TRIBUNMATARAMAN.COM, BOJONEGORO – Video sebuah rumah yang dihancurkan menggunakan alat berat ekskavator viral di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.
Rumah tersebut berada di Dusun Sukorame, Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Peristiwa itu disebut terjadi pada Minggu (9/8/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat sebuah ekskavator merobohkan bangunan rumah secara bertahap hingga menarik perhatian warga sekitar yang menyaksikan langsung proses pembongkaran tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan rumah tersebut berkaitan dengan mantan Kepala Dusun Sukorame.
Baca juga: Kasus Bullying Pelajar Doko Blitar Jadi Atensi, Dispendik Minta Sekolah Sediakan Layanan Psikologi
Pembongkaran diduga dilakukan setelah terjadinya persoalan pembagian harta gono gini pasca perceraian.
Selain itu, beredar pula informasi bahwa perpisahan pasangan tersebut diduga dipicu adanya hubungan dengan perempuan lain. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti pembongkaran rumah tersebut.
Sejumlah warga tampak merekam proses penghancuran rumah menggunakan telepon genggam. Video-video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam salah satu video yang beredar, terdengar suara warga yang memberikan komentar saat proses pembongkaran berlangsung.
“Omah e Kamituwa Purwoasri, Bojonegoro”
“Hati hancur, bego meluncur”
“Selingkuh”
Video tersebut kemudian menuai berbagai respons dari pengguna media sosial. Banyak warganet menyoroti alasan pembongkaran rumah, sementara sebagian lainnya mengkhawatirkan dampak penggunaan alat berat terhadap bangunan di sekitar lokasi.
Di kolom komentar berbagai unggahan video, warganet memberikan tanggapan yang beragam terkait peristiwa tersebut.
Salah satu komentar menyoroti potensi dampak penggunaan ekskavator terhadap lingkungan sekitar.
“Rumah dihancurkan dengan alat berat apa ga mikir dampak getaran alat berat terhadap rumah sekitarnya? Kalau ada rumah yg terdampak siapa yg tanggung jawab?”
“Cinta itu penuh drama..”
“Lika liku rumah tangga”
“Mirisnya malah dijadikan tontonan”
“ketika rasa sakit di hati begitu menyakitkan.. logika apa pun tidak bisa menyelamatkan..”
“tak dukung mbak e”
“lho layyo ws kelangan bojo kelangan omah kelangan dhuwet sisan nggo nyewo alat berat hadehh”
(Dewi Larasati/Tribunmataraman.com)