TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Rumah kediaman almarhum Drs. Alcala Zamora atau Pak Mori, maestro Kain Besurek Bengkulu, kini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Internalisasi Kriya dan Wasta Kain Besurek yang digelar di kediaman almarhum Pak Mori di Kota Bengkulu.
Pemerintah Kota Bengkulu memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Kain Besurek.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Anggota DPD RI asal Bengkulu, Senator Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII, Iskandar Mula Siregar, S.Si., M.A.P.
Turut hadir perwakilan keluarga ahli waris sang maestro serta berbagai pihak terkait.
Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elvian yang hadir mewakili Wali Kota Bengkulu mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga jati diri daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan membatik atau belajar membuat kain. Lebih dari itu, kita sedang merawat ingatan, identitas, dan jati diri masyarakat Bengkulu. Kain Besurek merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki karakter sangat kuat,” ujar Tony dalam sambutannya, dikutip TribunBengkulu.com dari laman Pemkot Bengkulu.
Tony juga mengenang sosok almarhum Pak Mori sebagai pribadi yang hangat dan ramah.
Menurut Tony, Pak Mori tidak pernah memandang sekat usia dalam berdiskusi serta menggali informasi, meskipun secara usia mereka terpaut 10 tahun.
Menurutnya, pemilihan kediaman almarhum Pak Mori sebagai lokasi kegiatan membawa makna filosofis yang sangat mendalam bagi kelestarian wastra Bengkulu.
Rumah Pak Mori Bisa Dimanfaatkan untuk Publik
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bengkulu menyambut baik lampu hijau dari pihak keluarga ahli waris.
Ir. Nizar menyatakan bahwa rumah kediaman almarhum Pak Mori kini sudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Pemkot Bengkulu menyambut baik hal tersebut.
Pemkot juga mendorong ahli waris yang berdomisili di Yogyakarta untuk ikut membantu mempromosikan serta membuka outlet khusus Kain Besurek di luar daerah agar jangkauan pasarnya semakin luas.
Pemkot Dorong Regenerasi Maestro Besurek
Tony juga memaparkan komitmen Pemkot Bengkulu di bawah arahan Wali Kota Dedy dan Wawali Ronny untuk terus mempopulerkan Kain Besurek dalam setiap agenda resmi.
Saat ini, Pemkot tengah gencar memperkenalkan variasi motif baru yang tetap berakar pada karakteristik lokal.
“Pemerintah Kota Bengkulu juga mencoba untuk selalu meningkatkan di mana mana secara resmi menggunakan Besurek dengan motif-motif yang berbeda. Kemarin Pemerintah Kota Bengkulu juga melaksanakan kegiatan kepala daerah menanam pohon kelapa. Itu juga menanam/membuat motif Batik Besurek Gempala yang di bagian bawahnya lebih dominan pohon kelapa,” jelas Tony.
Ia menambahkan bahwa motif pohon kelapa tersebut sangat relevan mengingat geografis Bengkulu sebagai daerah pesisir.
Pemkot berharap para perajin lokal tidak hanya fokus pada aspek estetika tradisional, tetapi juga mampu masuk ke ranah ekonomi kreatif modern.
Para pelaku usaha dituntut untuk meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi desain, memanfaatkan teknologi digital, membangun merek (branding), serta memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.
Di akhir sambutan, Tony menekankan pentingnya lahirnya generasi baru yang akan meneruskan tongkat estafet kepengrajinan Kain Besurek.
Hal tersebut mengingat posisi maestro baru hingga kini belum terpilih.
“Tugas kita sekarang adalah memastikan pengetahuan, keterampilan, dan kecintaan terhadap kain Besurek dapat diwariskan kepada anak-anak dan generasi muda Bengkulu. Jangan sampai generasi kita mengenal Besurek hanya dari museum atau buku sejarah. Semoga ada pengganti Pak Mori kecil lainnya,” pungkas.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini