TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keributan pecah di Kompleks BTN Cilellang Mas, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setelah warga menggerebek sebuah rumah pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.
Penggerebekan itu berujung pada aksi kekerasan terhadap seorang pria berinisial JR (30). Ia diduga berada di dalam rumah seorang perempuan berinisial NI yang diketahui masih berstatus sebagai istri orang.
Momen keributan tersebut bahkan sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman, JR terlihat menjadi sasaran pukulan seorang pria yang diduga merupakan pihak keluarga suami NI.
Beberapa warga berupaya menghentikan aksi tersebut. Namun, JR disebut tetap mendapat pukulan dan tendangan sebelum akhirnya petugas kepolisian datang ke lokasi.
Sebelum keributan terjadi, warga mengaku telah mencurigai aktivitas di rumah NI. Pasalnya, rumah tersebut disebut beberapa kali didatangi pria yang tidak dikenal.
Kecurigaan semakin kuat lantaran suami NI diketahui sedang bekerja di Kota Palopo.
"Warga memang sudah curiga rumah itu sering didatangi pria tak dikenal. Sementara suami yang punya rumah diketahui bekerja di Kota Palopo. Jadi tadi malam digerebek warga bersama keluarganya suaminya," ungkap AN, seorang warga setempat meminta identitasnya untuk disembunyikan saat dikonfirmasi via telepon.
Warga kemudian mendatangi rumah tersebut dan mengetuk pintu. Saat itu, seseorang yang berada di dalam rumah disebut sempat mengintip melalui kaca jendela.
Warga kemudian mendapati seorang pria berada di dalam rumah tanpa mengenakan baju dan disebut tengah membenahi celananya.
Baca juga: Dikira Selingkuhan Suami Ternyata Bukan, Wanita Hamil Tewas karena Emosi Istri Gerebek Kamar Hotel
Situasi seketika memanas. Pria yang disebut sebagai suami NI kemudian masuk ke dalam rumah dalam kondisi emosi hingga JR menjadi sasaran amukan.
Polisi Amankan JR dari Amukan Susulan
Keributan akhirnya mendapat perhatian aparat. Personel Sat Intelkam Polres Bone yang menerima laporan segera menuju lokasi.
JR kemudian diamankan polisi ke tempat yang lebih aman guna mencegah terjadinya aksi kekerasan lanjutan dari pihak keluarga.
Sementara itu, polisi masih mendalami keseluruhan kejadian. Sejumlah orang yang berada di lokasi akan dimintai keterangan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara lebih jelas.
Penyidik juga masih menelusuri alasan JR berada di rumah tersebut serta memastikan kronologi hingga terjadinya dugaan penganiayaan. (TribunNewsmaker/BanjarmasinPost)