SURYA.co.id, GRESIK - Seekor anjing ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di tengah area persawahan Jalan Raya Bringkang, Kavling Bintang Muda, Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).
Anjing tersebut berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.
Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena tali yang melilit lehernya tersangkut pada sebatang kayu sehingga membuatnya tidak bisa bergerak bebas.
Khawatir keberadaan anjing tersebut membahayakan siswa yang masih beraktivitas di sekitar sekolah, seorang guru kemudian melaporkan temuan itu melalui layanan darurat 112.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik.
Agung, guru MI Citra Taman Siswa, merupakan salah satu orang yang mengetahui keberadaan anjing tersebut sejak pagi.
Ia kemudian berinisiatif mencari pemiliknya. Agung mendatangi sejumlah petani yang berada di sekitar persawahan untuk menanyakan apakah anjing tersebut milik mereka.
Namun, tidak seorang pun yang mengaku sebagai pemilik.
Karena anjing berada cukup dekat dengan lingkungan sekolah dan dikhawatirkan berkeliaran ketika siswa masih beraktivitas, Agung akhirnya meminta bantuan melalui layanan call center 112.
Laporan tersebut diteruskan kepada personel Pos Damkar Menganti.
Mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan rescue.
Sesampainya di area persawahan, petugas terlebih dahulu mengecek kondisi sekitar. Dari pemeriksaan tersebut diketahui tali yang melilit leher anjing tersangkut pada kayu.
Petugas kemudian menyiapkan sejumlah peralatan, termasuk kandang dan alat jerat, untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman.
Setelah beberapa tahapan dilakukan, personel Damkar Gresik akhirnya berhasil mengamankan dan mengevakuasi anjing tersebut.
Kepala Dinas Damkarla Gresik Suyono mengatakan, petugas bergerak setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan 112.
Menurutnya, petugas tidak langsung melakukan evakuasi, tetapi terlebih dahulu memastikan kondisi lokasi dan posisi anjing agar proses penyelamatan tidak membahayakan petugas maupun hewan tersebut.
"Setelah menerima laporan melalui 112, personel Pos Damkar Menganti langsung menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pengecekan kondisi di lapangan untuk menentukan metode evakuasi yang aman," ujar Suyono.
Setelah kondisi dinilai aman, petugas menggunakan alat jerat untuk mengevakuasi anjing yang terlilit tali tersebut.
"Setelah peralatan disiapkan, petugas menggunakan jerat dan berhasil mengevakuasi anjing dengan aman," imbuhnya.
Proses evakuasi rampung sekitar pukul 11.14 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Setelah proses penyelamatan selesai, personel kembali ke Pos Damkar Menganti untuk melanjutkan kesiapsiagaan.
Kasus penyelamatan anjing tersebut menjadi salah satu bentuk layanan rescue yang dilakukan Damkar Gresik.
Berdasarkan laporan Dinas Damkar Gresik, hingga Senin (10/8/2026), sepanjang Agustus 2026 tercatat 28 kejadian kebakaran dan 44 kejadian penyelamatan atau rescue.
Suyono menjelaskan, tugas petugas pemadam kebakaran tidak sebatas menangani kobaran api.
Petugas juga diterjunkan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kondisi yang membutuhkan proses penyelamatan.
"Damkar tidak hanya menangani kebakaran. Ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan bantuan penyelamatan, petugas juga siap memberikan layanan rescue," pungkasnya.