TRIBUNSTYLE.COM - Sosok dan profil dr Tamara Dewi Jasmine ikut menjadi perhatian setelah terseret polemik pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan. Dokter yang diketahui menjadi mitra RSU Pusri Palembang itu kini harus menerima konsekuensi setelah rumah sakit memutus kerja sama akibat komentar yang dilontarkan di media sosial.
Dokter Tamara Dewi Jasmine diketahui belum lama bergabung sebagai dokter mitra di RSU Pusri Palembang yang berlokasi di Jalan Mayor Zen, Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang.
Berdasarkan informasi yang beredar, Tamara baru sekitar dua bulan lebih menjalankan tugas di sana.
Ia tercatat mulai menjadi mitra RSU Pusri Palembang sejak Mei 2026.
Namanya kemudian ikut terseret setelah komentar yang ditulisnya terhadap Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik.
Polemik tersebut bahkan berdampak pada RSU Pusri Palembang.
Baca juga: Terungkap Rumah Sakit Tempat Pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan Dirawat, Kemenkes Beri Penjelasan
Warganet ramai-ramai menyerbu akun rumah sakit dan memberikan ulasan bintang satu.
Akibatnya, rating RSU Pusri Palembang mengalami penurunan.
"Imbas perbuatan dokter Tamara membuat rating rumah sakit menjadi turun menjadi bintang 3,9," Humas RS Pusri Palembang Diah Dwi Anugrah, dikutip dari Kompas.com.
Diah juga membenarkan bahwa pihak rumah sakit telah mengakhiri kerja sama dengan Tamara.
Keputusan itu diambil setelah manajemen mendengarkan klarifikasi dari dokter yang bersangkutan.
Komentar dr Tamara Dewi Jasmine terhadap Yurizal menjadi salah satu pemicu kemarahan publik.
Pernyataannya dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi pasien BPJS.
Meski Yurizal tidak menjalani perawatan di RSU Pusri Palembang, komentar Tamara ikut membawa dampak terhadap tempatnya bekerja.
Warganet kemudian ramai mencari informasi mengenai sosok sang dokter.
Adapun komentar dr Tamara Dewi Jasmine yang paling banyak disorot yakni:
"Mending banyakin duit halal daripada bayakin bacot. Biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta. Dan bisa berpendidikan biar akhlak tidak minus, dan tidak playing victim,"
Baca juga: Adik Jadi Saksi Bagaimana Traumanya Yurizal Baca Komentar Jelang Hari Kematian: Saya Marah Banget
Komentar itu memicu reaksi keras dari warganet. Sorotan terhadap Tamara pun semakin meluas hingga latar belakang dan perjalanan profesinya ikut menjadi perhatian.
dr. Tamara Dewi Jasmine diketahui merupakan dokter asal Palembang, Sumatera Selatan.
Sejumlah informasi yang beredar menyebut dirinya pernah menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jambi.
Sepanjang perjalanan karier, Tamara disebut pernah menjalankan tugas di sejumlah fasilitas kesehatan.
Beberapa di antaranya adalah sebagai dokter poli umum dan rawat inap di Klinik Graha Medis Cilamaya, Jawa Barat.
Ia juga pernah menjadi dokter jaga IGD dan rawat inap di RSIA Ibnu Sina. Selain itu, Tamara pernah bertugas sebagai dokter in-house clinic di PT Koito, kawasan Indotaisei, Karawang.
Namanya juga pernah dicantumkan sebagai Ketua Komite Mutu dan Direktur Pelayanan Medis di RSIA Ibnu Sina Jakarta.
Setelah komentarnya ramai diperbincangkan, dr Tamara Dewi Jasmine kemudian menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui telah khilaf saat menuliskan komentar terhadap Yurizal.
"Di sini saya mau meminta maaf. Yang pertama kepada Tuhan, saya mohon ampun atas dosa, salah, dan khilaf saya selama ini. Yang kedua, saya minta maaf kepada warga Threads atas tulisan saya yang menyinggung hati warga Threads," tutur dr. Tamara dalam video unggahannya, dikutip Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Keluarga Fokus Doakan Yurizal, Terbuka Jika Nakes Nyinyir ke Rumah Minta Maaf: Gak Akan Marah-marah
Permintaan maaf tersebut juga ditujukan kepada masyarakat Indonesia, institusi yang tersinggung, keluarga, kerabat, hingga rekan-rekannya. Tamara menyadari perbuatannya turut memberikan dampak kepada pihak lain.
"Yang ketiga, saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Yang keempat, saya minta maaf kepada institusi yang saya singgung, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Yang kelima, karena yang saya tulis adalah murni dari diri saya sendiri, maka dari itu saya memohon maaf kepada keluarga, kerabat, dan rekan-rekan saya serta institusi yang menaungi saya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena hal itu mereka jadi terdampak," lanjutnya.
Tamara menyebut kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya.
Ia berharap kontroversi yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki diri ke depannya.
"Hal ini menjadi pembelajaran untuk saya, dan insyaallah akan menjadi perbaikan untuk saya ke depannya. Terima kasih, Wassalamu'alaikum wr. wb.," tutupnya. (Tribun Style/Tribun Medan)