SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang pengguna layanan jasa kereta api (KAI) Sindang Marga relasi Palembang-Lubuklinggau mengeluh di media sosial (medsos) Facebook terkait minimnya keamanan dalam kereta api.
Pasalnya, iPad milik akun facebook atas nama Kherly Defi Key ini diduga hilang dalam kereta saat perjalanan dari Palembang ke Lubuklinggau.
Namun, yang membuatnya kesal terkait hilangnya iPad tersebut, ia tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari pihak PT KAI dan tidak bisa melihat rekaman CCTV saat perjalanan.
Ia pun mempertanyakan apakah CCTV dalam kereta itu berfungsi dengan baik dan bagaimana keamanan para penumpang selama perjalanan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti tidak berkata banyak dikonfirmasi. Ia mengaku informasi ini akan diinformasikan lebih lanjut.
"Nanti diinfokan lebih lanjut," kata Aida singkat.
Baca juga: KAI Divre III Palembang Salurkan TJSL Rp890,35 Juta Semester I 2026, Perkuat Ekonomi Berkelanjutan
Cerita bermula saat Kherly Defi Key ini pada Kamis (6/8/2026) pulang dari Palembang ke Lubuklinggau naik KAI Sindang Marga dan duduk di gerbong Bisnis 3 nomor 14 D.
"Barang (iPad) itu saya letakkan di dekat jendela, karena saya ini sensitif ketika ada barang saya dipegang orang. Saya letakkan dekat jendela yang penting selalu saya bawa," katanya dalam akun Facebook Kherly Defi Key seperti dikutip Sripoku.com, Senin (10/8/2026).
Saat tiba di Stasiun Muara Enim dan hendak menuju Kabupaten Lahat, ia mulai mengantuk dan ia duduk bersebelahan dengan seorang penumpang menggunakan sweter dan bermasker yang ia kenal.
"Karena posisi aman dan saya berapa kali juga naik KAI ini tidak ada pernah kejadian, pada malam itu saya mengantuk dan barang saya letakkan seperti biasa," ungkapnya.
Ketika tiba di Kota Lubuklinggau, ia pun membawa semua barangnya terutama yang ia lihat lalu mengambil mobil di RS Ar Bunda menuju kontrakannya.
"Ketika tiba di kosan barang saya itu tidak ada lagi. Tablet saya itu tidak ada, di barang yang lain juga tidak ada, saya langsung ke KAI lagi, tapi saat itu saya lihat staf-stafnya juga tidak ada lagi dan disuruh datang pagi saja," ungkapnya.
Kemudian, ia pun disuruh lapor ke call center 121, ia pun melapor, namun setelah lapor tidak ada tanggapan sama sekali.
Baca juga: KAI Properti Rampungkan Pengembangan Emplasemen Stasiun Banjarsari dan Merapi di Lahat
"Saya datangi besok paginya saya menghadap dan meminta untuk melihat CCTV disuruh dulu lapor polisi. Jadi ketemulah polisi yang ada di KAI namanya Pak Syamsul dan mengatakan nanti dihubungi, tapi sampai detik ini tidak ada KAI menghubungi setelah kejadian ini sudah tiga hari," ungkapnya.
Ia lalu mulai mempertanyakan CCTV dalam kereta apakah itu berfungsi atau tidak, bila tidak bagaimana keamanan penumpang.
"Keamanan kami di KAI itu aman atau tidak, sedangkan kita bayar bukan gratis, kedua sampai detik ini tidak ada kabar, lalu tadi ketika ke PT KAI mereka sebut barang itu memang tidak ada. Mereka bilang lihat CCTV barang itu memang tidak ada, yang hilang barang siapa, saya mau lihat CCTV nya, kalau belum saya lihat bisa saja mereka bohong," ungkapnya.