TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tragedi drag race maut terjadi di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara. Insiden tersebut terjadi saat kegiatan drag race pada Minggu (9/8/2026).
Tabrakan mobil dalam ajang tersebut membuat sejumlah penonton menjadi korban.
Hingga Minggu malam, tujuh orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Sementara itu, sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Para korban dirawat di RSUD Kotamobagu di Kelurahan Pobundayan dan RSUD Monompia.
Namun, jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah pada Senin (10/8/2026) dini hari.
Satu korban yang sebelumnya mengalami luka berat di RSUD Monompia akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Korban tersebut diketahui bernama Ali Jojang, warga Desa Bilalang 4.
Dengan tambahan tersebut, total korban meninggal dunia dalam tragedi drag race ini menjadi delapan orang.
Sementara korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang berbeda-beda.
Pihak panitia Tournament Drag Race pun menyatakan siap bertanggung jawab terhadap para korban, termasuk biaya pengobatan.
Baca juga: Sengketa Lahan SDN 026 Bojongloa Bandung Berlangsung sejak 2000-an, Sudah 3 Kali Digembok Ahli Waris
Seperti diketahui, ketujuh korban tersebut dari dua rumah sakit berbeda yakni 5 orang di RSUD Kotamobagu Kelurahan Pobundayan dan 2 di RSUD Monompia.
Terbaru, pada dini hari tadi satu korban luka berat di RSUD Monompia juga dinyatakan meninggal.
"Dini hari tadi 1 korban luka berat yang ditangani dan dalam perawatan RSUD Monompia juga sudah meninggal," ucap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kotamobagu Wahdania Mantang.
Korban kedelapan laki-laki asal Desa Bilalang 4.
"Korban meninggal dunia yakni Ali Jojang warga Desa Bilalang 4," jelasnya.
Berikut identitas para korban meninggal:
1. Januni Pusung: perempuan, 35 tahun. Alamat, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolmong
2. Harianti Mokoginta: perempuan. Alamat: Bilalang 3, Kabupaten Bolmong
3. Lisma Mokoginta: perempuan, 38 tahun. Alamat: Bilalang III, Bolmong
4. Ali Ponamon: laki laki, 65 tahun. Alamat: Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: perempuan, 74 tahun. Alamat: Bilalang 3, Bolmong
6. Nilawati Mokodongan: perempuan. Alamat: Pontodon Induk, Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: perempuan. Alamat: Bilalang, Bolmong
8. Ali Jojang, Laki-laki, Alamat Bilalang 4.
Korban Luka:
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong
1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)
2. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
3. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)
4. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)
5. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)
6. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB) .
7. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu
1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
Di tengah tragedi maut tersebut, pihak panitia menyatakan tidak akan menghindar dari tanggung jawab.
Ketua Panitia Tournament Drag Race, Lucky Sugeha, mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi para korban yang masih menjalani perawatan.
Ia mengatakan panitia siap bertanggung jawab terhadap para korban, termasuk menanggung biaya pengobatan.
“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,” ujar Lucky Sugeha.
Lucky terlihat terpukul saat berada di rumah sakit.
Musibah yang terjadi dalam kegiatan tersebut membuat sejumlah penonton menjadi korban, bahkan merenggut tujuh nyawa.
Lucky kembali menegaskan sikap panitia atas kejadian tersebut.
“Intinya kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” ucapnya.
(TribunNewsmaker.com/TribunManado)