan ikan-ikan kecil yang direbus kemudian dijemur. Setelah kering, udang dan ikan digiling halus lalu diperam untuk beberapa minggu. Belacan umumnya berwarna merah muda, namun ada juga yang berwarna merah tua, keunguan, atau kehitam-hitaman. Belacan dari Bagansiapiapi pernah menjadi komoditas ekspor hingga ke India Barat sekitar abad ke-18.
Jawaban: d. 18
8. Berikut adalah peralatan berbahan pandan yang dihasilkan dari produk bidang perhutanan, kecuali…
a. tikar pandan
b. bakul
c. kembut
d. perikat
e. tangguk
Pembahasan:
Tangguk dibuat dari buluh dan rotan.
Jawaban: e. tangguk
9. Hasil menganyam tidak hanya memenuhi nilai fungsional, tetapi juga dihiasi dengan motif yang mengandung nilai-nilai. Berikut adalah motif yang sering digunakan dalam menyanyam pandan, kecuali…
a. motif lipat atau lepih
b. motif gigi hiu
c. motif garis putus
d. motif belah ketupat
e. motif bunga pakis
Pembahasan:
Keterampilan menganyam diwariskan secara lisan sehingga bentuk dan jalinan cenderung tidak berubah. Hasil menganyam tidak hanya memenuhi nilai fungsional, tetapi juga dihiasi dengan motif yang mengandung nilai-nilai. Motif yang sering digunakan adalah motif lipat atau lepih, motif gigi hiu, motif garis putus, motif tepi bangke, motif belah ketupat, motif tulang belut, motif kotak-kotak, motif pedang-pedang, dan motif insang pari.
Jawaban: e. motif bunga pakis
10. Perikat dan kembut adalah hasil anyaman yang pandan yang berfungsi sebagai…
a. mengangkuat hasil ladang
b. membawa hasil tangkapan ikan
c. menyimpan peralatan ladang
d. tempat peralatan perikanan
e. mengangkuat hasil kebun seperti karet
Pembahasan:
Perikat
Perikat dibuat dari anyaman daun pandan jenis mengkuang yang dijalin sehingga membentuk keranjang seperti silinder. Pada bagian atas diberi rotan dan telinga untuk menguatkan kerangka dan mengikatkan tali perikat. Perikat memiliki lebih kecil dari kembut yang memiliki ukuran sekitar 65-70 cm dan tinggi lebih kurang 80 cm. Digunakan untuk membawa hasil pertanian semisal kopi, pinang, padi, atau membawa perbekalan pertanian seperti nasi, air minum, dan lain sebagainya. Perikat juga digunakan saat menuai padi yang sebelum dikumpulkan di dalam kembut atau goni.
Kembut
Kembut hampir sama dengan perikat, tetapi lebih besar dan dibuat dari pandan jenis rumbai. Pandan ini lebih tebal sehingga mampu menahan beban yang agak berat. Kembut umumnya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian seperti padi.
Jawaban: a. mengangkuat hasil ladang
11. Peralatan penangkap ikan dibuat dari bahan-bahan yang bersumber langsung dari alam. Berikut adalah bahan-bahan yang sering digunakan untuk membuat peralatan perikanan…
a. rotan, pandan, nilon, dan buluh
b. rotan, buluh, nilon, dan pandan
c. rotan, nilon, kayu, dan pandan
d. rotan, buluh, kayu, dan akar
e. rotan, pandan, buluh, dan nilon
Pembahasan:
Sebagian peralatan penangkap ikan dibuat dari bahan-bahan yang bersumber langsung dari alam. Pemanfaatan hasil alam tidak saja bertujuan secara ekomonis, tetapi juga dimaksudkan supaya tidak merusak alam itu sendiri. Bahan-bahan yang sering digunakan adalah rotan, akar, buluh, dan kayu yang digunakan untuk membuat lukah, bubu, tengkalak, dan tangguk.
Jawaban: d. rotan, buluh, kayu, dan akar
12. Anyaman terbuat dari daun pandan berjenis mengkuang yang dijalin membentuk keranjang seperti silindris dan pada bagian atas diberi rotan dan telinga untuk menguatkan kerangka disebut…
a. kajang
b. bakul
c. keruntung
d. kembut
e. perikat
Jawaban: e. perikat
13. Bahan pengawet makanan yang sering digunakan orang Melayu adalah…
a. lada, merica, dan garam
b. garam, gula, dan cuka
e. ketumbar, jahe, dan bawang
d. merica, asam, dan cuka
e. bawang, lada, dan garam
Pembahasan:
Dalam pengawetan makanan, bahan pengawet utama adalah garam, gula dan cuka.
Jawaban: b. garam, gula, dan cuka
14. Pengawetan makanan dilakukan dengan teknik yang sederhana namun mampu menjadikan makanan tahan lama dan tidak menghilangkan kandungan gizi. Berikut yang bukan teknik yang umum digunakan adalah…
a. jemur
b. salai
c. sangai
d. peram
e. panggang
Pembahasan:
Pengawetan biasanya dilakukan dengan teknik yang sederhana namun mampu menjadikan makanan lebih tahan lama dan tidak menghilangkan kandungan gizi. Teknik yang umum digunakan adalah dijemur, disalai, disangai, diperam, atau direndam dengan garam atau gula. Makanan yang diawetkan berguna sebagai simpanan pada masa yang akan datang.
Jawaban: e. panggang
15. Berikut proses pengolahan air nira menjadi gula enau adalah, kecuali…
a. penyaringan
b. pemasakan
d. pencetakan
c. pengadukan
e. pembersihan tandan
Pembahasan:
Penyaringan. Saring nira hasil penyadapan kemudian masukan ke dalam wadah yang telah disiapkan;
Pemasakan. Masak nira dengan suhu yang konstan dan stabil. Pembakaran yang baik adalah menggunakan bahan bakar dari kayu. Menggunakan kayu memberikan cita rasa yang khas pada gula enau. Lama waktu pemasakan berdasarkan seberapa banyak nira yang dimasak;
Penambahan bahan lain. Tambahkan sedikit santan dan minyak goreng. Penambahan bahan ini dimaksudkan agar proses pengentalan gula menjadi lebih cepat. Santan dan minyak goreng ditambahkan sekitar 15 menit sebelum gula masak;
Pengadukan. Aduk gula enau cair sebelum terjadi pengentalan. Pengadukan dilakukan dengan cepat dengan arah memutar;
Pencetakan. Masukan cairan gula ke dalam cetakan dari tempurung kelapa atau buluh bambu. Ciri khas gula yang telah siap untuk dicetak berbentuk kental dan berwarna kemerahan;
Pendinginan. Dinginkan gula enau sekitar 15 menit sehingga benar-benar padat dan beku. Gula kemudian siap untuk dikeluarkan dari cetakan;
Pembukusan. Bungkus setiap keping gula enau sebelum disimpan dengan kerisik agar gula tidak menyatu antara satu dengan lainnya
Jawaban: e. pembersihan tandan
(Tribunpekanbaru.com)