Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa Hadiri Masa Pengenalan Sekolah Nasional Terintegrasi
Aldi Ponge August 10, 2026 02:45 PM

TRIBUNGORONTALO.COM-- Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa menjadi inspektur upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026)

Sekda Iwan Mustapa, mendorong 80 siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Bone Bolango untuk berani, optimis, saling menghormati dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Terinformasi 40 SMPN dan 40 SMAN yang masuk dalam sekolah program nasional tersebut. 

Iwan mengajak para siswa yang telah terpilih menjadi peserta didik SNT untuk memiliki keberanian dalam menjalani proses pendidikan.

"Be brave. Jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk bertanya, jangan takut untuk mencoba," kata Iwan di hadapan para peserta. 

Menurut Iwan, keberanian untuk bertanya dan mencoba menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Ia mengingatkan para siswa bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh nilai dan ijazah.

"Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh nilai dan ijazah," bebernya.

Lebih jauh, ia menyebutkan, sekolah menjadi tempat bagi siswa untuk menemukan potensi diri, membangun persahabatan, belajar menghargai perbedaan, melatih kedisiplinan dan membangun karakter.

"Sekolah adalah tempat kalian menemukan potensi diri, membangun persahabatan, belajar menghargai perbedaan, melatih kedisiplinan, membangun karakter dan mempersiapkan diri kalian menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, yaitu generasi emas 2045," tutur Iwan.

Oleh karena itu, Iwan meminta para siswa memanfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya.

"Saya ingin kalian memiliki satu keyakinan, bahwa saya bisa, saya berharga dan saya punya masa depan," katanya.

Selain keberanian, Iwan menekankan pentingnya sikap optimistis kepada para siswa.

Ia meminta siswa percaya terhadap kemampuan diri masing-masing dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama proses pendidikan.

"Be optimistic. Kalian harus yakin bahwa kalian bisa," ujar Iwan.

Ia juga mengaitkan keyakinan tersebut dengan nilai keagamaan.

Ia mengaku, seseorang harus memiliki keyakinan positif terhadap kemampuan dirinya sekaligus tetap berusaha dengan sungguh-sungguh.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Bangun karakter. Hormati guru, sayangi teman, jaga lingkungan," kata Iwan.

Ia kemudian mengajak siswa menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bahasa Inggris, sikap tersebut dapat disebut "be respectful".

"Jadi hormati teman-teman, hormati guru, hormati lingkungan, hormati alam," tuturnya.

Iwan mengatakan sikap saling menghormati dan menghargai merupakan bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

"Saya yakin kalau kalian bisa melakukan itu, saling menghormati dan saling menghargai, insya Allah kalian menjadi anak-anak yang sukses, yang insya Allah bermanfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Ia membeberkan kemajuan Bone Bolango tidak hanya lahir dari pembangunan fisik.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan daerah.

"Karena Bone Bolango juara tidak lahir hanya dari pembangunan fisik," kata Iwan.

Ia menilai Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, sehat, kreatif dan percaya diri.

"Indonesia juara lahir dari anak-anak yang cerdas, berkarakter, sehat, kreatif dan percaya diri," ujarnya.

UPACARA --Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat menjadi pembina upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).
UPACARA --Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat menjadi pembina upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026). (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Sekadar informasi. Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program pemerintah pusat yang diarahkan untuk memperluas pemerataan pendidikan bermutu di berbagai daerah.

Pada tahun ajaran 2026/2027, program tersebut hadir di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bone Bolango. Sebanyak 80 siswa menjadi peserta didik SNT Bone Bolango setelah mengikuti proses seleksi.

Iwan menyebut para siswa tersebut sebagai anak-anak yang telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan di SNT.

"Adik-adik adalah orang-orang yang terpilih masuk dalam Sekolah Nasional Terintegrasi," ujarnya.

Dalam amanatnya, Iwan juga menyoroti perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Menurutnya, generasi muda harus mampu mengikuti perubahan tersebut.

"Ini sudah zaman transformasi teknologi. Teknologi luar biasa," kata Iwan.

Ia meminta siswa memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Adik-adik juga harus be adaptive. Harus adaptive dengan perkembangan-perkembangan," ujarnya.

Dalam bahasa Inggris, "be adaptive" dapat digunakan untuk menggambarkan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Iwan menilai kemampuan tersebut penting karena para siswa akan menghadapi dunia yang terus berubah.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mendukung kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi di daerah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Kehadiran SNT memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk memperoleh pengalaman pendidikan yang dirancang dengan pendekatan pembelajaran bermutu.

Ia menyebut SNT Bone Bolango sebagai bagian dari program nasional yang diharapkan memberikan kesempatan pendidikan berkualitas kepada para siswa.

"Jadi ini yang pertama di Gorontalo, Sekolah Nasional Terintegrasi," ujar Iwan.

Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan upacara berlangsung di halaman depan BPMP Gorontalo. 

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Bone Bolango, Kepala BPMP, Kepala Bahasa Gorontalo dan sejumlah pimpinan OPD dan pihak-pihak terkait.

Tampak sekitar pukul 07.30 Wita, dengan cuaca cerah siswa-siswi mulai berjalan ke lapangan yang menjadi lokasi upacara.

Terlihat senyum di wajah mereka karena sebentar lagi akan masuk ke sekolah baru, mereka kan dididik dan diajarkan dengan baik.

Diketahui ada 12 guru-guru terbaik dari berbagai kampus di Indonesia akan mengajarkan mereka selama lima bulan yang sudah diseleksi dengan ketat.

Kemudian kegiatan itu akan dilanjutkan dengan pembukaan dengan resmi MPLS Seluruh Indonesia. (*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.