Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Presiden Prabowo, Ini Jejak Kariernya
khairunnisa August 10, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Simak profil hingga jejak karir Destry Damayanti.

Sosok Destry tengah ramai diperbincangkan lantaran Presiden Prabowo Subianto mengajukannya sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. 

Sebelumnya diketahui, Destry adalah Pejabat Gubernur Sementara BI menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyerahkan Surat Presiden (Surpres) mengenai pengajuan calon Gubernur BI kepada pimpinan DPR RI pada Senin (10/8/2026). 

Prasetyo menyebut Destry merupakan satu-satunya nama yang diajukan Presiden. 

"Namanya tunggal ya, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti. Yang sekarang beliau menjabat sebagai penjabat gubernur sementara," kata Prasetyo setelah menyerahkan Surpres di Kompleks Parlemen, Jakarta. 

Pengajuan Destry selanjutnya akan masuk ke proses di DPR. 

Berdasarkan Undang-Undang Bank Indonesia, Gubernur BI diusulkan dan diangkat Presiden dengan persetujuan DPR. 

Presiden dapat mengusulkan paling banyak tiga calon untuk posisi Gubernur BI, sedangkan DPR memiliki waktu paling lambat satu bulan sejak usulan diterima untuk menyetujui atau menolak calon tersebut. 

Baca juga: Alasan Gubernur BI Mengundurkan Diri Tuai Sorotan, Tebak-tebakan Soal Sosok Pengganti: Orang Dekat?

Lantas, siapa Destry Damayanti dan bagaimana perjalanan kariernya hingga berada di posisi tersebut? 

Berikut profil Destry Damayanti. 

Jejak pendidikan dan karir

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. 

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan kemudian meraih gelar Master of Science (M.Sc.) bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat, pada 1992. 

Sebelum masuk ke jajaran pimpinan bank sentral, Destry telah menjalani karier panjang di bidang ekonomi, kebijakan publik, perbankan, hingga lembaga penjaminan simpanan. 

BI mencatat Destry mengawali karier sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1987-1990. 

Setelah menyelesaikan pendidikan di Cornell, ia kemudian bekerja di Kementerian Keuangan pada 1992-1997. 

Destry selanjutnya berkarier sebagai ekonom di Citibank pada 1997-2000. 

Setelah itu, ia menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. 

Kariernya kemudian berlanjut di sektor pasar modal dan perbankan. 

BI mencatat Destry pernah menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011. 

Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. 

Pada periode tersebut, Destry juga tercatat sebagai Direktur Eksekutif Mandiri Institute. 

Pengalamannya di sektor swasta kemudian berlanjut ke pemerintahan. 

Destry dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015. 

CALON GUBERNUR BI: Inilah profil hingga jejak karir Destry Damayanti, ekonom yang dicalonkan oleh Presiden Prabowo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). (Kompas.com)

Pernah menjadi Komisioner LPS 

Salah satu fase penting dalam perjalanan karier Destry adalah ketika ia masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Destry diangkat menjadi anggota Dewan Komisioner LPS pada September 2015 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 158/M Tahun 2015. 

Ia menjalankan jabatan tersebut hingga 2019. 

Pengalaman di LPS menjadi bagian dari rekam jejak Destry di sektor stabilitas sistem keuangan. 

LPS sendiri merupakan salah satu lembaga yang bersama BI, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). 

Selain menjadi anggota Dewan Komisioner LPS periode 2015-2019, Destry juga pernah menjadi anggota Dewan Komisioner LPS ex-officio dari Bank Indonesia setelah masuk ke BI. 

Awal karir di BI

Perjalanan Destry di BI dimulai pada 2019 ketika Presiden Joko Widodo menetapkannya sebagai Deputi Gubernur Senior BI. 

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019, Destry ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2019-2024 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019. 

Pada 2024, masa jabatannya diperpanjang. Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024 tanggal 10 Juli 2024 kembali menetapkan Destry sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029. 

Ia kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024. 

Dengan demikian, sebelum diajukan sebagai calon Gubernur BI, Destry telah berada dalam struktur Dewan Gubernur BI selama sekitar tujuh tahun. 

Dalam kapasitasnya sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry juga menjadi bagian dari kepemimpinan BI dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi dan keuangan, termasuk perubahan kondisi global dan domestik. 

Perubahan posisi Destry terjadi setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. 

BI melalui Rapat Dewan Gubernur pada 26 Juli 2026 menetapkan Destry sebagai Pejabat Gubernur Sementara. 

Penetapan tersebut dilakukan sesuai mekanisme dalam Undang-Undang Bank Indonesia yang mengatur mengenai pengisian jabatan sementara ketika Gubernur BI berhenti dari jabatannya. 

Dalam masa transisi tersebut, Destry menyampaikan bahwa kebijakan BI tetap berjalan. 

"Untuk market, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," ujar Destry setelah bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada 27 Juli 2026. 

Pada hari yang sama, Destry juga mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama pemerintah dan lembaga terkait. 

Dalam keterangan pemerintah, Destry menyampaikan KSSK akan meningkatkan koordinasi dan kerja sama, terutama dalam kebijakan yang saling berkaitan.

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.