SRIPOKU.COM- Untuk pertama kalinya, Raisa membawakan secara langsung “Cahaya Hati”, lagu terbaru persembahan iForte dan Protelindo Group yang menjadi bagian dari Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara.
Lagu tersebut dibawakan Raisa dalam sesi latihan musik terbuka di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan menuju pertunjukan yang akan digelar pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.
Sesi latihan tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada media mengenai konsep musikal Hikayat Srikandi Nusantara.
Tak hanya “Cahaya Hati”, media juga dapat menyaksikan aransemen orkestra, paduan suara serta kolaborasi 50 alat musik tradisional yang akan mengiringi perjalanan cerita dalam pertunjukan.
Selain Raisa, sesi latihan musik turut melibatkan Yura Yunita, PADI Reborn, Eross Candra, Joey Penny, Yuyun Arfah, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Alicia Hartono, Galabby serta sejumlah penyanyi lainnya.
Ratusan musisi dan anggota paduan suara juga terlibat dalam berbagai repertoar yang akan ditampilkan.
Keseluruhan konsep musikal berada di bawah arahan Komposer dan Pengarah Musik Elwin Hendrijanto serta Konduktor Avip Priatna.
Musik pop, orkestra, paduan suara dan instrumen tradisional Indonesia dipadukan untuk membangun suasana sekaligus menghidupkan cerita Hikayat Srikandi Nusantara.
Bagi Raisa, membawakan “Cahaya Hati” secara langsung menjadi pengalaman berbeda dibandingkan saat proses rekaman.
Raisa mengatakan, saat merekam lagu tersebut dirinya belum menjalani proses latihan sebagai pemeran Srikandi. Kini, setelah menjalani latihan, ia dapat lebih memahami karakter dan pesan yang ingin disampaikan melalui lagu.
"Hari ini menjadi momen pertama aku membawakan Cahaya Hati di depan publik. Uniknya, aku rekaman lagu Cahaya Hati ini sebelum aku latihan jadi Srikandi," kata Raisa.
Menurutnya, pengalaman membawakan lagu secara langsung setelah menjalani latihan membuat makna lagu tersebut semakin terasa.
"Aku ngerasa lagu Cahaya Hati ini memang corenya Srikandi, tempatnya dia membagikan semangat ke pasukannya maupun semangat ke para penonton," ujarnya.
Komposisi “Cahaya Hati” digarap Eross Candra dengan memadukan karakter musik populer dan nuansa musikal Nusantara.
Eross mengatakan lagu tersebut dikembangkan bersamaan dengan proses pengembangan cerita Hikayat Srikandi Nusantara.
"Cahaya Hati dibuat di tengah proses pengembangan cerita Hikayat Srikandi Nusantara. Sejak awal kami berdiskusi bersama tim kreatif mengenai karakter, emosi, dan perjalanan yang ingin dibangun di atas panggung," kata Eross.
Menurutnya, tantangan menciptakan lagu untuk pertunjukan musikal berbeda dengan membuat sebuah single karena musik harus dapat mengikuti perkembangan cerita.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan Elwin Hendrijanto melalui perpaduan orkestra, paduan suara, musik pop dan instrumen tradisional Indonesia.
Musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring adegan, tetapi juga menjadi penghubung emosi dari satu babak ke babak lainnya.
Produksi Pagelaran Sabang Merauke tahun ini melibatkan sekitar 1.700 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 387 penari dari berbagai daerah di Indonesia yang akan membawakan 104 koreografi karya 11 tim koreografer.
Pertunjukan juga melibatkan 15 penyanyi nasional dan satu grup band, paramusisi yang memainkan 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara serta 60 musisi orkestra.
Sebanyak 28 lagu daerah dan nasional akan dihadirkan dalam pertunjukan.
Dari sisi busana, produksi melibatkan sanggar dari berbagai daerah dan 16 desainer Indonesia yang menyiapkan lebih dari 1.500 kostum tradisional, kontemporer dan etnik Nusantara.
Selain “Cahaya Hati”, penonton juga akan mendengarkan sejumlah karya lain seperti “Inspirasi Diri & Lantunan Satu Bangsa” dan “Maha Dewi” yang telah diaransemen ulang mengikuti konsep musikal Hikayat Srikandi Nusantara.
Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara akan digelar pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.