BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Perayaan bulan Maulid di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ikut memengaruhi harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Pasar Keramat Barabai.
Tingginya permintaan masyarakat selama bulan Maulid membuat harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Di antaranya beras, daging ayam, bawang merah hingga terong.
Kondisi tersebut diketahui saat Gubernur Kalsel Muhidin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Bupati HST Syamsul Riza dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel Haris Munandar meninjau Pasar Keramat Barabai, Senin (10/8/2026).
Dalam peninjauan itu, Muhidin tidak sekadar melihat kondisi pasar. Ia berinteraksi langsung dengan pedagang dan menanyakan harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk beras.
Seorang pedagang menyampaikan harga beras untuk jenis tertentu mulai mengalami kenaikan. Pedagang berharap kenaikan tersebut tidak semakin meluas karena berpotensi membuat pembeli berkurang.
“Kami pedagang minta tolong Pak Gubernur agar harga beras yang jenis lain tidak naik. Soalnya kalau naik, pembelinya sepi,” ungkap pedagang.
Kepada Muhidin, pedagang juga menyebut meningkatnya kebutuhan masyarakat selama peringatan bulan Maulid menjadi salah satu faktor naiknya permintaan.
Meski demikian, pedagang masih terbantu dengan adanya pasokan beras dari Bulog. Beras tersebut dijual dengan harga yang telah ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mendengar keluhan pedagang, Muhidin meminta Bulog memastikan pasokan beras ke pasar tetap lancar dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita hari ini melakukan kunjungan dan cek langsung ke Pasar Barabai. Setelah kita tanya langsung ke pedagang, kenaikan harga beberapa bahan pokok ini disebabkan saat ini masyarakat di sini memperingati bulan Maulid,” kata Muhidin.
Ia berharap pasokan bahan pokok, termasuk beras SPHP Bulog, tetap terjaga sehingga kenaikan harga tidak semakin tinggi.
Muhidin juga menyebut dalam waktu dekat akan ada beras khusus yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten HST, yakni beras Mayang Bupati. Kehadiran beras tersebut diharapkan turut membantu menjaga ketersediaan beras di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel H Bagiawan mengatakan, pasokan beras SPHP Bulog untuk pedagang di HST saat ini mencapai sekitar dua ton per pedagang setiap pekan.
“Untuk pasokan beras di Kabupaten HST dari Bulog, setiap pedagang setiap minggu menerima dua ton beras SPHP yang harganya sudah ditentukan Bulog,” jelasnya.
Menurut Bagiawan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok tidak terlepas dari meningkatnya permintaan selama bulan Maulid.
“Kita akui kenaikan harga ini karena bertepatan dengan bulan Maulid di Kabupaten HST. Permintaan tinggi, sedangkan jumlah pasokan barang terjadi kekurangan,” ujarnya.
Pemprov Kalsel, lanjut dia, akan menambah pasokan serta terus menggelar operasi pasar murah untuk menjaga harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan agar momentum bulan Maulid tidak turut mendorong lonjakan harga bahan pokok yang lebih tinggi di pasar. (*)