Lahan Sawah SBT Capai 3.802 Hektare, Produksi Beras Diproyeksi 14 Ribu Ton per Tahun
Ode Alfin Risanto August 10, 2026 05:46 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mulai melihat peluang besar untuk mewujudkan swasembada beras dari sektor pertanian daerah.

Potensi tersebut ditopang oleh luas lahan sawah yang terus bertambah melalui program ekstensifikasi pertanian yang dilaksanakan pada 2026.

Kepala Dinas Pertanian SBT M. Sofyan Waraiya mengatakan, saat ini SBT telah memiliki lahan sawah seluas 2.440 hektare.

Baca juga: Sawah 5 Hektare di Aki Jaya Panen Perdana, Fachri: Potensi Pertanian SBT Besar

Baca juga: Tingkatkan Literasi Keimigrasian, UNY Rangkul Naresuan University Thailand Bentuk Kader Young Blood

Lahan tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten SBT Nomor 6 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki luas lahan sawah sebanyak 2.440 hektare yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunambon.com, Senin (10/8/2026).

Namun, luas tersebut masih berpotensi bertambah setelah SBT mendapatkan alokasi program cetak sawah rakyat pada tahun ini.

Sofyan menyebut SBT memperoleh alokasi cetak sawah rakyat seluas 1.362 hektare dari total alokasi Provinsi Maluku yang mencapai 1.453 hektare.

“Di tahun 2026 ini juga melalui program ekstensifikasi lahan pertanian, Kabupaten Seram Bagian Timur dialokasikan sebanyak 1.362 hektare lahan cetak sawah rakyat,” bebernya.

Tambahan lahan tersebut membuat luas lahan baku sawah di Kabupaten SBT diproyeksikan mencapai 3.802 hektare.

Besarnya luas lahan itu dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi padi sekaligus memenuhi kebutuhan beras masyarakat.

Sofyan bahkan memproyeksikan produksi beras SBT dapat mencapai 14.000 ton per tahun apabila 2.000 hektare lahan baku sawah dapat ditanami padi dalam satu tahun.

“Jika total lahan baku sawah ini ditanami padi sawah seluas 2.000 hektare dalam satu tahun, maka produksi beras kita dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 14.000 ton per tahun,” jelasnya.

Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah optimistis SBT tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dari hasil produksi lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap program swasembada pangan nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.