SURYA.CO.ID SURABAYA - Perjalanan Persebaya di Piala Presiden 2026 berlangsung dalam ritme yang padat. Lima pertandingan harus dilalui dengan waktu pemulihan terbatas, tetapi Bajol Ijo mampu menjaga konsistensi hingga mengangkat trofi yang menjadi gelar pertama sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
Dari lima pertandingan, Persebaya mencatat lima kemenangan dan mencetak enam gol. Rotasi tetap dilakukan untuk menjaga kebugaran skuad, tetapi sejumlah pemain mendapat kepercayaan lebih besar untuk mengawal perjalanan tim sejak fase awal hingga pertandingan final.
Di antara para pemain tersebut, Risto Mitrevski menjadi sosok dengan menit bermain paling tinggi. Bek asal Makedonia Utara itu tampil selama 489 menit dari lima pertandingan, menunjukkan besarnya kepercayaan tim terhadap perannya di lini belakang.
Risto menjadi salah satu fondasi pertahanan Bajol Ijo sepanjang Piala Presiden 2026. Ketenangannya dalam membaca permainan, kemampuan memenangkan duel, serta komunikasi dengan pemain di sekitarnya membuatnya konsisten menjadi pilihan utama.
Baca juga: Francisco Rivera Raih Trofi Pertama Di Indonesia Bersama Persebaya
Padatnya jadwal tidak menghalangi Risto menjaga level penampilannya. Kehadirannya membantu Persebaya mempertahankan keseimbangan permainan sekaligus melewati seluruh pertandingan dengan hasil sempurna.
Kepala analis tim Persebaya, Jose Filipe Carvalho, menilai Risto menunjukkan konsistensi yang memang dibutuhkan tim sepanjang turnamen.
“Risto memberikan stabilitas di lini belakang. Dia konsisten dan mampu menjaga level permainannya di setiap pertandingan,” kata Jose Filipe.
Performa tersebut dinilai Jose menjadi modal penting bagi Risto dan Persebaya untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 yang juga akan menghadirkan jadwal padat.
Di posisi kedua terdapat Jefferson Silva dengan catatan 459 menit. Bek asal Brasil itu menjadi salah satu pilihan utama di sisi kiri pertahanan Persebaya.
Jefferson tidak hanya disiplin menjalankan tugas bertahan, tetapi juga mampu memberikan opsi ketika tim membangun serangan dari sektor sayap. Mobilitasnya membantu Bajol Ijo menjaga keseimbangan ketika permainan bergeser dari fase bertahan menuju menyerang.
“Jefferson memiliki karakter yang kami butuhkan. Dia disiplin dalam bertahan dan juga bisa membantu tim ketika membangun serangan,” jelas Jose.
Sementara itu, Miguel Pereira menempati peringkat ketiga dengan 453 menit bermain. Winger asal Portugal tersebut menjadi salah satu sumber daya ledak Persebaya di sektor sayap.
Kecepatan, keberanian melakukan duel satu lawan satu, serta kemampuannya membawa bola membuat Miguel mampu menghadirkan ancaman bagi pertahanan lawan. Pergerakannya juga memberi lebar permainan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Catatan tersebut cukup mencuri perhatian karena Piala Presiden 2026 menjadi musim pertama Miguel bersama Persebaya sekaligus periode pertamanya merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia.
Menurut Jose, konsistensi Miguel dalam menjalankan peran yang diberikan menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang turnamen.
“Miguel memberikan energi dan intensitas yang bagus. Dia bisa menciptakan situasi berbahaya dari sisi sayap dan membantu tim dalam fase menyerang maupun bertahan,” terang Jose Filipe Carvalho.
Partner Risto di jantung pertahanan, Yuran Fernandes, menempati posisi keempat dengan 434 menit bermain.
Bek asal Tanjung Verde tersebut menjadi salah satu sosok penting dalam menjaga kokohnya lini belakang Persebaya. Postur kuat dan kemampuan duel udara membuat Yuran memiliki peran besar saat menghadapi bola-bola panjang maupun situasi bola mati.
Kontribusi Yuran bahkan tidak berhenti pada tugas bertahan. Ia mencetak dua gol sepanjang Piala Presiden 2026, termasuk gol sundulan yang mengantarkan Persebaya mengalahkan Arema FC 1-0 di babak semifinal.
“Yuran memberikan kekuatan dalam duel dan bola mati. Dia juga menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya ketika bertahan, tetapi bisa membantu tim mencetak gol,” terang Jose.
Melengkapi lima besar, Francisco Rivera mencatatkan 398 menit bermain. Gelandang asal Meksiko itu berada di urutan kelima dalam jumlah menit, tetapi pengaruhnya terhadap permainan Bajol Ijo sangat besar.
Rivera menjadi salah satu penghubung utama permainan Persebaya, terutama ketika tim membutuhkan kreativitas dari lini tengah. Kualitas umpan, visi bermain, serta kemampuannya menemukan ruang membuat Rivera mampu menjaga aliran serangan sekaligus menghadirkan ancaman bagi lawan.
Performa tersebut kemudian berbuah penghargaan individu. Rivera dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2026 setelah membantu Persebaya meraih trofi dengan penampilan yang menonjol sepanjang turnamen.
“Rivera memiliki kualitas untuk mengubah permainan. Dia bisa memberikan umpan terakhir, mengontrol tempo, dan menciptakan peluang. Penghargaan pemain terbaik menjadi bukti dari kontribusinya,” pungkas Jose Filipe Carvalho.
Gelar pemain terbaik menjadi suntikan motivasi bagi Rivera untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Ia membawa ambisi yang lebih besar setelah merasakan atmosfer juara bersama Persebaya di turnamen pramusim.
Bagi Persebaya, trofi Piala Presiden 2026 juga hadir sebagai kado istimewa menjelang usia klub yang memasuki satu abad pada 2027 mendatang. Gelar tersebut menjadi pijakan awal untuk menatap target yang lebih besar pada musim berikutnya.
"Gelar ini bukan hanya pencapaian yang signifikan, tetapi juga menandai awal dari perjalanan menuju tujuan yang lebih besar lagi," kata Rivera.
"Saya bangga menjadi bagian dari sejarah Persebaya dan saya berkomitmen untuk terus menulis bab-bab baru. Terima kasih Bonek dan Bonita," tambahnya.
Rapor lima pemain dengan menit bermain terbanyak menunjukkan bagaimana Persebaya memiliki sejumlah pemain yang menjadi tumpuan dalam perjalanan menuju gelar juara. Risto menjadi yang paling sering berada di lapangan, sementara Rivera melengkapinya dengan penghargaan pemain terbaik turnamen.