Update Investigasi Paper 'Nobel MBG', Mendikti: Tak Hanya Catut Nama, Gelar Juga
GH News August 10, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto beri informasi terbaru terkait perkembangan investigasi makalah yang dikabarkan mencatut nama Presiden Prabowo Subianto. Makalah tersebut mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk ke dalam nominasi Nobel Perdamaian 2026.

Sebelumnya, Mendikti Brian telah membentuk tim khusus untuk melakukan penelusuran sejak 4 Agustus 2026. Per pagi ini, Senin (10/8/2026), Brian telah mendapatkan laporan dari tim khusus tersebut yang terdiri dari Inspektorat Jenderal (Irjen) dan beberapa dosen.

Pada laporan tersebut, Brian menyatakan sudah mendapat konfirmasi bila penulis utama memang mencatut nama Presiden Prabowo Subianto dan penulis lainnya. Pernyataan ini akan dikonfirmasi lebih lanjut ke semua penulis.

"Jadi kami sudah mendapatkan laporan bahwa penulis utama memang mencatut nama beberapa peneliti, nama yang tercantum. Baik pada buku, , maupun jurnal, itu yang bersangkutan mengakui bahwa mencatut nama, tidak mendapatkan izin," tutur Brian.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri acara penghargaan Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Akan Konfirmasi Langsung ke Penulis

Ke depan, Kemdiktisaintek disebutnya akan melakukan konfirmasi langsung ke semua penulis. Pada penelusuran awal, para penulis menyatakan tidak mengetahui riset tersebut apalagi memberikan persetujuan.

Tak hanya nama yang dicatut, Brian juga menemukan penyalahgunaan penulisan gelar, seperti profesor dan doktor. Beberapa nama penulis yang memiliki gelar tersebut ternyata belum mendapatkannya secara resmi.

"Termasuk juga bahwa ada sebutan profesor, doktor, itu ternyata belum mendapatkan gelar itu," bebernya.

Brian menekankan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut terkait kasus ini. Jika memang ada pelanggaran, Brian mengatakan komisi etik akan mengambil tindakan.

DD Belum Profesor-Bukan Dosen

Kemendiktisaintek sebelumnya menyatakan sedang melakukan penelusuran terhadap kampus penulis utama makalah tersebut yang berinisial DD. Hasilnya, DD telah membuat surat pernyataan dan menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa tersebut.

"Tim kemudian juga telah menelusuri status penulis utama tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, DD belum menyandang jabatan akademik guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen pada perguruan tinggi," bunyi keterangan tertulis Kemendiktisaintek dalam laman resminya, Kamis (7/8/2026).

"Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan baru menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu yang lalu," lanjutnya.

Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023 lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.