TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Penyelenggaraan drag race mobil di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara (Sulut) berujung maut. Delapan orang meninggal dunia akibat mobil Honda Jazz yang dikendarai pebalap Tian Ngantung dari tim Pangeran 05 McJoe pada kelas Free For All (FFA) mengalami crash setelah melewati garis finis dan kemudian menabrak penonton yang berada di sisi lintasan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Korban Tewas Drag Race Maut di Upai Kotamobagu Bertambah Jadi 8 Orang
Beberapa korban diantaranya adalah kakak beradik Rina Longkun dan Risna Longkun. Kedua warga Bilalang Tiga Utara, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara tersebut menjadi korban.
Risna Longkun dipastikan meninggal dunia dalam tragedi drag race maut, Minggu 9 Agustus 2026. Wanita yang akrab disapa Mama Enjel ini dimakamkan pada Senin 10 Agustus 2026 di Kecamatan Bilalang.
Sedangkan adiknya yang bernama Rina Longkun masih mendapatkan perawatan di RS Kandouw Kota Manado. Menurut penuturan keluarga, kedua kakak-beradik ini pergi menonton balapan bersama salah satu korban lain bernama Lisma Mokoginta.
"Mereka menonton balapan itu bertiga, dan dua orang meninggal tersambar mobil," ucap Yunny salah seorang keluarga saat ditemui di rumah duka.
Ia membeberkan korban yang tewas dalam peristiwa tersebut adalah sang kakak.
Sedangkan adiknya yang bernama Rina Longkun masih di Manado.
"Adiknya masih dirujuk ke Manado, kaki kanannya patah," ucap dia.
Kepergian Risna Longkun diiringi tangis haru oleh keluarganya.
"Yang saya ingat, dia (Risna) hanya pamit untuk nonton balapan. Tapi tak menyangka akan jadi seperti ini," tuturnya lagi.
Pihak keluarga pun menuntut adanya tanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Mereka meminta agar kasus ini diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
"Kami berharap ada keadilan, karena kehilangan ini sangat menyakitkan," tegasnya.
Satreskrim Polres Kotamobagu kini menangani kasus tersebut, sementara aspek keamanan lintasan dan tanggung jawab penyelenggara turut menjadi perhatian publik.
Turnamen drag race tersebut tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian Ngantung awalnya melaju normal di lintasan balap. Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.
Namun setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil Honda Jazz tersebut mengalami crash dan keluar dari jalur hingga menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.
Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban jiwa dan luka-luka. Pasca-insiden, pelaksanaan drag race langsung dihentikan dan para korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga telah mengamankan mobil Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung.
Kendaraan tersebut kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu untuk kepentingan penyelidikan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Korban Tewas Drag Race Maut di Upai Kotamobagu Bertambah Jadi 8 Orang
Ketua panitia drag race, Lucky Sugeha, sempat mendatangi para korban di rumah sakit. Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas musibah tersebut dan akan menanggung biaya pengobatan para korban.
Mayoritas korban meninggal dunia dan luka-luka berasal dari Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolaang Mongondow, Ma'rief Mokodompit, mengatakan dari tujuh korban meninggal dunia, lima di antaranya berasal dari wilayah Kecamatan Bilalang.
"Untuk korban meninggal di Kecamatan Bilalang ada 5 orang dan luka berat 4 orang," ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolaang Mongondow Ma'rief Mokodompit.(*)