Ciputra Buka Perburuan Konsumen Premium Malang, Yellow Leaf Tawarkan Rumah hingga Rp7 Miliar
Wiwit Purwanto August 10, 2026 05:32 PM

 

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Ciputra Group kembali memperkuat pasar properti Malang lewat peluncuran Cluster Yellow Leaf di CitraLand Puncak Tidar. Kluster baru ini membidik konsumen premium sekaligus menawarkan hunian berkonsep slow living dengan total 208 unit rumah tersebut.

Berada di salah satu titik elevasi kawasan CitraLand Puncak Tidar, Yellow Leaf menawarkan suasana hunian yang lebih tenang dengan panorama hijau, namun tetap dekat dengan denyut aktivitas perkotaan.

Konsep ini dipadukan dengan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat, mulai dari ruang terbuka hijau hingga fasilitas keluarga dan olahraga.

General Manager CitraLand Puncak Tidar, Deddy Hasli Hidayat, mengatakan Yellow Leaf dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan hunian tenang tanpa harus meninggalkan kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

"Semua tipe rumah baru ini merupakan hunian premium yang cocok untuk user pencinta slow living dan olahraga dengan tenang," kata Deddy di sela kegiatan "Hybrid & Strength Race 2026", turnamen gaya Hyrox di CitraLand Puncak Tidar Malang, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Normalisasi Kali Kedurus Bisa Dongkrak Nilai Properti di kawasan Surabaya Barat

Hunian Pada Rentang Harga Rp2 Miliar hingga Rp3 Miliar.

Peluncuran kluster baru ini sekaligus menjadi respons pengembang terhadap ketersediaan produk di CitraLand Puncak Tidar. Dari empat kluster yang telah dikembangkan sebelumnya, sebanyak 360 unit rumah telah terjual.

Kondisi tersebut membuat pengembang kembali menghadirkan produk baru, terutama untuk menjawab kebutuhan konsumen yang masih mencari hunian pada rentang harga Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

Yellow Leaf menawarkan delapan tipe rumah dengan pilihan luas tanah dan harga yang menyasar segmen berbeda. Tiga tipe dipasarkan di bawah Rp3 miliar, yakni Calia berukuran 6x12 meter dan 6x15 meter, Clara 7x15 meter, serta Ciana 8x15 meter.

Sementara lima tipe lainnya membidik pasar di atas Rp3 miliar, yaitu Celsa 9x15 meter, Attic Carnia 10x18 meter dan 10x20 meter, serta Attic Cattleya 12x20 meter dan 12x25 meter.

Respons pasar terhadap produk anyar tersebut mulai terlihat sejak awal peluncuran. Pengembang mencatat telah mendapat pesanan dua unit rumah dengan lebar masing-masing 8 meter dan 10 meter.

Baca juga: Hunian Mewah Rp22 Miliar di Surabaya Barat, Pakuwon Group Hadirkan Belvedere Tahap 2

"Selain itu, sejumlah calon konsumen potensial juga tengah berada dalam tahap penjajakan pembelian. Dengan jumlah total 208 unit, kami optimistis seluruh produk Yellow Leaf dapat terserap pasar dalam waktu sekitar dua tahun," jelas Deddy.

Untuk memberi gambaran langsung mengenai konsep hunian yang ditawarkan, CitraLand Puncak Tidar menyiapkan enam rumah contoh yang dilengkapi full furnished. Pengembang juga menyediakan 10 unit rumah ready stock dari sejumlah cluster.

Rumah ready stock tersebut dapat dimanfaatkan konsumen melalui skema insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang bisa diserah terimakan hingga akhir tahun ini.

Marketing Manager CitraLand Puncak Tidar Malang, Wilissanti Giwang K, mengatakan pengembang juga menyiapkan sejumlah program promosi selama periode peluncuran untuk menarik minat pembeli.

"Konsumen yang melakukan transaksi sepanjang Agustus 2026 mendapatkan diskon Rp60 juta serta subsidi bunga KPR sebesar 2 persen melalui kerja sama dengan sejumlah perbankan," paparnya.

Yellow Leaf Tawarkan Hunian dengan Nuansa Slow Living

Selain posisi di area elevasi, Yellow Leaf mengandalkan konsep kawasan sebagai daya tarik utama. Kluster ini diperkuat boulevard utama dengan right of way (ROW) 18 meter yang memberi kesan lapang sejak memasuki kawasan.

Sistem one gate system dan keamanan 24 jam menjadi bagian dari fasilitas keamanan kawasan. Pengembang juga melengkapi kluster dengan resort-style family clubhouse, kids playground, serta area terbuka hijau.

Kehadiran fasilitas tersebut mempertegas pendekatan pengembang yang tidak hanya menjual bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan ekosistem hunian yang menunjang aktivitas keluarga, kesehatan, dan gaya hidup aktif.

Deddy menilai lokasi Yellow Leaf memberikan keseimbangan antara ketenangan dan kemudahan. Konsumen dapat menikmati suasana hijau di kawasan dengan tetap memiliki akses relatif dekat terhadap berbagai fasilitas perkotaan di Malang.

Dengan konsep tersebut, Yellow Leaf diposisikan sebagai produk yang menyasar konsumen dengan kebutuhan hunian lebih dari sekadar tempat tinggal, terutama mereka yang mulai mempertimbangkan kualitas lingkungan dan gaya hidup dalam memilih rumah.

Ciputra Bidik Ceruk Rumah Rp5 Miliar-Rp7 Miliar

Pengembangan hunian premium di CitraLand Puncak Tidar juga sejalan dengan strategi Ciputra Group melihat peluang pasar properti pada semester II/2026.

Direktur Ciputra Group D Agung Krisprimandoyo mengatakan penjualan sejumlah proyek perseroan pada semester I/2026 menunjukkan kinerja menggembirakan, dengan pencapaian sekitar 50 persen - 60 persen dari target.

"Beberapa pasar seperti Malang, Gresik, dan Sidoarjo menjadi wilayah yang turut memberikan kontribusi positif. Karena pencapaiannya bagus, target tahunannya dinaikkan sekitar 10 persen," terang Agung dalam kesempatan yang sama.

Menurut Agung, capaian tersebut menunjukkan pasar properti masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama pada kelompok konsumen yang mempunyai daya beli relatif kuat.

Di tengah kondisi pasar properti yang menantang, segmen premium dinilai menjadi salah satu ceruk yang masih menarik. Karena itu, sejumlah proyek Ciputra Group mulai memperkuat pengembangan rumah dengan harga di atas Rp3 miliar.

Tidak berhenti pada kisaran tersebut, perseroan juga melihat peluang pada rumah dengan harga Rp5 miliar hingga Rp7 miliar. Segmen ini dinilai memiliki pasar tersendiri meski jumlah konsumennya lebih terbatas.

Di CitraLand Puncak Tidar, misalnya, rumah seharga sekitar Rp7 miliar dengan lebar 12 meter tercatat terjual enam unit pada April 2026.

"Market di segmen premium masih ada. Nice market di harga Rp5 miliar sampai Rp7 miliar juga ada," lanjut Agung.

Melihat kondisi tersebut, strategi pengembangan produk Ciputra Group pada semester II/2026 akan terus disesuaikan dengan karakter permintaan di masing-masing wilayah.

Pasar menengah tetap menjadi perhatian, namun pengembang melihat segmen premium memiliki daya tahan yang cukup baik karena ditopang konsumen dengan kemampuan membeli yang relatif kuat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.