Laporan Wartawan TribunGayo.com Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Aksi pencurian hewan ternak kian marak dan meresahkan warga di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh dalam beberapa bulan terakhir.
Lima warga Desa Rema, Kecamatan Kutapanjang, kabupaten setempat melaporkan kehilangan ternak berupa sapi dan kerbau dari kandang mereka.
Kasus pencurian ternak terakhir terjadi pada Minggu (9/8/2026) malam di kawasan jalur dua Blangsere yang hanya berjarak beberapa meter dari kantor Satpol PP dan Mapolres Gayo Lues .
Salah seorang korban, Sulaiman, menceritakan bahwa seekor indukan kerbau miliknya yang tengah hamil tua digondol dan langsung disembelih oleh komplotan pencuri di pinggir jalan.
“Di lokasi ditemukannya sebilah tali warna putih, isi perut kerbau, serta tumpukan darah tepat di bawah pohon pinus,” ujar Sulaiman, Senin (10/8/2026).
Padahal, di dalam kandang tersebut terdapat empat ekor kerbau.
Namun, pelaku memilih mengeksekusi satu indukan yang diperkirakan akan melahirkan dalam waktu satu bulan ke depan.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Gayo Lues.
Selain Sulaiman, empat warga Desa Rema lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Mereka kehilangan ternak dalam waktu berdekatan yaitu Ibrahim satu ekor kerbau jantan.
Kemudian Dahman satu ekor indukan sapi, M Yunus satu ekor indukan kerbau dan Kalim satu ekor indukan kerbau.
"Pencurian ternak dalam beberapa bulan terakhir ini sangat marak.
Masih banyak korban lain dari berbagai desa di Gayo Lues yang juga kehilangan hewan peliharaannya," ungkap Kalim.
Dahman dan keluarganya menduga aksi pencurian ini dilakukan oleh komplotan terorganisasi dengan pembagian peran yang rapi.
Mereka meyakini daging hasil curian tidak dibawa keluar daerah, melainkan dipasarkan di wilayah Gayo Lues saja.
Jaringan ini diduga memiliki peran yang terpisah, mulai dari pencarian lokasi, penangkap dan penyembelih, pengangkut, penampung (penadah), hingga pihak yang berperan sebagai donatur operasional.
Masyarakat mendesak aparat kepolisian segera mengungkap sindikat pencurian ternak yang kian meresahkan tersebut.
Karena merasa cemas, sejumlah pemilik ternak bahkan mulai memasang jebakan di sekitar kandang untuk menangkap pelaku, meski sejauh ini upaya mandiri warga tersebut belum membuahkan hasil. (*)
Baca juga: Harga Bawang Merah di Gayo Lues Anjlok Ditengah Memasuki Musim Panen Raya
Baca juga: Pasok Ganja 2 Kg dari Kutacane ke Gayo Lues, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
Baca juga: Pascabencana Wapres Gibran Rakabuming Raka Sudah Dua Kali ke Gayo Lues