Sentuh Tanah Gugur, Serunya Lomba Layangan di Prabumulih Sambut HUT Kemerdekaan RI
Refly Permana August 10, 2026 04:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pemuda di Kota Prabumulih menggelar turnamen layangan aduan berskala lokal.

Kompetisi bertajuk "Tournament Layangan Aduan Kota Prabumulih" ini menjaring antusiasme pencinta layangan tradisional di salah satu kota di Provinsi Sumatra Selatan ini. Adapun sistem yang diterapkan adalah sistem gugur.

Sebanyak 64 peserta mengikuti turnamen layangan yang diselenggarakan di lapangan Simpang Empat Tugu Jogja Jalan Lingkar Timur, pada Minggu (9/8/2026).

Dalam turnamen tersebut, untuk memberikan kesempatan yang adil kepada peserta, setiap peserta atau pemain diperbolehkan mendaftar maksimal hingga dua slot. 

Baca juga: Festival Sriwijaya 2026, Meriahkan HUT ke-80 Sumsel dengan Lomba Layangan hingga Pameran UMKM

Berdasarkan informasi resmi dari panitia penyelenggara, kompetisi ini terbuka untuk umum bagi warga se-Kota Prabumulih dengan syarat usia minimal 15 tahun ke atas.

Meskipun terbuka, panitia menegaskan bahwa prioritas utama kepesertaan tetap diberikan kepada warga lokal yang berdomisili di dalam kota. 

Peserta dari luar daerah baru akan diakomodasi apabila kuota slot masih tersedia setelah pendaftaran utama terpenuhi.

Guna menjaga sportivitas dan keseragaman dalam bertanding, panitia menerapkan sejumlah peraturan permainan yang ketat, antara lain, gaya permainan yakni dibebaskan menggunakan teknik tarik, jepret, maupun ulur.

Kemudian spesifikasi layangan yang digunakan wajib menggunakan Layangan Sukhoi dengan rangka bambu penuh (full bambu) dan dilarang menggunakan bahan fiber.

Sedangkan untuk spesifikasi gelasan, ukuran benang gelasan maksimal dibatasi pada skala 0.30 dan setiap peserta wajib menyediakan amunisi turnamen mereka sendiri secara mandiri.

Kemudian untuk durasi dan penilaian, peserta dibatasi selama 3 menit untuk setiap sesi. 

Layangan yang dinyatakan kalah adalah layangan yang sobek, patah, menyentuh tanah atau tersangkut.

Baca juga: Kisah Pilu Atlet Karate Palembang, Leher Terluka Parah Kena Tali Layangan, Kini Harus Jalani Operasi

Dalam turnamen tersebut Juara 1 mendapatkan uang tunai Rp900 ribu, juara dua Rp700 ribu, juara 3 mendapat Rp400 ribu dan juara 4 mendapat Rp200 ribu yang masing-masing ditambah trofi dan piagam.

"Kita senang ikut karena memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, lomba layangan ini harus sering digelar," ungkap Adi, salah satu peserta ketika dibincangi wartawan.

Hal yang sama disampaikan peserta lainnya yang mengaku adanya perlombaan lokal itu membuat masyarakat menjadi senang dan ingin ikut. 

"Ini karena dibatasi kalau tidak pasti ramai yang mendaftar apalagi hadiahnya besar dan dapat piagam serta trofi," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.