TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut) yang berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 10-12 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi BMKG yang dipublikasikan pada Senin (10/8/2026) pukul 08.15 Wita, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam kategori Waspada, Siaga maupun Awas untuk potensi hujan sedang hingga ekstrem.
Namun, BMKG memberikan peringatan dini angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.
Baca juga: Gempa Bumi Terkini di Sulut Senin 10 Agustus 2026, Info BMKG Magnitudo dan Lokasinya
Senin, 10 Agustus 2026:
Kota Manado
Kota Bitung
Minahasa Utara
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Kepulauan Sangihe
Kepulauan Talaud
Selasa, 11 Agustus 2026:
Kota Bitung
Minahasa Utara
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Kepulauan Sangihe
Kepulauan Talaud
Rabu, 12 Agustus 2026:
Kota Bitung
Minahasa Utara
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Kepulauan Sangihe
Kepulauan Talaud
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi angin kencang, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini